Home OPINI Imam Korea kembali ke Washington untuk jadi kapelan bagi umat tunarungu

Imam Korea kembali ke Washington untuk jadi kapelan bagi umat tunarungu

0
Min Seo Park
Min Seo Park

Sebagai seorang pemuda usia sekolah menengah di Seoul, Korea Selatan, Min Seo Park belajar seni di sekolah teknik untuk tunarungu. Dia kehilangan pendengaran sepenuhnya pada usia 2 tahun, akibat pengobatan untuk penyakit serius.

Kemampuan artistiknya bukanlah yang terbaik, maka dia ikuti les privat bidang desain. Setelah beberapa saat, tutor yang juga tunarungu mengenalkan kepadanya iman Katolik. Park berasal dari keluarga Buddha, tetapi senang pergi ke gereja Kristen bersama para siswa tunarungu lainnya. Membaca buku yang diberikan gurunya, dia menemukan sesuatu yang baru dan memberi energi dalam agama Katolik.

Dan dia bisa menghadiri Misa di sebuah gereja Katolik yang punya penerjemah bahasa isyarat untuk tunarungu. Tetapi imam, yang tidak tuli, itu berkhotbah dalam bahasa yang, kenangnya, melampaui kepala sebagian besar umatnya. Beberapa umat tunarungu yang hadir tertidur selama homili, kenang Park.

“Yang lain frustrasi dan baru saja akan pergi, dan saya bertanya kepada mereka ‘Mau pergi ke mana?’ Mereka berkata ‘Kami mau ke gereja Protestan,’ karena pendeta itu [yang tuli] jelas dan mudah dimengerti, dan mereka tidak mau punya imam yang bisa mendengar dengan penerjemah. Itu semua membingungkan dan mereka merasa sangat bosan.”

Meskipun Park telah dibaptis, imannya “belum benar-benar berakar,” katanya, dan dia tergoda untuk kembali ke gereja Protestan. Di sana, homili pendeta disampaikan dalam bahasa isyarat yang “jelas dan indah.”

“Maka saya berdoa dan minta kepada Allah untuk mengirim saya seorang imam yang tahu bagaimana membantu orang tuli,” katanya. “Saya tidak dapat tanggapan. Saya terus berdoa, tetapi saya merasakan perasaan bahwa Yesus berkata kepada saya, ‘Baiklah, mengapa bukan engkau?’ Saya berpikir, ‘Saya? Bagaimana seorang tunarungu bisa jadi imam? Itu tidak mungkin.’ Tetapi perasaan itu benar-benar mulai tumbuh dalam diri saya, bahwa saya dipanggil untuk memenuhi kebutuhan itu. Begitulah panggilan saya benar-benar dimulai.”

Sekarang di usia 52 tahun, Pastor Min Seo Park telah menjadi imam Keuskupan Agung Seoul selama 14 tahun, dan sebagian besar melayani di Paroki Ephatha untuk umat Katolik tunarungu di Seoul. Dia baru-baru ini memulai tugas tiga tahun sebagai kapelan “pinjaman” untuk Gereja Katolik Tuna Rungu Santo Fransiskus dari Assisi di Keuskupan Agung Washington, DC, dan kapelan Katolik di Universitas Gallaudet, universitas yang disewa secara federal untuk orang tuli dan sulit mendengar di ibu kota negara itu.

Dia berbicara dengan Aleteia dalam wawancara Zoom, dengan terjemahan oleh Mary O’Meara, Direktur Eksekutif Departemen Pelayanan Khusus untuk Keuskupan Agung Washington.

Jalan Pastor Park menuju imamat penuh lubang, polisi tidur, dan jalan memutar. Jalan itu dimulai saat dia mempelajari tentang seorang imam Amerika yang tuli, Pastor Tom Coughlin. “Sejak itu saya sadar, ‘ada kemungkinan menjadi imam yang tuli.’ Itu memberi saya harapan.” Pastor Coughlin, yang ditahbiskan imam tahun 1977 di Baltimore, adalah imam tunarungu pertama di Amerika Utara. Dia mendirikan Misionaris Dominikan untuk Kerasulan Tuli dan terus aktif.

Pastor Coughlin dorong Park datang ke Amerika Serikat dan belajar di Gallaudet seperti yang dia lakukan, dan belajar bahasa isyarat Inggris dan Amerika dan mendapatkan gelar sarjana dalam bidang filsafat. Dari sana, Park memasuki program untuk para frater tunarungu yang dibentuk Pastor Coughlin di Keuskupan Agung New York. Di Seminari Santo Yosef di Yonkers, N.Y., siswa pertukaran muda itu belajar bersama sekitar 20 frater yang bisa mendengar.

