Akhir Misa Tradisional Latin

0
1271
Father Alessandro da Luz elevates the chalice as he celebrates a traditional Latin Mass Aug. 11, 2020, at Our Holy Redeemer Church in Freeport, N.Y. The liturgy marked the 130th anniversary of the death of St. John Henry Newman, an Anglican priest who became a Catholic and later a church theologian and cardinal. He was canonized by Pope Francis in 2019. (CNS photo/Gregory A. Shemitz)

SAVANNAH, Pena Katolik – Misa ritus latin hingga saat masih dirayakan oleh sebagian komunitas Katolik di Dunia. Namun, setelah Paus Fransiskus memberi catatan terkat praktik ini, beberapa keuskupan telah berencanan untuk menghentikan  praktik Perayaan Ekaristi dengan ritus Latin Kuno yang hingga kini masih bertahan. Salah satu keuskupan yang dengan tegas ingin meniggalkan Misa Ritus Latin ini adalah hKeuskupan Savannah, Amerika serikat. Uskup Savannah, Mgr. Stephen D. Parkes mengumumkan keputusan ini, bahwa Misa Tradisional Latin di keuskupannya di Georgia akan dihentikan pada Mei 2023.

Mgr. Parkes mengatakan bahwa dia telah meminta izin dari Dikasteri Vatikan untuk Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen agar paroki-paroki di keuskupannya mempersembahkan Misa sesuai dengan Misale Romanum tahun 1962. Ia menerima tanggapan dari Roma bahwa satu paroki dapat mempersembahkan Misa mingguan dan tiga paroki paroki dapat mempersembahkan Misa setiap bulan dalam Ritus Latin hingga 20 Mei 2023.

“Saya berterima kasih kepada Dikasteri yang telah memberikan izin di atas sehingga Misa menurut Missale Romanum tahun 1962 dapat terus dirayakan selama satu tahun lagi. Sejak pengangkatan saya sebagai Uskup Anda, saya telah hadir dalam Misa yang dirayakan dengan Misa ini, dan saya mengakui penghormatan dan keindahan liturgi ini,” tulis Parkes.

Parkes mencatat bahwa Misa Tradisional Latin tidak akan lagi dipersembahkan di Katedral Basilika Santo Yohanes Pembaptis Savannah mulai 7 Agustus 2022. Hal ini sebagai bagian dari implementasi instruksi Vatikan di keuskupan. Dia mengatakan bahwa Misa Ritus Latin dapat dipersembahkan di paroki Hati Kudus pada hari Minggu.

“Saya yakin bahwa Paroki Hati Kudus menyediakan tempat yang tepat dan intim untuk beribadah dan pimpinan paroki akan memperhatikan kebutuhan pastoral mereka yang hadir pada pukul 1 siang. Misa di sana,” ujarnya.

Pengumuman ini disampaikan satu hari sebelum ulang tahun pemberlakuan Traditionis Custodes oleh Paus Fransiskus, sebuah motu proprio yang menempatkan pembatasan besar-besaran pada perayaan Misa dengan menggunakan Misale Romanum 1962, yang juga dikenal sebagai bentuk luar biasa dari Ritus Roma, Tridentine.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here