Petugas penyelamat membantu para korban di tengah puing-puing yang ditinggalkan oleh serangan udara Israel di Kota Gaza
Petugas penyelamat membantu para korban di tengah puing-puing yang ditinggalkan oleh serangan udara Israel di Kota Gaza

“Dalam nama Allah” Paus Fransiskus memohon ketenangan di Tanah Suci, setelah lima hari pertempuran yang telah menewaskan puluhan orang dan ratusan lainnya terluka. Kematian puluhan anak di antara mereka sangat “mengerikan dan tidak dapat diterima,” kata Paus. “Kematian mereka adalah tanda bahwa orang tidak ingin membangun masa depan, tetapi menghancurkannya.” Paus memperingatkan bahwa kekerasan yang sedang berlangsung di Israel dan Jalur Gaza berisiko makin memburuk “menjadi spiral kematian dan kehancuran,” dengan luka-luka “persaudaraan dan hidup berdampingan secara damai” yang akan sulit untuk disembuhkan tanpa segera kembali ke dialog. Paus mendesak para pemimpin Israel dan Palestina “agar menghentikan keributan senjata dan berjalan di jalan perdamaian, dengan bantuan masyarakat internasional.” Paus menyerukan doa “tak henti-hentinya” bagi orang Israel dan Palestina agar “menemukan jalan dialog dan pengampunan, agar menjadi pembangunan perdamaian dan keadilan yang sabar, dan agar mulai langkah demi langkah berharap bersama untuk hidup berdampingan di antara saudara.” Paus Fransiskus kemudian meminta umat beriman untuk berdoa bagi para korban konflik itu, “terutama anak-anak,” dan sebelum memimpin Doa salam Maria, Paus berkata, “Mari kita berdoa untuk perdamaian kepada Ratu Perdamaian.”(PEN@ Katolik/paul c pati/Christopher Wells/Vatican News)

Tinggalkan Pesan