“Wah, itu tantangan besar buat saya,” kenangnya. “Latar belakang dan kredensial akademis mereka jauh lebih kuat dari saya. Saya harus sangat sabar. Para guru berbicara sangat cepat. Saya tak punya juru bahasa, hanya laptop dengan seseorang yang mengetik untuk saya. Karena profesor berbicara begitu cepat, sangat tak mungkin mengetik semua, dan saya kehilangan banyak hal. … Saya benar-benar tidak memahami segalanya, dan saya tertinggal jauh.”

Setelah sekitar satu tahun, nilainya biasa-biasa saja. Dia menerima surat dari pejabat seminari yang menyatakan bahwa mereka tidak dapat meramalkan kemungkinan dia menjadi imam. “Mereka pikir yang terbaik adalah saya tinggalkan seminari,” katanya. “Pada saat yang sama program untuk para frater tunarungu ditutup. Itu sangat mengejutkan. Saya sungguh sedih. Saya tak tahu pasti apa yang akan terjadi selanjutnya.”

Pastor Coughlin mendorongnya untuk tidak menyerah. Dia menunggu dan berdoa, dan suatu hari mengambil buku secara acak dan mulai membaca. Itu tentang Santo Yohanes Vianney, yang juga diminta meninggalkan seminari, karena keterampilan bahasa Latinnya buruk. Tetapi Pastor Vianney mengajukan petisi kepada uskup dan mendapat bantuan ekstra untuk seminaris muda itu. Vianney tidak hanya ditahbiskan, dia ternyata seorang imam teladan sehingga sekarang dia dianggap sebagai santo pelindung para pastor paroki.

“Saya merasa kami berada dalam situasi sama dan bahwa dia bertahan dan benar-benar menjadi imam,” kata Pastor Park. “Saya merasa positif lagi dan saya percaya bahwa Tuhan akan menanggapi.”

Pastor Coughlin membantu Park mengikuti program di Universitas Santo Yohans di Queens, New York. Di sana, frater muda itu dibantu oleh dua penerjemah dan seorang pencatat. Park memperoleh gelar Master di bidang keilahian tahun 2004 dan pulang ke Seoul untuk ditahbiskan.

Sebagai pastor Efatha di Seoul, Pastor Park merayakan Misa dalam Bahasa Isyarat Korea untuk sekitar 200-250 orang setiap hari Minggu. Bagian dari pekerjaannya adalah membangun gereja, yang selesai pada Agustus 2019.

Tetapi komunitas Washington kekurangan imam, dan Mary O’Meara “mencari ke mana-mana untuk mendapatkan seorang imam yang mendengar dan bisa memberi tanda dan ada imam-imam sebagai penerjemah,” kata Pastor Park. “Mary minta saya datang dan melayani umat.”

Seperti yang lain, umat di Paroki Santo Fransiskus tunduk pada pembatasan Covid, dan akhir-akhir ini, hanya sekitar 30 orang yang hadiri Misa secara langsung di hari Minggu. Misa disiarkan langsung secara online.

O’Meara mengatakan, meskipun sekitar 9% orang Amerika “sangat tuli” dan menggunakan bahasa isyarat, ada konsentrasi lebih besar di Washington, karena lulusan Gallaudet cenderung tetap tinggal di tempat lokal, “untuk rasa komunitas” dan untuk pekerjaan serta peluang lainnya.

Gallaudet saat ini ditutup karena pandemi, tetapi Pastor Park mengatakan kampus harus memiliki kapasitas 50% selama musim panas dan terbuka penuh di musim gugur. Dia berharap bisa bekerja bersama para mahasiswa di sana, dia pernah menjadi salah satunya. Dia akan bisa memberikan kepada mereka jenis dorongan yang dia terima dari orang lain ketika keadaan tampak begitu suram.(PEN@ Katolik/paul c pati/John Burger/Aleteia)

 

Foto milik Pastor Min Seo Park
Foto milik Pastor Min Seo Park

 

Tidak ada komentar

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Menghadirkan Pola Interaksi Visual yang Menarik untuk Dipahami dari Sisi Desain

Mengapa Game Digital dengan Tema Klasik Masih Bisa Menarik Perhatian Generasi Pengguna Baru?

Mahjong Ways Memperlihatkan Bagaimana Unsur Tradisional Dapat Beradaptasi dengan Teknologi Hiburan

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Detail Pengalaman Bermain

Bagaimana Penggunaan Animasi dalam Game Digital Membantu Menyampaikan Informasi kepada Pengguna?

Mahjong Ways 2 Memiliki Mekanisme Pergantian Simbol yang Membentuk Alur Permainan Berbeda

Game Bertema Asia Memiliki Karakter Visual yang Berkembang Bersama Teknologi Digital Modern

Mengapa Tampilan Game Mobile yang Teratur Dapat Membantu Pengguna Mengenali Berbagai Fitur?

Mahjong Ways Menggunakan Pendekatan Desain yang Menghubungkan Nuansa Klasik dan Visual Modern

Teknologi Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Game Digital Menampilkan Efek dan Detail Visual

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Penyajian Fitur yang Menarik Dilihat dari Sudut Pandang Desain Informasi

Mengapa Pengalaman Pertama Saat Membuka Game Mobile Bisa Memengaruhi Kesan Pengguna?

Mahjong Ways dan Penggunaan Tema Mahjong dalam Membentuk Karakter Hiburan Digital Modern

Game Digital Semakin Memperhatikan Detail Kecil yang Sering Luput dari Perhatian Pengguna

Bagaimana Pengembang Game Mobile Menentukan Informasi yang Perlu Ditampilkan di Layar Utama?

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Hubungan antara Mekanisme Permainan dan Respons Visual di Layar

Perkembangan Game Smartphone Membuat Desain Antarmuka Perlu Menyesuaikan Berbagai Cara Penggunaan

Mengapa Konsistensi Tampilan Menjadi Salah Satu Faktor Penting dalam Pengalaman Game Digital?

Mahjong Ways Menghadirkan Interpretasi Modern dari Tema Klasik yang Sudah Lama Dikenal

Game Digital dengan Tampilan Menarik Tetap Membutuhkan Sistem Navigasi yang Mudah Dipahami

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Efek Visual Dapat Mengubah Cara Pengguna Mengikuti Permainan

Mengapa Game Digital dengan Konsep Sederhana Bisa Memiliki Karakter yang Mudah Diingat?

Mahjong Ways Menampilkan Adaptasi Permainan Tradisional dalam Bentuk Hiburan Berbasis Teknologi

Perkembangan Game Mobile Membawa Perubahan pada Cara Informasi Ditampilkan kepada Pengguna

Bagaimana Penggunaan Ruang Kosong dalam Desain Game Membantu Menjaga Kejelasan Tampilan?

Mahjong Ways 2 Memiliki Rangkaian Animasi yang Berkaitan dengan Perubahan Kondisi Permainan

Game Bertema Budaya Asia Menghadirkan Pendekatan Visual yang Berbeda dari Game Modern Lainnya

Mengapa Desain Antarmuka Game Digital Perlu Mempertimbangkan Kebiasaan Pengguna Baru?

Mahjong Ways dan Cara Penggunaan Elemen Dekoratif Membantu Membangun Identitas Permainan

Teknologi Game Smartphone Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Keseimbangan Visual dan Performa

Kasino Online dan Fenomena Pergeseran Hiburan dari Ruang Fisik ke Layar Digital

Mengapa Kecepatan Permainan Kasino Digital Dapat Memengaruhi Pengambilan Keputusan?

Di Balik Kemudahan Kasino Online, Bagaimana Pengguna Memahami Nilai Uang?

Kasino Digital dalam Perbincangan tentang Etika Teknologi dan Tanggung Jawab Platform

Ketika Hiburan Kasino Online Bersinggungan dengan Kesehatan Finansial Masyarakat

Bagaimana Fitur Interaktif Kasino Digital Memengaruhi Perhatian Pengguna?

Menelusuri Perubahan Cara Masyarakat Memandang Kasino Online di Era Informasi

Kasino Online dan Tantangan Mengenali Informasi yang Terlihat Meyakinkan

Mengapa Riwayat Permainan Tidak Bisa Menjamin Hasil Berikutnya di Kasino Digital?

Fenomena Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Kesadaran terhadap Waktu Layar

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Bagaimana Desain Permainan Dapat Menyampaikan Informasi Tanpa Banyak Teks

Mengapa Mahjong Ways Memiliki Tampilan yang Terasa Akrab meski Menggunakan Teknologi Game Modern?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Waktu Muat dan Kelancaran Aplikasi

Mahjong Ways 2 dan Cara Efek Cascade Membentuk Rangkaian Perubahan yang Terlihat di Layar

Game Digital Bertema Asia Tidak Hanya Mengandalkan Ornamen tetapi Juga Pemilihan Suasana Visual

Bagaimana Desain Game Mobile Membantu Pengguna Mengenali Fitur Baru tanpa Penjelasan Panjang?

Mahjong Ways Menghadirkan Kesan Tradisional melalui Perpaduan Motif, Warna, dan Tata Letak

Mengapa Perubahan Kecil pada Antarmuka Bisa Memengaruhi Kenyamanan Pengguna Game Digital?

