Santa Katarina dari Ricci
Santa Katarina dari Ricci

Santa Katarina dari Ricci (1522-1590) menjadi salah satu dari lima santa dari Ordo Pewarta (Dominikan) yang telah dikanonisasi. Keempat santa yang lain adalah Santa Rosa dari Lima, Santa Agnes dari Montepulciano, Santa Katarina dari Siena, dan Santa Margaret dari Hongaria.

Santa Katarina dari Ricci berasal dari keluarga bangsawan Ricci di Florence. Pada usia 13 tahun, ia memutuskan menjadi biarawati dari Ordo Dominikan di biara Santa Margaret di Tuscany. Setelah mengucapkan kaul kekal, ia ditunjuk sebagai kepala biara dan posisinya terus berlanjut selama 36 tahun.

Teladan hidupnya menjadi contoh bagi para biarawati lain terutama dalam kehidupan berkomunitas baik di dalam Ordo, Gereja serta masyarakat umum. Santa Katarina juga memiliki devosi kuat terhadap Salib Yesus. Karena pengabdiannya pada salib, dia berusaha mengenang dan menghidupkan kembali sengsara Kristus dengan melakukan doa jalan salib pada setiap hari Jumat. Ia juga menerima stigmata yang dikenal dengan istilah “Ecstacy of the Passion” (sengsara Yesus) yang ia alami setiap hari Kamis hingga Jumat selama 12 tahun.

Semua yang dialaminya, ia tulis dalam catatan harian. Dan, ia juga menulis beberapa surat kepada Paus Pius V dan pemimpin Gereja lain yang berisi ajakan untuk perkembangan dan reformasi Gereja. Setelah kepergiannya, semua tulisan dan suratnya menjadi sumbangan begitu kaya bagi perkembangan spiritualitas dan pemikiran teologis Gereja Katolik.

Sahabat terkasih, teladan atau spiritualitas dari Santa Katarina dari Ricci OP yang kita peringati 4 Februari ingin mengajak kita semua untuk senantiasa menjauhkan hati dan keinginan dari hal-hal duniawi, dan cinta dunia yang semu.

Sebaliknya, kita harus mengarahkan hati kita untuk mengasihi Tuhan semata. Akan tetapi, kita mengasihi Allah bukan karena demi kepentingan diri kita sendiri, melainkan mencintai-Nya dengan tulus seperti kasih Allah yang murni.

Oleh karenanya, pertanyaannya sekarang ialah, “bagaimana kita dapat mencintai Allah dengan sempurna melebihi cinta kita pada diri sendiri dan kepada dunia ini?”

Syukur pada Allah, yang dilakukan Santa Katarina sejalan dengan pesan Injil Markus 6: 7-13. Yesus menunjukkan kepada murid-murid-Nya bagaimana mengasihi dan melayani Allah demi kepentingan Kerajaan Surga, yaitu seperti ada tertulis: “Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.”

Melalui sabda-Nya ini, Yesus menghendaki para murid-Nya dan kita semua senantiasa menggantungkan sepenuhnya hidup pada kehendak Allah. Hal ini perlu supaya hati kita tidak terikat dan terbeban dengan materi atau barang duniawi yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Dengan kata lain, apabila Allah yang memanggil, maka Ia pula yang akan menyediakan segala yang kita perlu termasuk kuasa untuk melakukan pelayanan atau pekerjaan-Nya.

Semoga ini menginspirasi agar kita senantiasa menjadikan isi hati, pikiran, perbuatan dan perkataan kita sebagai doa dan pujian kepada Allah yang telah begitu mengasihi kita. Dan, melalui perantaraan doa dari Santa Katarina dari Ricci yang juga merupakan santa pelindung bagi orang-orang sakit, kita pun mau berdoa dan memohon rahmat belas kasih Allah bagi keluarga, sahabat dan semua orang yang sedang sakit di masa pandemi ini. Biarlah, di dalam sakit yang mereka alami, mereka dapat mengambil bagian dalam sengsara Kristus dan mengalami kesembuhan karena bilur-bilur Yesus.

Frater Agustinus Hermawan OP

Tinggalkan Pesan