Home KEGEREJAAN Mgr Paskalis: Jadi imam berarti hadir di tengah umat walau ada resiko...

Mgr Paskalis: Jadi imam berarti hadir di tengah umat walau ada resiko termasuk nyawa

0
Empat imam OFM yang ditahbiskan di Cipanas, 17 November.  (semua foto dalam artikel ini diambil secara screenshot oleh PEN@ Katolik/pcp)
Empat imam OFM yang ditahbiskan di Cipanas, 17 November. (semua foto dalam artikel ini diambil secara screenshot oleh PEN@ Katolik/pcp)

Menjadi imam dan mengikuti Yesus Kristus, berarti kita harus hadir di tengah kehidupan umat walaupun ada resiko dan bisa saja resiko nyawa seperti di masa pandemi ini. Mungkin ada yang ragu-ragu memberikan pelayanan karena takut nanti kena virus lalu membiarkan umat berjuang sendiri, tidak mendapat peneguhan rohani, padahal untuk hidup mereka harus pergi ke tengah dunia yang ada resiko, dan karena takut para imam menutup gereja dan tidak memberi pelayanan rohani.

Uskup Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM berbicara dalam homili bertema “Aku Mau Mengabdi Tuhan Raja Semesta Alam” dalam Misa tahbisan empat imam Ordo Fransiskan (OFM) di Paroki Maria Ratu Para Malaikat, Cipanas, Jawa Barat, 17 November. Misa itu juga dihadiri Provinsial Ordo Fratrum Minorum Provinsi Santo Michael Malaikat Agung Indonesia Pastor Mikael Peruhe OFM, Vikaris Provinsi OFM Indonesia Pastor Daniel Klau Nahak OFM.

Keempat imam baru itu adalah Pastor Marciano Almaida Soares OFM, Pastor Yanuarius Kanmese OFM, Pastor Eduardus Salvatore da Silva OFM, dan Pastor Fransiskus Sulaiman Ottor OFM. Di saat diakonat Pastor Yanuarius bertugas di Panti Asuhan Vincentius Putra Jakarta, Pastor Eduardus di Paroki Paskalis Jakarta, Pastor Marciano di Novisiat Depok, dan Pastor Sulaiman di Paroki Cianjur.

Untuk tugas perutusan tahap pertama sampai Januari 2021, karena masih dalam situasi pandemi ini, Pastor Mikael Peruhe sebagai minister provinsi menugaskan mereka semua kembali ke tempat tugas diokonat itu “untuk melayani umat Allah sebagai gembala, imam Tuhan,” bukan lagi sebagai diakon.

Berbicara tentang ‘praktek pastoral kehadiran personal imam di tengah keseharian umat gembalaannya,’ yang disiarkan oleh Youtube OFM Indonesia, Mgr Paskalis menegaskan bahwa kehadiran imam “diharapkan menghasilkan sukacita dan membawa kegembiraan, serta meneguhkan umat menghadapi perjuangan dan kerasnya kehidupan ini.”

Menjadi imam, jelas uskup, berarti menjadi imam Tuhan dan rekan kerja uskup “untuk menggembalakan umat Allah dalam satu kebersamaan, dalam satu persekutuan, bukan terlepas dari persekutuan.” Dikatakan, ada imam yang coba-coba melayani persekutuan secara menyendiri, “akhirnya tidak bertahan,” karena itu bukan panggilan seorang imam.

Imam, lanjut Uskup Bogor, adalah rekan kerja uskup dalam menggembalakan “kawanan domba Allah yang ada padamu tidak dengan paksa, tetapi sukarela sesuai kehendak Allah.” Maka, tegas uskup, “menggembalakan berarti siap menjadi pemimpin bukan penguasa, siap bertanggung jawab, berani mengambil resiko demi kebaikan bersama.”

Pemimpin bertanggung jawab itu tidak sama dengan penguasa yang lakukan pekerjaannya sesukanya sendiri, tegas Mgr Paskalis, seraya menegaskan, “semangat kesombongan apalagi semangat penguasa bukan karakter imam yang dikehendaki oleh Gereja apalagi oleh Santo Fransiskus dari Asisi.”

