Jiwaku memuliakan Tuhan
Jiwaku memuliakan Tuhan

Ketika menerima kabar bahagia, kita pasti mau menyampaikan kabar bahagia itu kepada orang lain. Rasanya tidak bisa menutupi rasa bahagia yang dialami. Kita mau orang lain merasakan juga kebahagiaan itu. Ketika seorang anak menjadi juara atau mendapat penghargaan, misalnya, seorang ibu tidak akan tinggal diam, ia akan memberitahu orang-orang kalau anaknya adalah juara. Sang ibu yang bangga dan bahagia mau menunjukkan kebahagiaannya kepada orang lain.

Hari ini, 22 Desember, kita melihat dalam Lukas 1:46-56 bagaimana Maria begitu bahagia ketika berjumpa dengan Elizabet sehingga dalam kebahagiaannya ia memuji Tuhan. Inilah sebuah pujian dan rasa syukur yang dialami oleh Maria. Setelah menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel dan melihat sendiri keadaan Elizabet, tidak ada yang dapat menghentikan rasa syukur Maria. Ia sadar, dia manusia lemah dengan segala kekurangan, tetapi rahmat dan kasih Allah begitu besar yang ia rasakan.

Sahabat, belajar dari Maria, mari kita juga mensyukuri rahmat dan kasih Allah yang boleh kita rasakan dalam hidup ini. Walaupun sederhana, tetapi ketika melihat dari kacamata syukur, maka tiada hentinya kita menikmati kebaikan Allah dalam hidup ini. Terutama dalam menyambut Natal tahun ini, dalam kesederhanaan kita mensyukuri rahmat Allah yang kita terima melalui keluarga kita.(FRAY.EL.OP)

Tinggalkan Pesan