Misa Tahun Baru

Dalam Bacaan kedua Hari Raya Santa Maria Bunda Allah, 1 Januari, Santo Paulus mengatakan kepada kita bahwa Yesus “lahir dari seorang perempuan.” Dalam beberapa kata itu, kata Paus Fransiskus, Santo Paulus memberitahukan kepada kita sesuatu yang menakjubkan, “bahwa Tuhan lahir seperti kita.” Yesus dikandung dan dibentuk dalam rahim Maria. Maria, kata Paus, “bukan hanya jembatan yang menghubungkan kita dengan Allah, tapi lebih dari itu. Dia adalah jalan yang dilalui Tuhan untuk mencapai kita, dan jalan yang harus kita lalui untuk menjangkau-Nya.”

Demikian bagian dari homili Paus yang dibacakan oleh Sekretaris Negara Kardinal Pietro Parolin dalam Misa pagi hari Tahun Baru. Kardinal Parolin menggantikan Paus, yang menderita serangan linu panggul yang menyakitkan.

Menurut Paus, “Kita berada di dunia ini bukan untuk mati tetapi untuk memberi hidup.” Maria adalah teladan bagi kita, “dengan menyimpan semua ini di hati kita.” Dari Maria kita bisa belajar “betapa pentingnya menjaga hati kita tetap murni, memperkuat kehidupan batin kita dan doa kita.” Kalau kita melakukannya, kita akan mampu untuk benar-benar peduli, “menghargai orang lain, dunia, dan ciptaan.”

Di tahun baru ini, kata Paus, “meskipun kita mengharapkan awal baru dan penyembuhan baru, janganlah lupa akan perhatian. Bersama dengan vaksin untuk tubuh kita, kita perlu vaksin untuk hati kita. Vaksin itu adalah perhatian.” Paus menambahkan, “Tahun ini akan jadi tahun yang bagus kalau kita memperhatikan orang lain, seperti yang dilakukan Bunda Maria kepada kita.”

Ungkapan Paus tentang lahir itu merupakan bagian kedua dari tiga fokus homili Paus hari itu “yang digenapi dalam Santa Maria Bunda Allah” yakni pertama, memberkati, dari Bacaan Pertama, kedua, lahir, dari bacaan kedua, seperti yang direnungkan di atas, dan ketiga, menemukan, dari Bacaan Injil hari itu.

Dalam Bacaan pertama, Tuhan memerintahkan Musa untuk memberkati orang-orang. Itu bukan nasehat, tapi “permintaan khusus,” kata Paus. Kita perlu diberkati, lanjut Paus, dan di hari Natal, kita menerima “bukan hanya perkataan berkat, tetapi berkat itu sendiri: Yesus sendiri adalah berkat dari Bapa.”

Meskipun Yesus adalah berkat, Maria diberkati melalui rahmat, dan “dengan cara ini, membawa berkat Allah kepada kita. Di mana pun Maria berada, Yesus datang kepada kita,” kata Paus. Demikian pula kita dipanggil untuk memberkati, berbicara dengan baik tentang orang lain, tentang masyarakat, dan tentang diri sendiri, terutama di dunia yang begitu sering “tercemar” dengan pembicaraan dan pikiran jelek.

Kata kerja ketiga yang direnungkan Paus adalah menemukan. Pada Natal pertama, para gembala, yang dituntun oleh rahmat, menemukan Tuhan, bukan “dalam tanda-tanda ajaib, tetapi dalam sebuah keluarga sederhana.” Kita juga membutuhkan rahmat untuk menemukan Yesus, dan begitu kita menemukan Dia, “kita tidak boleh melupakan Dia.”

Di tahun baru ini, kita dipanggil, seperti para gembala, untuk aktif menerima rahmat. Di tahun baru ini, kata Paus, “baguslah menemukan waktu untuk sesama.” “Waktu adalah harta yang kita semua miliki,” lanjut Paus seraya mengajak kita “memohon rahmat untuk menemukan waktu bagi mereka yang perlu seseorang untuk mendengarkan dan menunjukkan kepedulian pada mereka.” Jika kita bisa menemukan waktu untuk memberi, kata Paus, “kita akan kagum dan dipenuhi sukacita, seperti para gembala.”

Paus mengakhiri homili dengan doa, “Semoga Bunda Maria, yang membawa Allah masuk ke dunia waktu, menolong kita untuk bermurah hati dengan waktu kita,”

Bunda Allah, untukmu kami persembahkan Tahun Baru ini. Engkau, yang tahu bagaimana menghargai apa-apa yang ada dalam hatimu, perhatikanlah kami, berkatilah waktu kami, dan ajarilah kami menemukan waktu untuk Allah dan untuk sesama. Dengan sukacita dan keyakinan, kami memujimu: Bunda Allah yang Kudus! Bunda Allah yang Kudus! Bunda Allah yang Kudus!(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan