Makassar

“Kami mendoakan semua korban kekerasan, terutama yang terjadi pada penyerangan pagi ini di Indonesia, di depan Katedral Makassar. Semoga Bunda Maria membantu kita, yang selalu mendahului kita di jalan iman.”

Doa itu disampaikan oleh Paus Fransiskus dalam Doa Angelus yang dilaksanakan sebelum berkat penutup dalam Misa Minggu Palma di Basilika Santo Petrus 28 Maret. Hari itu, tepatnya pukul 10.26 WITA di hari Minggu Palma terjadi bom bunuh diri di pintu gerbang arah Jalan Kajaolalido depan pagar Gereja Katedral Makassar yang langsung menewaskan pelakunya dan mengakibatkan beberapa umat terluka dan dirawat di rumah sakit.

Menanggapi peristiwa itu, Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI) menghimbau seluruh umat Katolik dan seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dan berharap “peristiwa ini tidak merusak atau melemahkan hubungan antarumat beragama dan kepercayaan yang selama ini terus kita bangun, kita rawat, dan kita kembangkan.”

Pernyataan sikap dan himbauan di hari yang sama yang ditandatangani oleh ketua dan sekretaris Komisi HAK KWI, masing-masing Mgr Yohanes Harun Yuwono dan Pastor Agustinus Heri Wibowo Pr itu juga menegaskan bahwa peristiwa itu mencederai rasa kemanusiaan seluruh bangsa.

“Peristiwa bom bunuh diri tersebut bukan hanya menjadi keprihatinan umat Katolik semata melainkan keprihatinan seluruh bangsa dan Negara Indonesia,” tulis komisi itu yang selanjutnya mengecam keras “tindakan bom bunuh diri yang merendahkan martabat manusia, menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan dan menambah datar panjang tindakan terorisme di bumi Nusantara yang kita cintai.”

Komisi itu juga minta seluruh umat Katolik dan seluruh masyarakat untuk “tidak takut dan resah, namun tetap waspada,” dan “agar tidak ada di antara kita yang memosting gambar atau video tentang peristiwa ini yang justru dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.” Komisi itu juga percaya, Pemerintah, TNI dan Polri mampu mengusut tuntas kasus ini dan dapat menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di Makassar.

Sebelumnya Vikaris Judisial Keuskupan Agung Makassar Pastor Frans Nipa Pr telah menyampaikan lewat Youtube bahwa Uskup Agung Makassar Mgr Johannes Liku Ada’ dan para pastor di Katedral dan keuskupan “semua dalam keadaan baik-baik.”

Atas nama Kuria Keuskupan Agung Makassar, Pastor Nipa juga berharap para pastor dan seluruh umat “tetap tenang, terus waspada,” dan sepenuhnya mempercayakan kasus itu kepada pihak keamanan untuk ditangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain mengumumkan semua Misa Minggu Palma di Paroki Katedral Makassar siang sampai malam “dibatalkan,” Pastor Nipa mengajak terus membawa “kejadian ini dalam doa-doa kita.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Paus Fransiskus tepat saat mengucapkan doa untuk korban di depan Katedral Makassar (Paul C Pati/paul c pati/screenhot)
Paus Fransiskus tepat saat mengucapkan doa untuk korban di depan Katedral Makassar (Paul C Pati/paul c pati/screenhot)

Warning: A non-numeric value encountered in /home/martinus/public_html/pena/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

Tinggalkan Pesan