Kardinal Tagle
Kardinal Luis Antonio Tagle

Kita harus ingat, mungkin Natal yang asli, ketika Kristus lahir, situasinya tidak ideal. Israel berada dalam kondisi kehidupan sangat sulit, dan di tengah-tengah itu, Anak Allah lahir. Saya kira masalah dan penderitaan tahun ini akan membantu kita fokus pada pesan harapan dan Natal.

Tuhanlah yang akan datang kepada kita. Kita tidak akan pernah sendirian. Imanuel: Tuhan beserta kita. Hal-hal lain yang ada bersama kita akan hilang: investasi, prestasi, hadiah, uang kita… semuanya akan lenyap. Semua hal yang kita kaitkan dengan Natal ini mungkin akan hilang. Tetapi Yesus yang datang sebagai salah satu dari kita, Tuhan bersama kita, akan bersama kita selamanya. Itulah harapan kita.

Harapan Natal 2020 dan kata-kata penghiburan untuk penderita Covid-19 itu disampaikan Prefek Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa yang juga Presiden Caritas Internationalis Kardinal Luis Antonio Tagle dalam wawancara dengan Alessandro Gisotti dari Vatican News, 15 Desember.

Mengenang pengalaman pribadinya tertular Covid dan menekankan pentingnya menyambut kelahiran Yesus sebagai momen harapan dan kelahiran kembali untuk semua umat manusia, Kardinal Tagle mengatakan, kesedihan dan harapan mewarnai hari-hari menjelang Natal 2020 di tengah pandemi. “Tahun yang akan segera berakhir ditandai penderitaan tetapi juga komitmen begitu banyak orang untuk membantu orang yang menderita,” kata kardinal itu.

Sebagai orang yang sembuh dari Covid-19, Kardinal Taggle mengatakan dia “saudara” orang-orang yang positif dan pernah mengalami kondisi ketakutan dan ketidakpastian, dia juga tahu kekacauan, penderitaan, ketakutan mereka.

“Saya ingin mengatakan kepada mereka, dan semua orang yang mau mendengarkan, bahwa kita bisa terkejut dengan hal seperti ini, yang Anda tidak harapkan. Maka seperti yang dikatakan Injil, Anda tidak tahu kapan itu akan datang, kapan Tuhan akan datang, jadi bersiaplah,” kata kardinal asal Filipina itu.

Maka, Kardinal Tagle berharap semua orang senantiasa hidup berdamai dengan Tuhan dan dengan sesama dan tidak menunda hal-hal baik dan kecil yang bisa dilakukan sekarang “karena Anda mungkin tidak punya kesempatan lain untuk melakukannya.”

Paus Fransiskus berkali-kali mengatakan tahun ini bahwa pandemi membuktikan bahwa tidak ada yang bisa diselamatkan sendirian. Menjawab pertanyaan apa yang bisa dilakukan orang Kristen, secara konkrit, untuk memberikan kesaksian atas kata-kata Paus itu, Kardinal Tagle mengenang betapa kreatifnya umat Kristen merayakan Natal.

“Ada banyak hal,” kata kardinal itu. “Tahun ini, Natal 2020 dalam pandemi menyerukan solidaritas. Saya harap kita bisa kreatif, menemukan cara, khususnya dalam mengingatkan saudara-saudara kita bahwa mereka punya teman yang bisa diandalkan. Mungkin, daripada menabung untuk diri sendiri, mengapa saya tidak menabung untuk sesama yang tidak punya uang? Daripada berpesta untuk diri sendiri dan keluarga sendiri, mengapa saya tidak memesan makanan juga untuk seseorang? Ada banyak cara, agar orang tahu saya punya saudara laki-laki, saya punya saudara perempuan, saya punya teman.”

Mengomentari bahwa tahun 2020, tahun penderitaan ini,  akan segera berakhir, Kardinal Tagle berharap agar orang-orang memiliki kekuatan, harapan, keyakinan dan kegembiraan untuk membuat tahun baru lebih cerah. “Kita tidak bisa menunggu faktor luar berubah. Mungkin mereka tidak akan berubah. Tapi kita bisa mengubah pandangan kita dan itu akan membuat tahun baru lebih cerah: harapan kita, solidaritas kita, kegembiraan kita.”(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan