Kardinal Tagle (Foto Noel Celis/AFP)
Kardinal Tagle (Foto Noel Celis/AFP)

Menamai seorang anak adalah keputusan penting dan apa bunyi nama itu bukan satu-satunya hal yang harus dipertimbangkan orang tua, kata Kardinal Luis Antonio Tagle. Oleh karena itu, lanjut kardinal, memberikan nama adalah proses penting karena nama adalah hal “sakral”. Prefek Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa di Vatikan itu menegaskan, “Nama bukan sekedar label. Nama mengandung identitas seseorang.” Pernyataan itu diungkapkan kardinal itu dalam Misa di Pontifical Filipino College di Roma, Italia, 1 Januari, Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. Kardinal itu kemudian menceritakan bagaimana dia “terluka” setelah tahu bahwa anak-anak, terutama yang baru lahir, di kamp pengungsi yang dia kunjungi tidak diberikan “martabat dari nama.” Menurut kardinal, pemberian nama kepada mereka itu ilegal karena mereka tidak punya identitas menyangkut negara tuan rumah. Bagaimana nama anak-anak itu? Angka-angka, kenangnya. “Saya terkejut bahwa itu masih ada,” kata Kardinal Tagle. “Itulah mengapa saya menyadari betapa sakralnya nama itu.” Saat tahun baru tiba, kardinal itu mengatakan bahwa adalah hal biasa bagi orang-orang untuk meminta dari Allah berkat untuk tahun yang lebih baik. Namun seringkali, menurut kardinal, orang mengasosiasikan berkat dengan materi. Ketika merenungkan bacaan hari itu, kardinal mengingatkan umat beriman bahwa “Allahlah yang memberkati orang” dan “nama dari Allah itulah berkat,” kata Tagle. “Saat Allah datang, Allah menyelamatkan. Allah tidak menghancurkan tapi menyelamatkan.”(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan CBCP News)

Tinggalkan Pesan