Patriark Chaldea Louis Raphael Sako (AFP)
Patriark Chaldea Louis Raphael Sako (AFP)

Bulan Desember, Vatikan umumkan bahwa Paus Fransiskus akan melakukan kunjungan apostolik ke Irak di bulan Maret, perjalanan luar negeri pertamanya sejak November 2019, saat pembatasan diberlakukan karena pandemi akibatkan pembatalan berbagai perjalanan.

Perjalanan itu dianggap berisiko sejak awal, tapi tidak surut antusiasme umat Kristiani di Irak untuk menerima berita itu. Tapi, hari Minggu, 10 Januari, komentar Paus dalam wawancara televisi menambahkan peringatan yang realistis terhadap antusiasme itu.

Paus mengakui, dia telah membatalkan dua perjalanan internasional di tahun 2020, “karena sesuai hati nurani saya tidak bisa buat pertemuan, bukan?” Dan Paus tambahkan, dengan agak tidak menyenangkan, “Sekarang saya tidak tahu apakah perjalanan berikut ke Irak akan dilakukan.”

Hari Kamis, 14 Januari, satu-satunya kardinal Katolik Irak, Patriark Khaldea Louis Raphael Sako, minta umat beriman agar mulai Minggu, 17 Januari, mendoakan doa berikut untuk kunjungan itu:

“Ya Tuhan Allah kami, berilah kepada Paus Fransiskus kesehatan dan keselamatan untuk melaksanakan dengan sukses kunjungan yang ditunggu-tunggu ini. Berkatilah upayanya untuk meningkatkan dialog, memperkuat rekonsiliasi persaudaraan, membangun kepercayaan diri, mengkonsolidasikan nilai-nilai perdamaian dan martabat manusia, terutama bagi kami orang Irak yang telah melalui ‘peristiwa’ menyakitkan yang mempengaruhi kehidupan kami. Tuhan, Pencipta kami, terangilah hati kami dengan cahaya-Mu, untuk mengenali kebaikan dan kedamaian, dan untuk merealisasikannya. Bunda Maria, kami mempercayakan kunjungan Paus Fransiskus pada perhatian Bunda, sehingga Tuhan boleh memberi kami rahmat kehidupan dalam persekutuan nasional yang lengkap, dan bekerja sama secara persaudaraan untuk membangun masa depan lebih baik bagi negara dan warga negara kami. Amin.”

Perjalanan Paus Fransiskus ke Irak dijadwalkan tanggal 5-8 Maret dan diperkirakan akan mencakup pemberhentian di Baghdad, Mosul, Erbil, dan Dataran Niniwe, tempat umat Kristen dipaksa keluar dari desa mereka oleh kelompok ISIS tahun 2014. Paus diharapkan juga datang ke Ur di Irak selatan, yang menurut catatan Kitab Suci sebagai tempat kelahiran Abraham. Di sana, diharapkan Paus menghadiri pertemuan antaragama dengan umat Kristen, Yahudi, dan Muslim. Jika perjalanan itu jadi, Paus Fransiskus akan menjadi paus pertama yang mengunjungi Irak.(PEN@ Katolik/pcp/John Burger/Aleteia)

 

Tinggalkan Pesan