Sabtu 25 September 2021; Hari Biasa Minggu Biasa XXV

0
884

Za. 2: 1-5, 10-11a

Aku melayangkan mataku dan melihat: tampak seorang yang memegang tali pengukur. Lalu aku bertanya: “Ke manakah engkau ini pergi?” Maka ia menjawab aku: “Ke Yerusalem, untuk mengukurnya, untuk melihat berapa lebarnya dan panjangnya.” Dan sementara malaikat yang berbicara dengan aku itu maju ke depan, majulah seorang malaikat lain mendekatinya, yang diberi perintah: “Berlarilah, katakanlah kepada orang muda yang di sana itu, demikian: Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang terbuka oleh karena banyaknya manusia dan hewan di dalamnya.

Bersorak-sorailah dan bersukarialah, hai puteri Sion, sebab sesungguhnya Aku datang dan diam di tengah-tengahmu, demikianlah firman TUHAN; dan banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada TUHAN pada waktu itu dan akan menjadi umat-Ku dan Aku akan diam di tengah-tengahmu.” Maka engkau akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.

Mzm Tggpn. Yer 31: 10, 22-12ab, 13

“Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi merana.

Luk. 9: 43b-45.

Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah. (9-43b) Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

Pada Hari Ketujuh

Pada hari ketujuh, berhentilah Tuhan dari segala pekerjaan tangan yang sudah dilakukannya. Kata berhenti memiliki arti beristirahat atau satu hari tanpa kegiatan apapun. Namun hal tersebut bukan berarti Tuhan menjauhkan diri dari segala ciptaan-Nya, dan bukan berarti juga bahwa Tuhan beristirahat karena Ia mengalami keletihan secara jasmani, seperti yang manusia rasakan. Selain karena semua sudah Dia ciptakan dengan sempurna, makna istirahat yang Tuhan maksudkan di akhir dari penciptaan-Nya tersebut sesungguhnya ingin ditujukan bagi manusia, bahwa ada satu hari dari tujuh hari masa penciptaan yang Tuhan kerjakan, yang harus diindahkan manusia sebagai hari yang kudus untuk Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan menguduskan hari peristirahatan tersebut. Bahkan hari itu menjadi salah satu dari kesepuluh firman yang harus mendapat perhatian khusus dari umat-Nya untuk dilaksanakan

 Tuhan ingin agar manusia memberikan waktu satu hari untuk beristirahat dari segala rutinitas yang dilakukan. Tuhan tahu seberapa besar kekuatan manusia untuk bekerja. Tubuh manusia membutuhkan penyegaran. Selain itu Tuhan ingin agar hari tersebut dapat dimanfaatkan manusia untuk berbakti atau bersekutu dengan Tuhan, bersama-sama saudara seiman lainnya, dengan tujuan agar mendapatkan kesegaran secara rohani ketika akan melanjutkan segala rutinitas kembali.

  Tuhan tidak pernah melarang kita untuk bekerja, bahkan sebaliknya Tuhan memerintahkan kita anak-anak-Nya untuk bekerja keras. Namun Tuhan tidak ingin manusia terlalu jauh tenggelam dalam pekerjaannya. Kalau Tuhan sudah memberikan teladan untuk beristirahat, maka seharusnya kita meneladaninya. Selama 6 hari kita banyak melakukan tugas dan tanggung jawab kita, bahkan mungkin kita terlalu fokus dengan apa yang kita kerjakan, maka berikanlah satu hari yang khusus dan terfokus untuk Tuhan. Sudah banyak yang Tuhan berikan di dalam kehidupan kita, bahkan langit dan bumi beserta segala isinya pun Tuhan berikan untuk kita manfaatkan dan nikmati segala keindahannya. Karena itu, marilah kita mengingat Sang Pemberi kita. Ingat, bahwa tanpa perkenanan Tuhan, kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita miliki saat ini. Hal yang utama di dalam kehidupan kita bukan apa yang kita miliki dan bagaimana caranya kita bisa memilikinya di dunia ini, namun tentang siapa yang memberi semua yang bisa kita miliki itu, yaitu Tuhan Sang Pemberi. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:

Tuhan Yesus, ampuni aku jika aku sering egois dengan hari-hariku sendiri. Mampukan aku untuk memberikan waktuku yang terbaik untuk bersekutu dengan-Mu. Amin.

Selamat pagi dan berkiprah dihari Sabtu. Tuhan Yesus Yang Maharahim dn Sang Raja Damai membentengi kita sekeluarga dn umat manusia dimuka bumi yang berserah padaNya dengan para malaikat yang kudus dan menutup bungkus dengan DarahNya Yang Mahakudus serta melindungi kita sekel dan manusia diseluruh dunia yang berserah padaNya dari pandemi Covid 19 serta memberi kesejahteraan dn kesehatan prima sepanjang tahun 2021.Amen.

BDGY

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here