St_Dominic_by_Fra_Angelico_Public_Domain_CNA

Untuk peringatan 800 tahun dies natalis Santo Dominikus (hari kelahiran orang kudus itu di surga), Paus Fransiskus menyetujui permohonan indulgensi penuh yang disampaikan oleh Master Jenderal Ordo Pewarta Pastor Gerard Francisco Timoner III OP.

Keputusan ini tertulis dalam dekrit yang dikeluarkan oleh Penitensaria Apostolik yang baru ditayangkan di web resmi Ordo Pewarta 9 Maret. Dekrit itu ditandatangani oleh Ketua Penitensaria Apostolik Kardinal Mauro Piacenza dan wakilnya Pastor Krzysztof Nykiel. “Berdasarkan tugas yang diberikan Paus Fransiskus, Penitensaria Apostolik mengabulkan permohonan indulgensi yang disampaikan oleh Master Ordo,” tulis dekrit itu.

Selain diberikan kepada orang yang menjalankan syarat-syarat biasa yakni Mengaku Dosa, Menerima Komuni dan berdoa bagi intensi-intensi Paus, menurut dekrit itu Indulgensi Penuh juga bisa diberikan setiap kali bagi umat beriman yang benar-benar bertobat dan digerakkan oleh kasih mengunjungi Basilika Santa Sabina di Bukit Aventino Roma atau Makam Santo Dominikus di Biara Patriarkal Bologna, dan berdoa dengan rendah hati kepada Allah di tempat-tempat ini untuk kesetiaan pada panggilan Kristen, untuk karunia panggilan hidup imamat dan hidup bakti, untuk pertobatan para pendosa dan pertumbuhan Kerajaan Kristus di dunia, dan diakhiri dengan doa Bapa Kami, Aku Percaya dan doa-doa untuk Perawan Maria, Bunda Rosario.

Indulgensi Penuh juga bisa diberikan kepada umat beriman setiap kali mereka benar-benar hadir dalam perayaan untuk menghormati Santo Dominikus di gereja atau oratorium Ordo yang ditentukan, khususnya 6 Januari 2021 dan 2022, ketika perayaan Yubileum dibuka dan ditutup, 24 Mei 2021, Peringatan Perpindahan Relikui Santo Dominikus yang terjadi di masa Paus Gregorius IX (1233), dan 4 Agustus 2021, hari kelahiran Santo Dominikus di surga.

Juga ditulis, “para lansia, orang sakit, dan semua orang yang karena alasan berat tak bisa tinggalkan rumah juga bisa memperoleh Indulgensi Penuh, setelah mereka menyatakan ketetapan hati untuk melepaskan diri dari semua dosa dan niat untuk memenuhi secepat mungkin tiga persyaratan yang biasa, apabila mereka secara rohani bersatu dengan perayaan-perayaan atau ziarah-ziarah dengan mempersembahkan doa, penderitaan atau kesulitan hidup mereka kepada belas kasihan Allah melalui tangan Maria.”

Agar kemurahan kasih pastoral menyebar lebih mudah, dan agar mendapat pengampunan ilahi melalui sarana-sarana Gereja, Penitensaria ini meminta dengan penuh perhatian agar para imam dari Ordo Pewarta siap dan murah hati merayakan Sakramen Tobat dan selalu menyelenggarakan persekutuan dengan orang sakit.

Dekrit yang berlaku sepanjang Tahun Yubileum itu juga menegaskan, indulgensi itu bisa diterapkan pada jiwa-jiwa orang beriman yang masih berada di Api Penyucian, dan “tugas para uskup dengan martabat kardinal atau episkopal dalam perayaan Yubileum paling hikmat adalah memberikan Berkat Kepausan bersama Indulgensi Penuh itu pada satu kesempatan, yang bisa diikuti umat beriman yang sungguh-sungguh bersedia menerima Berkat yang sama itu.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Rescritto-dellIndulgenza-Plenaria-per-il-Giubileo.2021 (1)

Tinggalkan Pesan