Garda

Menjelang upacara pelantikan Garda Swiss 4 Oktober, Paus Fransiskus menerima 38 anggota baru korps itu seraya mengatakan kepada mereka bahwa sumpah yang akan mereka ambil juga merupakan pernyataan kesetiaan pada panggilan pembaptisan mereka.

“Sumpah yang akan kalian ambil lusa juga merupakan pernyataan kesetiaan pada panggilan baptisan kalian, yaitu kepada Kristus, yang memanggil kalian menjadi pria dan orang Kristen, protagonis keberadaan kalian,” kata Paus 2 Oktober.

Paus kemudian mengatakan, “Dengan bantuan dan kuasa Roh Kudus, kalian akan dengan tenang menghadapi rintangan dan tantangan hidup. Jangan lupa bahwa Tuhan selalu ada di sisi kalian: Saya sangat berharap bahwa Anda akan selalu merasakan kehadiran-Nya yang menghibur.”

Kepada rekrutan baru, yang telah memilih untuk mendedikasikan “masa muda mereka dalam pelayanan Penerus Petrus” itu, Paus Fransiskus menekankan peran penting keluarga dalam penyebaran iman. “Kehadiran anggota keluarga kalian mengungkapkan pengabdian umat Katolik Swiss kepada Tahta Suci, serta pendidikan moral dan teladan yang baik yang digunakan orang tua untuk mewariskan kepada anak-anak mereka iman Kristen dan rasa pelayanan yang murah hati kepada sesama,” kata Paus.

Kesempatan itu juga digunakan Paus untuk mengenang “masa lalu termasyhur” dari Korps Garda Swiss Kepausan. Paus mengatakan kepada mereka bahwa pikirannya tertuju pada “Sack of Rome” saat Garda Swiss dengan berani membela Paus, sampai menyerahkan nyawa mereka. “Memori peristiwa itu,” kata Paus, “semoga membangkitkan dalam diri kalian bahaya dari ‘penjarahan’ spiritual.”

“Sack of Rome adalah Penjarahan Roma, 24 Agustus 410, saat Roma diserang oleh bangsa Visigoth yang waktu itu dipimpin oleh Raja Alarik. Waktu itu, Roma tidak lagi menjadi ibu kota Kekaisaran Romawi.

“Dalam konteks sosial saat ini,” lanjut Paus, “banyak orang muda menjauhi risiko kehilangan jiwa mereka, saat mereka mengikuti cita-cita dan gaya hidup yang menanggapi keinginan atau kebutuhan material semata.”

Paus berharap agar para rekrutan baru itu memanfaatkan semua hal positif yang harus Roma berikan. “Roma itu kaya akan sejarah, budaya dan iman; oleh karena itu, manfaatkan kesempatan yang diberikan kepada kalian untuk meningkatkan latar belakang budaya, bahasa dan spiritual kalian,” kata Paus.

“Waktu yang akan kalian habiskan di sini adalah kesempatan unik dalam hidup kalian,” kata Paus seraya berharap mereka “menjalaninya dalam semangat persaudaraan dan saling membantu untuk menjalani kehidupan Kristen yang bermakna dan penuh sukacita.”

Paus berterima kasih kepada seluruh Korps Garda Kepausan Swiss “tidak hanya untuk apa yang kalian lakukan, tetapi juga untuk cara kalian melakukannya.”

Kemudian, dengan mengutip Santa Teresa dari Kalkuta, Paus mengatakan, “di akhir hidup kita, kita tidak akan dinilai berapa banyak hal telah kita lakukan, tetapi berapa besar cinta yang telah kita berikan pada hal-hal itu.”

Pelantikan 38 garda baru itu sebenarnya berlangsung 4 Mei. Tapi, karena pandemi Covid-19, kegiatan itu akan berlangsung 4 Oktober, dan diadakan di balik pintu tertutup, sesuai peraturan pencegahan saat ini.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan