Sepatu, bunga, dan boneka di luar bekas Sekolah Asarama Indian Kamloops untuk menghormati 215 anak yang jenazahnya telah ditemukan (AFP)
Sepatu, bunga, dan boneka di luar bekas Sekolah Asarama Indian Kamloops untuk menghormati 215 anak yang jenazahnya telah ditemukan (AFP)

Paus Fransiskus mengungkapkan kepedihan atas “penemuan mengejutkan jenazah 215 anak-anak, murid Sekolah Asrama India Kamloops, di provinsi British Columbia, Kanada,” dan mengatakan dalam Angelus, 6 Juni, “ikut bersama para Uskup Kanada dan seluruh Gereja Katolik di Kanada dalam mengungkapkan kedekatan dengan orang-orang Kanada, yang trauma atas berita mengejutkan itu.”

Menurut Paus, “penemuan menyedihkan ini semakin meningkatkan pemahaman tentang rasa sakit dan penderitaan masa lalu” dan Paus berseru kepada otoritas politik dan agama Kanada “untuk terus bekerja sama dengan bulat hati guna menjelaskan peristiwa menyedihkan ini, dan dengan rendah hati berkomitmen pada jalan rekonsiliasi dan penyembuhan.”

Masa-masa sulit ini, lanjut Paus, “adalah seruan kuat bagi kita semua untuk berpaling dari model kolonial dan dari penjajahan ideologis, serta berjalan berdampingan dalam dialog, saling menghormati dan mengakui hak dan nilai-nilai budaya dari semua putri dan putra Kanada.”

Paus berdoa dengan mengatakan, “Kami memuji Tuhan atas jiwa semua anak yang meninggal di Sekolah Asrama Kanada dan kami berdoa untuk keluarga yang berduka dan komunitas penduduk asli Kanada.”

Sistem Sekolah Asrama itu secara paksa memisahkan sekitar 150.000 anak dari rumah mereka. Sekolah asrama itu dijalankan oleh pemerintah dan berbagai Gereja Kristen. Tujuan mereka adalah mengasimilasi anak-anak pribumi. Penemuan bulan lalu atas kuburan-kuburan tak bertanda hingga 215 anak-anak pribumi di Sekolah-Sekolah Asrama Indian Kamloops dilakukan dengan menggunakan radar penembus tanah. Pihak berwenang didesak melakukan penyelidikan penuh terhadap keadaan dan tanggung jawab seputar kematian-kematian ini, termasuk pemeriksaan forensik terhadap sisa-sisa barang yang ditemukan, dan selanjutnya melakukan identifikasi dan pendaftaran anak-anak yang hilang.

Sekolah Asrama Indian Kamloops di British Columbia dijalankan oleh Gereja Katolik atas nama Ottawa dari tahun 1890 hingga 1969, sebelum ditutup secara permanen tahun 1978. (PEN@ Katolik/paul c pati/Linda Bordoni/Vatican News)

Artikel Terkait:

Para uskup sedih atas meninggalnya 215 anak yang kini ditemukan di bekas asrama

Bangunan bekas sekolah asrama di Kamloops, Kanada. (AFP)
Bangunan bekas sekolah asrama di Kamloops, Kanada. (AFP)

Tinggalkan Pesan