Josh Applegate / Unsplash CC0
Josh Applegate / Unsplash CC0

Biasanya kita berpikir bahwa yang disebut “misionaris” hanyalah para imam atau kaum religius heroik yang berkarya di negeri-negeri yang jauh, yang membawa Injil ke suku-suku asli. Definisi kata itu mungkin benar, namun itu hanya sebagian dari gambaran.

Kenyataannya, seperti yang diulang-ulang oleh Santo Yohanes Paulus II dalam homili tahun 1998, semua umat Kristen yang terbaptis ditantang untuk menjadi misionaris dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Baptisan juga merupakan sumber dinamisme apostolik. Tugas misionaris dari orang yang dibaptis, sesuai panggilan mereka sendiri, secara luas dipertimbangkan oleh Konsili Vatikan II yang, dalam Konstitusi Lumen Gentium, mengajarkan, “Setiap murid Kristus mengemban kewajiban untuk menyebarkan iman dengan kemampuan terbaiknya” (no 17). Dalam Ensiklik Redemptoris Missio, saya menekankan bahwa berdasarkan Baptisan semua umat awam adalah misionaris (lih. no. 71).

Bahkan Katekismus Gereja Katolik menegaskan “mandat misionaris” ini. “Yang dilahirkan kembali sebagai anak-anak Allah [dibaptis] wajib mengakui di hadapan manusia iman yang telah mereka terima dari Allah melalui Gereja” dan ikut mengambil bagian dalam kegiatan apostolik dan misioner Umat Allah. (KGK 1270)

Ini berarti, umat awam tidak dikecualikan dari pewartaan Injil kepada orang lain. Namun, ini tidak berarti berdiri di setiap sudut jalan dan bertanya kepada setiap orang yang Anda temui apakah mereka umat Kristen. Menjadi misionaris bisa mengambil berbagai bentuk, selalu sesuai keadaan hidup seseorang. Ini bisa mencakup menyampaikan Kabar Gembira kepada orang-orang yang belum pernah Anda temui sebelumnya, tetapi sebagian besar waktu, berputar di sekitar kehidupan Kristen yang otentik.

Meterai pembaptisan menyanggupkan dan mewajibkan umat Kristen untuk… menjalankan imamat pembaptisan mereka dengan kesaksian hidup kudus dan pelayanan kasih yang praktis. (KGK 1273)

Dunia hendaknya bisa dengan mudah mengidentifikasi Anda sebagai umat Kristen melalui cara hidup Anda dan kata-kata yang Anda ucapkan atau tulis di media sosial.

Dengan cara ini, semua umat Kristen yang dibaptis bisa menjadi misionaris, memberitakan Injil dengan kata-kata, tetapi yang terpenting, melalui cara hidup mereka.(PEN@ Katolik/pcp/Philip Kosloski/Aleteia)

Tinggalkan Pesan