Tiziana FABI | AFP
Tiziana FABI | AFP

Vatikan telah mengumumkan bahwa Misa-Misa Adven dan Misa-Misa Natal Paus Fransiskus di tahun 2020 akan disiarkan langsung. Langkah itu diambil karena pemerintah Italia memperketat pembatasan sosial sebagai tanggapan terhadap lonjakan infeksi Covid-19. Beberapa minggu lalu, Paus Fransiskus memerintahkan agar museum Vatikan ditutup dan kembali mengadakan audiensi umumnya secara online.

National Catholic Register melaporkan, Misa-Misa Natal yang dirayakan Paus Fransiskus masih akan berlangsung di Basilika Santo Petrus, tetapi di depan umat yang sangat sedikit. Meski partisipasi langsung terbatas, lebih banyak umat akan mendapat kesempatan menghadiri Misa-Misa Vatikan dari rumah. Liturgi-liturgi musim liburan akan disiarkan langsung dari situs web Vatican News.

Pengumuman itu tidak menentukan kapan pembatasan-pembatasan baru ini akan berakhir. Kalau pembatasan itu berlangsung hingga akhir masa Natal, maka Paus bisa menayangkan secara langsung perayaan-perayaan Misa-nya hingga Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah, di bulan Februari. Sepertinya keputusan untuk membuka kembali Vatikan akan bergantung pada keadaan dunia di tahun yang baru.

Dalam upaya mempertahankan tingkat normalitas tertentu, Vatikan masih akan tampilkan pohon Natal dan Kandang Natal tahunannya. Dilaporkan, upacara penyalaan pohon tahun ini, pohon cemara setinggi 28 meter, akan berlangsung Jumat, 11 Desember. Menurut CNA, Kandang Natal dengan nama “Kandang Natal monumental dari Castelli” itu akan menampilkan patung-patung Keluarga Kudus, orang Majus, para malaikat, dan lain-lain dengan ukuran lebih besar dari manusia.

Dalam siaran pers oleh CNA, para pejabat Vatikan mengatakan bahwa Kandang Natal itu, “tidak hanya mewakili simbol budaya untuk seluruh Abruzzo, tetapi juga dianggap sebagai objek seni kontemporer yang berakar pada pemrosesan tradisional keramik castellana.” Tahun ini, lanjutnya, “lebih dari biasanya, pengaturan ruang tradisional yang didedikasikan untuk Natal di Lapangan Santo Petrus bertujuan untuk menjadi tanda harapan dan iman bagi seluruh dunia.”(PEN@ Katolik/paul c pati/J-P Mauro/Aleteia)

 

 

Tinggalkan Pesan