Pernik Lebaran: Dari Salat Idul Fitri di Halaman Gereja di Malang Hingga Suster yang Bagi-Bagi Alas Salat

0
1164
Umat Islam menjadikan halaman depan Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan Malang sebagai tempat untuk melaksanakan Salat Idul Fitri. IST

INDONESIA, Pena Katolik – Kemarin, umat Islam di seluruh dunia merayakan hari Idul Fitri 1443 H. Ini merupakan puncak cari bulan Ramadhan yang diisi dengan puasa selama sebulan penuh. Umat Katolik di beberapa daerah pun tidak ketinggalan untuk ikut serta dalam perayaan Lebaran ini.

Ribuan jemaah mengikuti salat Idul Fitri 1443 H di Masjid Agung Jami Malang. Jemaah meluber hingga pelataran Gereja Katolik Hati Kudus atau dikenal dengan Geraja Kayutangan. Sebuah pemandangan toleransi di tengah perayaan Hari Raya Idul Fitri, Senin 2 Mei 2022, pagi. Jarak antara Masjid Agung Jami Malang dengan Gereja Kayutangan hanya terpaut kurang lebih 300 meter. Sejak pagi, sebelum umat muslim mulai berdatangan menuju Masjid Agung Jami Malang. Para muda-mudi gereja bersama pastor sudah bersiap membantu umat muslim melaksanakan Salat Id.

Mereka berdiri di gerbang gereja dan mempersilahkan jemaah masuk ke halaman gereja untuk melaksanakan Salat Id. Bukan hanya itu, muda-mudi gereja ini juga membagikan alas gratis yang sudah disiapkan sejak malam. Sebagian besar, jemaah perempuan yang berada di pelataran gereja, sementara jemaah laki-laki di badan Jalan Basuki Rahmat.

“Kami sudah sejak pagi membuka pintu gereja, agar saudara-saudara umat muslim, bisa melaksanakan salat id di sini,” ujar Pastor Rekan Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Romo Yoris di lokasi, Senin pagi.

Yoris mengaku, penggunaan pelataran gereja untuk salat id umat muslim hampir setiap tahun dilakukan. Kecuali 2 tahun masa pandemi COVID-19, senan pelaksanaan salat id ditiadakan.

“Hampir setiap tahun kita lakukan, kecuali dua tahun kemarin, karena masa pandemi. Inilah toleransi dan kerukunan dalam beragama,” akunya.

Pelaksanaan salat id di Masjid Jami Malang dimulai pukul 06.30 WIB. Dengan khatib salat Id adalah Habib Taufik Assegaf, Wali Kota Sutiaji juga ikut melaksanakan salat id di Masjid Jami Malang.

Suster ikut membagikan alas Salat di Gereja Jember. IST

Bagi Alas Salat

Di Jember, tepatnya di depan Masjid Jami’ Al Baitul Amien, Kecamatan Kaliwates, Romo, Suster, dan warga Katolik Gereja Santo Yusup, membagikan koran bekas bagi warga muslim yang akan melaksanakan shalat Idul Fitri. Pastor Kepala Paroki Santo Yusup Jember, Romo Yoseph Utus, O Carm, mengatakan, aksi bagi-bagi koran bekas itu bentuk toleransi antar umat beragama.

“Kami membagikan koran bekas, pada mereka yang akan sholat Id. Setelah Selesai salat kami juga, mengucapkan selamat kepada mereka. Bahkan halaman gereja juga dipakai tempat parkir kendaraan para jemaah salat,” terangnya.

Menurut Romo Yoseph, kegiatan yang dilakukan membagikan koran bekas itu. Rutin dilakukan setiap akan melaksanan Salat Id. Memberikan lembaran koran bekas itu, katanya, karena biasa dipakai para jemaah salat untuk alas salat.

“Karena kan di dalam Masjid Jami’ biasanya para jemaah salat tidak bisa di dalam. Jadi lembaran koran ini bisa (dipakai) sebagai alas untuk salat. Apa yang kami lakukan ini, untuk membantu dan bentuk toleransi untuk para jemaah salat,” ucapnya.

Ada sekitar 100 lebih lembaran koran bekas yang dibagikan bagi jemaah salat di Masjid Jami. Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022 dari Pesepak Bola Dunia, dari Mesut Ozil hingga Pemain Berdarah Indonesia

“Mengingat jumlah jemaah kan banyak. Ini adalah bentuk toleransi antar umat beragama. Bahwa kami Warga Katolik juga toleran terhadap umat Islam,” katanya.

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here