Paus Fransiskus menyalami umat beriman di Lapangan Santo Petrus (ANSA)
Paus Fransiskus menyalami umat beriman di Lapangan Santo Petrus (ANSA)

“Yesus mengajak kita untuk tinggal di dalam kasih-Nya sehingga sukacita-Nya ada di dalam kita dan sukacita kita menjadi penuh,” kata Paus Fransiskus berdasarkan Injil Yohanes 15: 9-17 untuk menunjukkan buah yang bisa terlihat kalau seorang Kristen tinggal di dalam kasih Yesus.

Menurut Paus, cinta ini berasal dari Allah Bapa, yang adalah cinta, dan mengalir seperti sungai melalui Yesus, Putra-Nya, kepada kita. “Cinta yang Yesus berikan kepada kita sama dengan cinta yang Bapa gunakan untuk mencintai-Nya: cinta yang murni, tanpa syarat, dan diberikan secara cuma-cuma,” kata Paus.

“Dengan memberinya kepada kita, Yesus memperlakukan kita seperti sahabat, membuat kita mengenal Bapa, dan Dia melibatkan kita dalam misi-Nya yang sama untuk kehidupan dunia.” Kita tetap dalam kasih Yesus dengan mematuhi perintah-perintah-Nya, kata Paus.

Dalam perikop yang sama, Yesus meringkas perintah-Nya dengan kata-kata, “supaya kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu.” Mencintai seperti Kristus, kata Paus, berarti melampaui diri kita sendiri dan membuka diri bagi mereka yang lebih membutuhkan.

“Mengasihi seperti Kristus berarti menempatkan diri kalian untuk melayani saudara-saudari kalian, seperti yang Dia lakukan dalam membasuh kaki para murid,” kata Paus. “Itu berarti membuat diri kita siap, apa adanya dan dengan apa yang kita miliki. Ini berarti mencintai bukan dengan kata-kata tapi dalam perbuatan.”

Mencintai seperti Kristus, kata Paus, menuntut kita mengesampingkan cinta lain yang ditawarkan oleh dunia, seperti cinta uang, kesuksesan, atau kekuasaan. “Jalan-jalan tipuan ini menjauhkan kita dari kasih Tuhan dan menuntun kita menjadi semakin egois, narsis, dan sombong,” kata Paus. “Dan bersikap sombong mengarah pada kemerosotan cinta, pelecehan terhadap orang lain, dan membuat orang-orang yang kita cintai menderita.”

Paus menambahkan bahwa dia memikirkan tentang banyak wanita yang mengalami “cinta tidak sehat yang menjadi kekerasan.” Ini “bukan cinta,” tegas Paus. “Mencintai sebagaimana Tuhan mencintai kita berarti menghargai orang-orang di samping kita dan menghormati kebebasan mereka, mencintai mereka apa adanya, dengan cuma-cuma.” Ini juga berarti mengatasi ambisi untuk menguasai orang lain, dan sebaliknya memberi diri kita bagi orang lain.

Paus mengajak umat Kristiani untuk tinggal dalam kasih Yesus sehingga sukacita kita bisa penuh. “Sukacita karena tahu bahwa kita dicintai Allah meskipun ketidaksetiaan membuat kita boleh menghadapi cobaan-cobaan hidup dengan percaya diri, membuat kita melewati krisis dan keluar dari krisis dengan lebih baik,” kata Paus. “Menjadi saksi-saksi sejati antara lain menjalani sukacita ini, karena sukacita adalah tanda khas seorang Kristen sejati,” kata Paus yang berdoa agar Santa Perawan Maria membantu kita untuk tinggal dalam kasih Yesus dan “bertumbuh dalam cinta untuk semua orang, dan memberi kesaksian tentang sukacita Tuhan yang Bangkit.”(PEN@ Katolik/paul c pati/Devin Watkins/Vatican News)

Tinggalkan Pesan