(Foto PEN@ Katolik/yf)
(Foto PEN@ Katolik/yf)

Sabtu pukul 09.00, 20 Maret, nampak enam imam diosesan atau projo Keuskupan Maumere yang sedang sakit dan beristirahat di Pang Nari Nerang (PNN) menunggu umat yang hendak mengunjungi mereka. Tak lama kemudian, 10 guru SD Inpres Iligetang, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, datang membawa “kado” untuk Pastor Bonefasius, Pastor Laurens Liwu Goru, Pastor Adrianus Ade Nong, Pastor Herman Yosep, Pastor Vinsen Tote dan Pastor Efraim Dida. “Kado yang kami bawa adalah kasih dan hiburan. Semoga kunjungan kami membangkitkan kembali semangat para gembala untuk segera sembuh dan berkarya kembali. Kunjungan ini juga menggugah umat di keuskupan untuk peduli terhadap para gembala yang sedang sakit,” kata Simprosa, seorang guru. Menurut Pastor Herman Yosep, PNN atau tempat istirahat dalam bahasa Sikka, “bukanlah tempat peristirahatan terakhir, tetapi tempat mereka beristirahat sementara waktu karena kondisi kesehatan.” Di tempat itu, jelas imam itu, “kami berusaha menghibur diri sendiri dan saling menghibur satu sama lain.” Kunjungan ke PNN itu, jelas Guru Agama Katolik SDI Iligetang Yuliana Yenite kepada PEN@ Katolik, adalah kesepakatan bersama para guru itu sebagai aksi puasa nyata. Surat Gembala Prapaskah 2021 Keuskupan Maumere yang dikeluarkan Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu Pr, jelasnya,  meminta umat keuskupan itu “mempromosikan sikap bela rasa dan belas kasih dan menjadi tanda kehadiran Allah yang berbela rasa di tengah dunia.” (PEN@Katolik/Yuven Fernandez)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/martinus/public_html/pena/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

Tinggalkan Pesan