Secara khusus uskup Fransiskan itu menyatakan rasa senang karena “para Fransiskan muda hadir menyerukan seruan kenabian saat masyarakat atau umat sederhana digrogoti hak atas tanahnya oleh pemodal seperti pertambangan. Saya kira di sanalah kita harus hadir menguatkan dan meneguhkan. Apakah tindakan itu salah atau benar, itu soal berikut. Tapi soal pertama kita hadir menyertai umat, menemukan mana yang benar dan mana yang salah. Jangan sampai kita membiarkan begitu saja.”

Mgr Bruno Syukur bersyukur karena di Flores, di Timor Leste, atau tempat lain, “OFM hadir dengan JPIC. Saya amat mendukung hal itu. Apalagi kalau kita bicara mengenai Laudato Si’, bukan hanya soal menjaga alam tetapi bagaimana menemani umat yang mungkin menghadapi tantangan dari kapitalis masa kini. Di situlah kita sebagai imam, sebagai nabi, hadir meneguhkan dan menguatkan.”

Uskup menganjurkan agar imam merayakan sakramen-sakramen untuk menguduskan dan meneguhkan perjuangan umat, antara lain para petani dalam perjuangan mereka sehari-hari. Maka uskup meminta para imam baru itu “kalau Anda ke mana-mana, jangan hanya bawa duit, tetapi bawa peralatan sakramen, misalnya minyak suci dan Ekaristi.”

Para Fransiskan, tegas uskup, banyak yang berkarya di desa-desa, kampung-kampung. “Boleh kita merayakan Ekaristi di kampung atau di kebun, tidak selalu harus dalam gedung gereja. Di situlah kita meneguhkan perjuangan umat kita.”

Para imam baru juga diminta jadi “pemimpin berbau domba” artinya “memiliki semangat kerendahan hati dan penuh persaudaraan.” Sebagai imam ber-spirit Santo Fransiskus dari Asisi, kata uskup, “Anda mesti menjadi ahli semangat kerendahan hati dan bersaudara,” dan ingat nasehat Santo Bonaventura, “Janganlah Anda belajar kesombongan di sekolah kerendahan hati dalam Ordo Fransiskan.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perpaduan Efek Visual dan Mekanisme Permainan yang Menarik untuk Dipahami

Mengapa Game Digital dengan Tema Tradisional Masih Memiliki Tempat di Era Hiburan Modern?

Perkembangan Game Mobile Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Menikmati Hiburan Interaktif

Mahjong Ways Memiliki Detail Simbol dan Warna yang Membentuk Karakter Visual Permainannya

Di Balik Desain Game Modern, Ada Peran Animasi dalam Membuat Interaksi Terasa Lebih Hidup

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menghadirkan Pengalaman Visual melalui Perubahan Simbol Berantai?

Game Bertema Asia Semakin Beragam dengan Perpaduan Unsur Budaya dan Teknologi Digital

Mengapa Tampilan Antarmuka Menjadi Salah Satu Bagian Penting dalam Pengembangan Game Mobile?

Mahjong Ways dan Cara Elemen Visual Tradisional Diadaptasi ke dalam Permainan Digital

Teknologi Perangkat Mobile Membantu Pengembang Menghadirkan Game dengan Tampilan Lebih Dinamis

Mahjong Ways 2 Memiliki Ritme Permainan yang Dipengaruhi oleh Pergantian Simbol dan Animasi

Mengapa Game dengan Tampilan Sederhana Terkadang Lebih Mudah Diingat oleh Pengguna?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Bermain Semakin Bergantung pada Desain yang Responsif

Mahjong Ways Menghadirkan Nuansa Budaya Asia melalui Detail Ornamen dan Pilihan Warna

Bagaimana Efek Suara Membantu Pengguna Memahami Perubahan yang Terjadi dalam Game Digital?

