Shutterstock | Marco TDM
Shutterstock | Marco TDM

Sejak tahun 1950-an, tidak ada orang yang pernah melihat Curon, kota pegunungan yang kecil, di wilayah Trentino Alto Adige Italia. Seluruh kota itu terendam sejak 1950, sebagai akibat dari proyek bendungan kontroversial yang akhirnya merendam 160 rumah dan gereja abad ke-14 dari kota itu. Saat itu, penduduk setempat telah meminta intervensi dari Paus Pius XIII tetapi pihak berwenang tetap melanjutkan pembangunan bendungan itu. Satu-satunya yang tersisa untuk mengingatkan pengunjung tentang keberadaan Curon adalah menara lonceng berwarna krem ​​yang muncul secara menakutkan dari perairan berwarna hijau tua danau Resia. Gambar itu seperti mimpi, dan menginspirasi para penulis di seluruh dunia bahkan acara Netflix yang diberi nama “Curon”. Dalam musim dingin, beberapa pengunjung bahkan biasa berjalan-jalan di atas es untuk mencapai menara lonceng itu untuk selfie meski berisiko. Minggu ini, pekerjaan perbaikan di bendungan itu mengungkap sisa-sisa desa Alpen yang telah lama hilang itu. Jejak bekas rumah, dengan tangga-tangga, dinding-dinding, dan atap-atap rusak, dapat dilihat di dekat sisa-sisa gereja abad ke-14 itu. Pekerjaan konstruksi di danau telah dimulai berbulan-bulan yang lalu dan begitu musim semi tiba, lapisan es terakhir mencair, menampakkan kota hantu di bawah danau.(PEN@ Katolik/paul c pati/V. M. Traverso/Aleteia)

Pemandangan umum Danau Resia (AFP)
Pemandangan umum Danau Resia (AFP)
LUISA AZZOLINI
LUISA AZZOLINI

 

 

Tinggalkan Pesan