Surat Gembala Uskup Agustinus: Berani berkorban dan Rendah Hati

0
871
Uskup Agung Pontianak Mrg Agustinus Agus saat Memimpin Misa Natal Anak beberapa tahun lalu. IST

Masa natal sebentar lagi akan tiba dan pesan natal dengan tema besar pada tahun 2021 juga sudah diluncurkan. Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus sebagai seorang gembala yang mengembalakan umat Katolik Keuskupan Agung Pontianak telah mengeluarkan surat gembala natal 2021 tertanggal 17 Desember 2021.

Diawal surat gembalanya, Uskup Agustinus menuliskan  tema besar dalam tahun 2021 yakni “Cinta Kasih Kristus yang menggerakan persaudaraan” (bdk, 1 Ptr. 1:22)

Bagi Uskup Agustinus Perayaan Natal tahun 2021 ini dirayakan masih dalam suasana ancaman pandemic covid-19.

Uskup  Agustinus juga berterima kasih serta bersyukur bahwa berkat kerja keras pemerintah dengan berbagai pinak dalam semangat persaudaraan sebagai anak bangsa keadaan sekarang ini, mengutip istiah yang dipakai oleh Bapak Presiden Jokowi sudah “mendekati normal”

“Namun demikian, kita tetap tak boleh lengah dan mengendorkan protokol Kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker. Bagi yang belum di-vaksin segeralah mendatangi tempat vaksinasi untuk memperolehnya,” kata Uskup Agustinus.

Sebagai Gembala Umat Katolik Keuskupan Agung Pontianak, Uskup Agustinus juga ikut prihatin akan penderitaan ribuan saudaranya khususnya di Kabupaten Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu yang diakibatkan bencana banjir.

“Terima kasih atas kepedulian dan bantuan banyak pihak yang sabagian besar juga disalurkan lewat Keuskupan Agung Pontianak untuk mereka, kata Uskup Agustinus.

Cinta Kristus yang menggerakkan

Dalam surat gembalanya, Uskup Agustinus mengajak bahwa keadaan tersebut tentu tidak menyurutkan keinginan masyarkat dan umat kristiani untuk mengungkapkan rasa syukur serta Kegembiraan, dalam menyambut Hari Raya Natal, dimana kita merayakan lahimya Sang Juru Selamat Manusia, Bukti nyata bahwa Tuhan menointai umat manusia tanpa batas.

“Tanpa memperhitungkan dosa-dosa kita, Tuhan mengirim PutraNya Yesus Kristus kedunia, agar manusia selamat,” tambah Uskup Agustinus.

Uskup Agustinus mengutip lagi tema pesan Natal Bersama Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali gereja Indonesia (KW), adalah ” CINTA KASIH KRISTUS YANG MENGGERAKKAN PERSAUDARAAN “ ( bdk, 1 Petr. 1:22).

Uskup Agustinus juga menegaskan bahwa hal tersebut harusnya menyadarkan umat akan pentingnya hidup sebagai satu saudara satu sama lain tanpa memandang petbedaan yang ada yang diakibatkan oleh suku, bahasa, budaya, golongan, status social-ekonomi, pangkat-jabatan maupun karena perbedaan agama atau kepercayaan.

“Tema tersebut mengingatkan kita bahwa betapa sulitnya menciptakan keadiian dan perdamaian tanpa meyakini bahwa kita ini bersaudara satu sama lain, Dalam iman kita percaya bahwa Kita semua diciptakan oleh Allah Bapa Yang Maha kuasa menurut Citra Nya (Kej.1,27) Kita semua keturunan Adam,” tegas Uskup Agustinus.

Sejalan dengan itu Uskup Agustinus menggarisbawahi meskipun Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa, “karena kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3,16).

Sebagai penutup Uskup Agustinus mengajak untuk merajut hubungan persaudaraan dengan sesame kita harus rela berkorban, sama seperti Yesus rela menyerahkan nyawanya, tubuh dan darahnya demi keselamatan umat manusia.

Dengan harapan agar hubungan persaudaraan dengan sesame bisa menjadi Kenyataan, “janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa hamba dan menjadi sama dengan manusia” (Fil. 1, 4-7).

Uskup Agustinus menitikkan kata kunci dari semua itu yakni untuk menjalin persaudaraan dengan orang lain adalah “berani berkorban dan rendah hati”.

Sikap dan prilaku

Dalam menyambut Natal 2021 Uskup Agustinus mengingatkan bahwa perayaan Natal tahun ini hendaknya dijadikan kesempatan bagi setiap orang untuk menjauhi sikap dan prilaku yang merusak tali persaudaraan.

Uskup Agustinus menghimbau untuk menghindarilah kata-kata, yang bisa menimbulkan rasa benci, dan fitnah. Jangan pemah menyebarkan berita yang tidak benar atau masih diragukan kebenarannya.

“Jauhilah prilaku yang bisa merusak hubungan persaudaraan antar sesama,” terangnya.

Sebaliknya Uskup Agustinus mengajak untuk kedepankan sikap serta tutur kata yang membawa kesejukan, kedamaian, bela rasa, serta sikap-sikap yang penuh kasih terhadap sesama.

Seperti Yesus yang datang kedunia untuk membawa damai, sebagai murid-murid dan pengikut-pengikutNya kita pun dipanggil untuk membawa damai kepada sesama, dan dengan demikian hubungan persaudaraan yang menjadi cita-cita setiap orang menjadi kenyataan.

“Kita dipanggil untuk menjadi agen-agen perdamaian yang mengedepankan sikap saling menolong, peduli terhadap saudara-saudara kita yang menderita dan membutuhkan, serta berperilaku rendah hati dan memiliki semangat berani berkorban bagi sesama,” tutur Uskup Agustinus.

Menutup suratnya Uskup Agustinus mengajak seluruh umat Katolik untuk rayakan Natal, Hari Lahirnya Sang Penyelamat dan Raja Damai dengan penuh suka cita!

Dalam rangka merayakan Natal yang sehat dan aman, Uskup Agustinus juga menghimbau untuk para Pastor Paroki dalam kesatuan dengan seluruh Dewan Pastoral Paroki serta Panitia agar, baik perayaan yang bersifat ritual maupun yang bersifat seremonial (perayaan diluar misa/ibadat) untuk selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas covid-19 setempat.

“Selamat Natal 2021 dan tahun bari 2022,” tutup Uskup Agustinus.

Samuel (PenaKatolik)

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here