Paus Fransiskus memberkati dan mengalungkan Rosario pada patung Bunda Maria Yang Dikandung Tanpa Noda
Paus Fransiskus memberkati dan mengalungkan Rosario pada patung Bunda Maria Yang Dikandung Tanpa Noda

Paus Fransiskus memberkati patung Bunda Maria Yang Dikandung Tanpa Noda dari Medali Wasiat atau Medali Ajaib yang dibawa kepadanya di akhir Audiensi Umum, 11 November, oleh delegasi kecil yang dipimpin Pastor Tomaž Mavrič CM, Pemimpin Umum Kongregasi Misi, yang umumnya dikenal sebagai Vinsensian, pada kesempatan 190 tahun sejak penampakan Perawan Maria kepada Santa Katarina Laboure dari Prancis.

Delegasi itu, kata siaran pers Kongregasi Misi, ordo religius yang didirikan oleh Santo Vincensius de Paul di Prancis tahun 1625, sedang dalam ziarah Maria dengan membawa patung itu ke berbagai komunitas di Italia. Di saat seluruh dunia mengalami masa-masa sulit karena pandemi Covid-19, dan ketika masyarakat ditandai dengan ketegangan di setiap benua, lanjutnya, ziarah Maria merupakan “perjalanan pewartaan kasih Tuhan yang penuh belas kasihan.”

Katarina Labouré, seorang biarawati muda dari Suster Putri Kasih yang didirikan Santo Vincensius de Paul mendapat tiga penampakan Santa Perawan Maria di Paris tahun 1830. Madonna berbicara tentang kemalangan-kemalangan Prancis dan bencana-bencana dunia, tetapi Santa Katarina meyakinkan bahwa rahmat akan diberikan kepada semua orang yang tekun dan penuh keyakinan berdoa untuk mereka. Perawan Maria memintanya membuat Medali Ajaib dan menjanjikan “semua orang yang memakainya akan menerima rahmat yang besar.”

Pernyataan para Vinsensian itu berbicara tentang kegelisahan mendalam dan kemiskinan yang berkembang di seluruh dunia, yang diperburuk oleh pandemi. Pernyataan itu memperhatikan pesan Paus untuk Hari Orang Miskin Sedunia ke-4, Minggu, 15 November. Dalam pesan itu Paus mengatakan bahwa terlepas dari pembatasan kebebasan kita, hilangnya pekerjaan dan jarak dengan orang yang kita cintai, serta kurangnya hubungan biasa antarpribadi karena pandemi, kita merasa semakin miskin dan lemah. Namun, situasi itu telah membuka cakrawala baru yang menuntut perlunya persaudaraan baru, yang mampu saling membantu dan saling menghargai.

Maka, melalui prakarsa Ziarah Maria, para Vinsensian, yang setia pada Firman Tuhan dan terinspirasi oleh karisma mereka yang sudah berusia berabad-abad dan yang memanggil mereka untuk melayani Tuhan di dalam orang miskin, ingin mengingatkan semua orang bahwa bahkan hari ini Perawan Suci mengundang kita ke kaki altar.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Patung Bunda Maria Yang Dikandung Tanpa Noda yang dibawa oleh kelompok Vinsensian kepada Paus dalam ziarah
Patung Bunda Maria Yang Dikandung Tanpa Noda yang dibawa oleh kelompok Vinsensian kepada Paus dalam ziarah
Paus Fransiskus bercakap-cakap degan kelompok Vinsensian yang membawa patung Bunda Maria Yang Dikandung Tanpa Noda kepadanya
Paus Fransiskus bercakap-cakap degan kelompok Vinsensian yang membawa patung Bunda Maria Yang Dikandung Tanpa Noda kepadanya

Tinggalkan Pesan