Mgr-Edwaldus
Mgr Edwaldus Martinus Sedu Pr (PEN@ Katolik/pcp)

Kenyataan bahwa selama pandemi banyak kegiatan dilakukan dari rumah, misalnya kerja dari rumah (working from home), belajar dari rumah (study from home) dan bahkan Misa dari rumah (Mass from home) harus memantik semangat kita untuk menemukan semangat baru dalam menggereja. Di tengah situasi sulit ini, kita perlu melihat setitik cahaya harapan untuk bertolak ke tempat yang dalam karya pastoral dengan menghidupkan kembali semangat Gereja Rumah Tangga (Ecclesia Domestica).

Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu Pr menulis hal itu dalam Surat Gembala Uskup Maumere Adven 2020 bertema “Menggereja Secara Baru di tengah Pandemi Covid-19” yang dibacakan serentak di 35 gereja paroki di Keuskupan Maumere, 6 Desember.

Mgr Edwal mengakui bahwa secara umum pandemi itu telah memberikan pukulan langsung terhadap emat aspek kehidupan manusia yaitu aspek sosial, ekonomi, pendidikan dan religius. Meski pun demikian, tegas uskup itu, “betapa pun pandemi secara dramatis telah mengubah hidup dan kebiasaan manusia dan mendatangkan kesialan berlipat ganda di pelbagai segi kehidupan, namun kehidupan harus tetap berjalan, life must go on.”

Covid-19 dan segala jenis wabah lainnya, lanjut Mgr Edwal, “tidak boleh melemahkan daya juang kita untuk semakin bersatu dan kreatif dalam menggereja dan hidup bermasyarakat sebagaimana ditegaskan oleh Paus Fransiskus bahwa pandemi Covid-19 menghidupkan kembali semangat tentang komunitas global, semua dalam perahu yang sama di mana masalah satu orang adalah masalah semua (Fratelli tutti, 32).”

Seraya mengutip anjuran Apostolik Familaris Consortio yang meminta Keluarga Kristen menampilkan dan mewujudkan persekutuan gerejawi dan membangun Gereja, Mgr Edwal menegaskan bahwa tugas umat Kristen adalah mentransformasikan keluarga-keluarga sebagai Ecclesia Domestica dan menjadikan Ecclesia Domestica sebagai basis misioner pewartaan Kerajaan Allah di tengah dunia.

“Jadikanlah keluarga sebagai sekolah iman serta sekolah kemanusiaan tempat semua mengalami persekutuan dengan Tuhan dan sesama. Berusahalah agar setiap keluarga sungguh menjadi Ecclesia Domestica yaitu tempat yang kudus di mana Allah hadir. Secara khusus di dalam doa keluarga, digenapilah Sabda Tuhan yang mengajarkan bahwa jika dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, Tuhan hadir,” kata Mgr Edwal.

Pada akhir surat gembalanya uskup Edwal menegaskan bahwa keluarga sebagai focus dan locus karya pastoral harus tetap menjadi ciri dasar Gereja Keuskupan Maumere dalam situasi apapun, khususnya di tengah pandemi ini sambil tetap bersandar pada kekuatan Sang Sabda yang menjelma.

“Karena Dialah Imanuel, Allah beserta kita, Raja damai yang memberi kekuatan kepada kita untuk menggereja secara baru sehingga kita dapat mewujudkan mimpi bersama menuju Keuskupan Maumere yang Beriman, Sejahtera, Solider dan Membebaskan dalam Terang Sabda Allah,” tulis Mgr Edwal.(PEN@ Katolik/Yuven Fernandez)

Tinggalkan Pesan