Teknologi Game Mobile Terus Berkembang dan Membawa Tantangan Baru dalam Pengelolaan Animasi

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Pentingnya Keteraturan Visual dalam Menampilkan Mekanisme Permainan

Mahjong Ways 2 Memiliki Sistem Pergantian Simbol yang Membuat Alur Visual Terlihat Berbeda

Mengapa Detail Latar Belakang dalam Mahjong Ways Ikut Membentuk Suasana Permainan?

Game Digital Bertema Asia Memiliki Cara Menarik dalam Memadukan Cerita Budaya dan Desain Modern

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Hubungan antara Efek Animasi dan Informasi yang Muncul di Layar

Perubahan Tren Game Mobile Membuat Desain Sederhana Kembali Menjadi Perhatian Pengembang

Bagaimana Mahjong Ways Menggunakan Komposisi Warna untuk Memperkuat Nuansa Tradisional?

Game Digital Kini Semakin Memperhatikan Cara Pengguna Memahami Informasi dalam Waktu Singkat

Mahjong Ways 2 dan Peran Transisi Visual dalam Menjaga Alur Permainan Tetap Mudah Diikuti

Mengapa Penggunaan Ornamen Klasik dalam Game Modern Tidak Selalu Terlihat Ketinggalan Zaman?

Perkembangan Desain Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Keseimbangan antara Detail dan Kenyamanan

Mahjong Ways 2 Memiliki Detail Mekanisme yang Tidak Selalu Terlihat dari Tampilan Awalnya

Mengapa Mahjong Ways Masih Menjadi Contoh Menarik dalam Pembahasan Desain Game Bertema Asia?

Mahjong Ways 2 dan Cara Efek Berantai Membentuk Urutan Perubahan di Dalam Permainan

Tampilan Mahjong Ways Memperlihatkan Bagaimana Unsur Klasik Bisa Menyatu dengan Teknologi Modern

Ada Alasan Mengapa Animasi dalam Mahjong Ways 2 Dibuat Selaras dengan Pergantian Simbol

Mahjong Ways Menggunakan Pendekatan Visual yang Membuat Tema Permainannya Mudah Dikenali

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menyajikan Perubahan Multiplier sebagai Bagian dari Informasi Permainan?

Mahjong Ways dan Hubungan antara Desain Simbol dengan Cara Pengguna Memahami Tampilan Game

Mengapa Efek Visual dalam Mahjong Ways 2 Menjadi Bagian Penting dari Penyajian Mekanisme?

Mahjong Ways Memperlihatkan Peran Detail Ornamen dalam Membangun Suasana Game Digital

Game Mobile Semakin Mudah Diakses tetapi Pengembang Masih Menghadapi Tantangan Desain

Mengapa Kecepatan Respons Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Modern?

Perkembangan Game Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Mengenali Fitur Permainan

Di Balik Game Digital yang Terlihat Sederhana, Ada Banyak Pertimbangan dalam Merancang Antarmuka

Bagaimana Teknologi Layar Sentuh Memengaruhi Cara Pengembang Menyusun Kontrol Game Mobile?

Game Digital Modern Mulai Memberikan Perhatian Lebih pada Kenyamanan Pengguna dengan Perangkat Berbeda

Mengapa Informasi yang Terlalu Padat Bisa Membuat Tampilan Game Mobile Sulit Dipahami?

Perkembangan Industri Game Digital Membuka Peluang Baru bagi Desainer Visual dan Pengembang

Bagaimana Komunitas Online Membentuk Persepsi Pengguna terhadap Game yang Sedang Populer?

Game Mobile Terus Berubah Mengikuti Teknologi tetapi Kebutuhan Pengguna Tetap Menjadi Pertimbangan

Kasino Online dan Fenomena Perubahan Pola Konsumsi Hiburan di Era Internet

Mengapa Informasi tentang Risiko Kasino Digital Sering Terabaikan Pengguna?

Di Balik Sistem Bonus Kasino Online, Ada Mekanisme yang Perlu Dipahami

Kasino Digital dan Tantangan Menjaga Kendali Diri di Tengah Akses Tanpa Batas

Bagaimana Tampilan Visual Kasino Online Membentuk Persepsi terhadap Permainan?

Ketika Teknologi Kasino Digital Berkembang Lebih Cepat dari Pemahaman Pengguna

Kasino Online dalam Sorotan Perubahan Kebiasaan Transaksi Masyarakat Digital

Mengenali Bias Psikologis yang Memengaruhi Penilaian Peluang di Kasino Online

Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Memahami Jejak Aktivitas Digital

Mengapa Edukasi Risiko Finansial Semakin Relevan dalam Fenomena Kasino Online?