Home VATIKAN Jabatan kardinal memiliki tiga tingkat, Kardinal Uskup, Kardinal Imam, Kardinal Diakon

Jabatan kardinal memiliki tiga tingkat, Kardinal Uskup, Kardinal Imam, Kardinal Diakon

0
Riccardo De Luca - Update | Shutterstock
Riccardo De Luca – Update | Shutterstock

Dalam Gereja Katolik, jabatan kardinal secara tradisional memiliki tiga tingkatan, uskup, imam dan diakon, yang tidak mengacu pada status tahbisan mereka, karena sebagian besar secara teknis adalah uskup. Namun, pangkat ini tidak ada hubungannya dengan status tahbisan mereka, karena sebagian besar kardinal sebelumnya ditahbiskan sebagai uskup sebelum menerima jabatan khusus kardinal.

Tingkatan itu memiliki dasar dalam hierarki kuno sejak Gereja perdana di Roma. Awalnya, pangkat kardinal diberikan kepada uskup, imam dan diakon yang memiliki fungsi khusus di Roma.

Menurut Catholic Encyclopedia, “istilah Kardinal diterapkan di Roma di akhir abad kelima bagi para imam yang secara permanen melekat pada tituli Romawi (dua puluh lima hingga dua puluh delapan), atau kuasi-kuasi paroki dalam gereja Uskup Roma.”

Sebaliknya, para kardinal diakon diangkat untuk tujuh “wilayah” berbeda di kota Roma. Lebih khusus lagi, “untuk memperhatikan orang miskin, kota ini dibagi menjadi tujuh wilayah, yang masing-masing diurus oleh seorang diakon.”

Ketika Gereja mulai tumbuh dan berkembang, paus membutuhkan lebih banyak bantuan dalam administrasi. Kardinal uskup lalu dipilih menjadi perwakilan dan berpartisipasi dalam berbagai sinode untuk membahas urusan gerejawi, seperti yang dijelaskan oleh Catholic Encyclopedia.

Seiring berjalannya waktu dan seiring semakin terwujudnya kepemimpinan kepausan Gereja, volume urusan gerejawi dan duniawi meningkat pesat di Roma. Akibatnya, para paus memanggil sesama uskup untuk mewakili mereka pada jabatan-jabatan episkopal dan untuk membantu mereka dengan nasihat mereka.

Akhirnya menjadi kebiasaan untuk hanya menganugerahkan gelar “kardinal” kepada para uskup di dalam Gereja, tetapi jabatan itu terus mempertahankan tiga pangkat terpisah ini, yang disertai berbagai tugas.

Misalnya, menurut Catholic News Agency, “Dekan dari Kolese Kardinal, yang dipilih dari antara para kardinal uskup, memimpin konklaf untuk pemilihan paus. Dekan juga punya tanggung jawab untuk mengkomunikasikan kematian paus kepada korps diplomatik yang diakreditasi pada Takhta Suci dan kepada para kepala negara. Dia mewakili Takhta Suci selama sede vacante, dan dia orang yang bertanya kepada paus terpilih apakah dia menerima pemilihan itu, dan nama apa yang akan dia ambil.”

