Devosan menghadiri salah satu Misa novena yang diadakan di Basilika Minore del Santo Niño di Kota Cebu, 11 Januari 2021. (courtesy of BMSN CEBU)
Devosan menghadiri salah satu Misa novena yang diadakan di Basilika Minore del Santo Niño di Kota Cebu, 11 Januari 2021. (courtesy of BMSN CEBU)

Karena semakin banyaknya umat yang datang, Basilika Minore Del Santo Niño De Cebu membatalkan semua Misa publik mulai 12 Januari hingga pesta bayi Yesus 17 Januari. Dalam pernyataan yang dirilis 11 Januari, para biarawan Augustinian di basilika itu mengatakan keputusan itu dibuat demi “kebaikan dan keuntungan bersama.” Pastor Pacifico Nohara Jr., prior dan rektor basilika yang berusia berabad-abad itu mengatakan, situasi itu menuntut mereka bertindak demi mencegah penularan virus corona. Selama empat hari terakhir Misa novena itu, ribuan umat berbondong-bondong datang ke basilika itu meskipun ada ancaman Covid-19. “Situasi itu meminta kita untuk mengangkat situasi itu dan memilih tindakan ini demi kebaikan dan keuntungan bersama,” kata Pastor Nohara. Menurutnya, menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat adalah persoalan “moral Kristiani.” Imam itu melanjutkan,  “Kami meminta pengertian besar kalian yang besar dan berharap agar, dengan hati dan pikiran kami yang selaras dengan belas kasih Allah untuk membebaskan kami dari momok pandemi itu, kami bisa merayakan keseluruhan Fiesta Señor di waktu Allah yang tepat,” kata imam itu seraya mengajak umat mengikuti Misa novena yang tersisa dan hari raya itu secara online melalui halaman Facebook dan saluran YouTube gereja itu. Namun, para biarawan mengatakan basilika itu serta pekarangannya akan tetap terbuka untuk umat yang ingin berkunjung.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan CBCP News)

Tinggalkan Pesan