Aku membangkitkannya pada akhir zaman
Aku membangkitkannya pada akhir zaman

Miguel adalah seorang anak laki laki yang bercita-cita menjadi seorang musisi. Akan tetapi, keluarganya sangat menentang impiannya itu. Karena terus mendapat pertentangan dari keluarganya, Miguel pun meninggalkan rumahnya, dan dalam pelarian itu ia terdampar di dunia orang mati.

Di dalam pengembaraan di dunia orang mati inilah, Miguel berjumpa dengan semua roh leluhurnya. Ia pun mengetahui alasan keluarganya sangat membenci segala sesuatu yang berhubungan dengan musik. Hal itu disebabkan karena kesalahpahaman, yang akhirnya bisa diluruskan oleh Miguel.

Sahabat terkasih, kisah Miguel ini dapat kita simak dalam film animasi produksi Disney dan Pixar berjudul ‘COCO’, yang dirilis tahun 2017. Di sepanjang film ini, tema atau pesan yang ingin diangkat adalah, bagaimana pun latar belakang dan kondisi keluarga kita, keluarga harus jadi yang utama, dalam keluarga hendaknya kita saling mengasihi dan memaafkan. Kita pun harus senantiasa mengenang kebaikan orang tua dan sanak saudara sekalipun mereka telah tiada.

Berdasarkan film ini, ketika seseorang mengingat dan memajang foto anggota keluarga yang sudah meninggal, mereka bisa kembali bertemu dengan roh leluhurnya kelak. Selain itu, dengan mengenang mereka, mereka akan merasa bahagia meski berada di alam yang berbeda. Namun, apabila mereka yang telah meninggal dilupakan, rohnya pun akan sirna untuk selamanya.

Meski film ini hanya kisah fiksi, tapi pesan ini memiliki kemiripan dengan makna yang ingin diangkat oleh Gereja di hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman yang kita kenangkan 2 November, yaitu kita pun diajak mengingat dan mendoakan arwah mereka yang telah meninggal, supaya arwah mereka beristirahat dalam damai, terutama arwah para korban perang, bencana alam dan mereka semua yang telah dilupakan oleh sanak keluarganya.

Hal itu, sebagaimana ditegaskan dalam Bacaan Pertama (2 Makabe 12), merupakan silih, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka. Dalam Bacaan Kedua (1 Korintus 15: 12-34), Rasul Paulus juga mengingatkan akan rahmat pembaptisan yang telah kita terima, yaitu kita telah wafat di dalam dosa dan dibangkitkan kembali bersama Yesus. “Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Tapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.”

Semoga, Peringatan Arwah Semua Orang Beriman dapat menginspirasi bahwa baik masih hidup maupun telah meninggalkan dunia ini, Allah tidak pernah menghendaki kita terpisah dari kasih-Nya. Sehingga harapannya, kita mau senantiasa hidup di dalam rahmat Allah, mengenang kebaikan dan mendoakan mereka yang telah mendahului kita, supaya mereka pun dapat bersatu di dalam kedamaian abadi bersama Allah Bapa di Surga.

Kabar Gembira-Nya hari ini (Yohanes 6: 37-40) pun menulis, “Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang. Supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Ya Tuhan, berikanlah istirahat kekal dan biarkan cahaya abadi-Mu bersinar atas mereka yang telah Engkau panggil untuk berpulang ke hadirat-Mu. Amin…

Frater Agustinus Hermawan OP

Tinggalkan Pesan