Para kardinal mempertahankan pangkat ini dan menghormati tradisi kuno itu, serta membagi peran-peran penting dalam hierarki Gereja.(PEN@ Katolik/paul c pati/Philip Kosloski/Aleteia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Barang di Rumah yang Sebaiknya Segera Diganti Jika Sudah Lama DipakaiDestinasi Alam yang Masih Sepi Tapi Memiliki Pemandangan MenakjubkanFenomena yang Sedang Ramai Dibicarakan di Media SosialCara Menabung yang Efektif Meski Gaji Pas-PasanMengapa Tubuh Tetap Lelah Meski Sudah Tidur Cukup?Orang Kaya Ternyata Punya Kebiasaan Pagi yang BerbedaKesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Sebelum Usia 30 TahunKesalahan Membersihkan Rumah yang Justru Membuat Kotoran Menumpuk7 Kebiasaan Pengguna Smartphone yang Diam-Diam Membuat HP Cepat RusakFakta Psikologi yang Bisa Menjelaskan Perilaku Sehari-hariTernyata Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Memberikan Efek IniFitur Tersembunyi Android yang Jarang Diketahui PenggunaKisah Sederhana yang Menginspirasi Banyak OrangKenapa WiFi Terasa Lambat Padahal Sinyal Penuh? Ini PenjelasannyaKota-Kota di Asia Tenggara yang Cocok untuk Liburan HematMengapa Banyak Bisnis Kecil Gagal di Tahun Pertama?Peluang Usaha Modal Kecil yang Masih Menjanjikan Tahun IniKuliner Malam yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Kota BaruTanda Tubuh Sedang Mengalami Stres BerlebihanCara Membersihkan Memori HP Tanpa Menghapus Foto PentingTrik Menata Rumah Agar Terlihat Lebih LuasKebiasaan Sepele yang Bisa Mengganggu Kualitas TidurKebiasaan Cas HP Semalaman, Benarkah Berbahaya?Kebiasaan Boros yang Sering Tidak DisadariAlasan Mengapa Banyak Orang Mendadak Menyukai Hobi IniMakanan Tradisional Indonesia yang Mulai Sulit DitemukanTernyata Ini Penyebab Baterai HP Cepat Habis Setiap HariKebiasaan Unik dari Berbagai Negara yang MengejutkanCara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kamar Secara AlamiMengapa Beberapa Orang Lebih Suka Menyendiri?Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mata di Era DigitalCara Mengetahui Akun WhatsApp Sedang Disadap atau TidakHal-Hal Kecil yang Ternyata Membuat Orang Lebih BahagiaTren Baru yang Diprediksi Akan Populer dalam Waktu DekatBarang yang Sebaiknya Tidak Disimpan Terlalu Lama di KulkasCerita di Balik Kebiasaan yang Dianggap Biasa oleh Banyak OrangCara Mengatur Keuangan Agar Tidak Selalu Kehabisan Uang di Akhir BulanTips Menghemat Listrik yang Jarang Diketahui5 Aplikasi Gratis yang Bisa Membuat Kerja Lebih CepatIde Penghasilan Tambahan yang Bisa Dikerjakan dari RumahKesalahan yang Sering Dilakukan Saat Merencanakan LiburanEfek Duduk Terlalu Lama yang Jarang DisadariModus Penipuan Online Terbaru yang Sedang MarakFakta Menarik Tentang Destinasi Populer yang Jarang DiketahuiMinum Air Putih Saat Bangun Tidur, Apa Benar Banyak Manfaatnya?Kesalahan Saat Berbelanja yang Membuat Pengeluaran MembengkakPenelitian Terbaru Mengungkap Fakta Menarik Tentang Kehidupan ModernRahasia Rumah Selalu Rapi yang Jarang DiketahuiPeluang Bisnis Rumahan yang Semakin Diminati Banyak OrangAlasan Wisatawan Sering Kembali ke Destinasi yang SamaModus Baru di Internet yang Perlu Diwaspadai Pengguna SmartphoneFakta Tentang Kopi yang Mungkin Belum Anda KetahuiAlasan Banyak Orang Mulai Mengurangi Penggunaan Media SosialTempat Wisata yang Terlihat Lebih Indah Saat Musim TertentuMakanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Saat Perut KosongKebiasaan Pagi yang Membantu Menjaga ProduktivitasTanda-Tanda Kondisi Keuangan Anda Perlu Segera DibenahiTanda Peralatan Elektronik di Rumah Perlu DigantiKesalahan Saat Mencuci Pakaian yang Membuat Cepat RusakCara Mendapatkan Tiket Pesawat Lebih Murah
Exit mobile version