Game Digital Bertema Tradisional Memiliki Cara Tersendiri untuk Menyesuaikan Diri dengan Tren Modern

Mahjong Ways 2 dan Cara Mekanisme Cascade Membentuk Alur Visual dalam Setiap Putaran

Mengapa Komunitas Pemain Sering Membahas Detail Kecil yang Ada dalam Sebuah Game?

Perubahan Kebiasaan Pengguna Smartphone Turut Memengaruhi Arah Pengembangan Game Mobile

Identitas Visual Game Digital Tidak Hanya Ditentukan oleh Grafis tetapi Juga Konsistensi Desain

Mahjong Ways 2 Menghadirkan Mekanisme Simbol Berantai yang Menarik untuk Dipelajari dari Sisi Desain Game

Mengapa Tampilan Mahjong Ways Masih Mudah Dikenali di Tengah Banyaknya Game Digital Modern?

Perubahan Desain Game Mobile Membuat Animasi dan Interaksi Visual Terasa Semakin Dinamis

Di Balik Popularitas Game Bertema Asia, Ada Unsur Budaya dan Desain yang Layak Diperhatikan

Bagaimana Efek Visual dalam Mahjong Ways Membentuk Pengalaman Bermain yang Berbeda?

Perkembangan Teknologi Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Game Digital Dirancang

Mahjong Ways dan Penggunaan Simbol Klasik dalam Membangun Identitas Permainan Digital

Mengapa Sebuah Game Bisa Bertahan dalam Percakapan Komunitas Meski Tren Terus Berganti?

Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Cara Pengembang Memahami Kebutuhan Pemain Game Mobile

Desain Suara dan Animasi Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Masa Kini

Mahjong Ways 2 Memiliki Perpaduan Animasi dan Simbol yang Membentuk Pengalaman Visual Berbeda

Mengapa Game Bertema Mahjong Masih Menarik Dibahas di Tengah Perkembangan Hiburan Digital?

Perubahan Teknologi Game Mobile Membuat Tampilan Permainan Semakin Detail dan Responsif

Mahjong Ways Menggunakan Elemen Budaya Asia yang Memberikan Ciri Khas pada Desain Permainannya

Di Balik Tampilan Game Digital Modern, Ada Proses Desain yang Memengaruhi Pengalaman Pengguna

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menggabungkan Efek Cascade dengan Perubahan Tampilan Simbol?

Game Mobile Kini Tidak Hanya Mengandalkan Grafis tetapi Juga Kenyamanan Interaksi Pengguna

Warna dan Animasi dalam Mahjong Ways Menjadi Bagian Menarik dari Identitas Visual Permainan

Mengapa Desain Simbol dalam Game Digital Bisa Membuat Sebuah Permainan Mudah Dikenali?

Perkembangan Game Bertema Asia Menunjukkan Cara Budaya Tradisional Hadir dalam Hiburan Modern

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Efek Multiplier Menjadi Bagian dari Mekanisme Permainan

Komunitas Game Digital Memiliki Pengaruh terhadap Cara Sebuah Permainan Dikenal dan Dibicarakan

Bagaimana Pengembang Game Mobile Menyesuaikan Desain Permainan dengan Kebiasaan Pengguna?

Mahjong Ways Memiliki Gaya Visual yang Memadukan Nuansa Tradisional dengan Animasi Digital

Pengalaman Bermain Game Mobile Semakin Dipengaruhi oleh Kualitas Animasi dan Kecepatan Perangkat

Mengapa Tema Budaya Asia Sering Digunakan untuk Membangun Identitas dalam Game Digital?

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perubahan Simbol Berantai yang Menarik Dipahami dari Sisi Mekanisme

Kecerdasan Buatan Membuka Pendekatan Baru dalam Pengembangan Pengalaman Game Digital

Desain Antarmuka Game Mobile Berperan Penting dalam Membantu Pengguna Memahami Fitur Permainan

Mahjong Ways dan Perkembangan Game Digital Menunjukkan Pentingnya Identitas Visual yang Konsisten