Warga Palestina mengevakuasi bangunan yang menjadi sasaran pemboman Israel di Kota Gaza, 11 Mei 2021 (AFP)
Warga Palestina mengevakuasi bangunan yang menjadi sasaran pemboman Israel di Kota Gaza, 11 Mei 2021 (AFP)

Dalam pernyataan bersama, para patriark dan kepala Gereja Yerusalem menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa kekerasan baru-baru ini di Yerusalem Timur. “Perkembangan memprihatinkan, baik di Masjid Al Aqsa maupun di Syekh Jarrah, merusak kesucian bangsa Yerusalem dan Yerusalem sebagai Kota Damai. Tindakan-tindakan yang mengganggu umat yang beribadah dan martabat orang Palestina yang menjadi sasaran pengusiran tidak bisa diterima,” tulis pernyataan itu.

Beberapa hari terakhir ini terjadi kekerasan terburuk di Yerusalem selama bertahun-tahun, dengan konfrontasi antara polisi Israel dan pengunjuk rasa Palestina di tempat-tempat suci dan di beberapa bagian kota, yang, menurut pernyataan itu, “merusak kesucian orang Yerusalem dan Yerusalem sebagai Kota Damai.”

Bentrokan itu terjadi di tengah meningkatnya kemarahan Palestina atas ancaman pengusiran keluarga-keluarga dari rumah mereka di Yerusalem Timur oleh pendatang Yahudi, yang dipicu oleh perselisihan sebulan antara pengunjuk rasa dan polisi di bagian kota yang mayoritas Arab. Kekerasan meningkat pada 10 Mei malam setelah militan Palestina menembakkan roket ke arah Yerusalem. Militer Israel membalas dengan serangan udara terhadap sasaran militan di Jalur Gaza.

Pejabat kesehatan Palestina di Gaza mengatakan 22 orang, termasuk sembilan anak-anak, tewas dalam serangan itu. Militer Israel mengatakan setidaknya 15 anggota kelompok Hamas yang memerintah Gaza termasuk di antara mereka yang tewas.

Pernyataan pemimpin Gereja Yerusalem mencatat, “karakter khusus Yerusalem, Kota Suci, dengan Status Quo yang ada, memaksa semua pihak mempertahankan situasi yang sudah sensitif.” Ketegangan meningkat, yang terutama didukung oleh kelompok radikal sayap kanan, lanjutnya, membahayakan realitas yang sudah rapuh di dan sekitar Yerusalem.”

Para patriark dan kepala Gereja Yerusalem mengatakan, “Kami menyerukan kepada Masyarakat Internasional dan semua orang yang berkehendak baik, untuk campur tangan mengakhiri tindakan provokatif ini, dan terus berdoa untuk perdamaian Yerusalem.”(PEN@ Katolik/paul c pati/Vatican News)

Tinggalkan Pesan