Lucas-517-26Ketika mengalami kesulitan atau persoalan hidup, tidak jarang kita minta sahabat, teman atau kenalan untuk mendoakan agar kita mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik. Kita percaya, doa dan dukungan sahabat menjadi salah satu faktor besar dalam menghadapi permasalahan. Sejak pandemi datang, kita juga melihat banyak kelompok doa bersemangat berdoa bagi para pasien Covid-19 dan banyak mukjizat terjadi karena doa-doa itu. Banyak pasien pulih dan kembali sehat. Doa para sahabat menjadi salah satu bukti dan faktor bahwa iman kita saling mendukung.

Dalam kisah Injil, 7 Desember 2020, Peringatan Santo Ambrosius (Lukas 5:17-26), ada orang lumpuh tidak bisa berjumpa dengan Yesus. Para sahabatnya berusaha dengan segala cara agar teman yang lumpuh ini dapat disembuhkan oleh Yesus. Inilah salah satu contoh bahwa iman dan usaha para sahabat menjadi pendukung utama kesembuhan teman yang sakit. Terkadang, di masa-masa sulit, tidak jarang kita berpikir hanya sendirian, tidak punya siapa-siapa. Tapi, kalau diingat, ada sahabat dan teman yang terus mendukung dan mendoakan kita. Maka kita sungguh merasa bahwa tidak menjalani itu semua sendirian. Dukungan teman-teman lewat peneguhan dan doa menjadi kekuatan tersendiri bagi kita yang menjalani permasalahan hidup. Yesus pun menyadari bahwa iman dan usaha para sahabat menjadi bukti pengalaman iman tersendiri.

Sahabat terkasih, sebagai orang beriman kita percaya bahwa kita tidak pernah ditinggal sendiri oleh Tuhan. Ia memberikan teman-teman yang hadir di saat-saat kita butuhkan. Terkadang kita merasa tidak ada lagi jalan, semua jalan sudah tertutup. Tetapi, cara Tuhan menyapa dan menemani kita berbeda. Saat kita merasa sendiri, tiba-tiba ada sahabat dan teman hadir dan menemani. Inilah perpanjangan tangan Tuhan yang tak mau membiarkan kita sendirian. Maka syukurilah kehadiran sahabat-sahabat dan teman-teman dalam hidup ini, yang jadi tanda kehadiran Tuhan dalam perjalanan hidup kita.(FRAY.EL.OP)

Tinggalkan Pesan