Pertemuan Paus Fransiskus dengan para pejabat Inspektorat Keamanan Publik di Vatikan pada hari Senin (Vatican Media)
Pertemuan Paus Fransiskus dengan para pejabat Inspektorat Keamanan Publik di Vatikan pada hari Senin (Vatican Media)

Paus Fransiskus berterima kasih atas pelayanan anggota Inspektorat Keamanan Publik di Vatikan yang ditandai dengan ketekunan, profesionalisme dan pengorbanan, terutama yang ditunjukkan dalam kesabaran mereka dalam menghadapi orang-orang dari berbagai latar belakang dan budaya.

Pria dan wanita anggota inspektorat itu berkumpul dalam audiensi dalam rangka peringatan 75 tahun berdiri inspektorat itu. Menteri Dalam Negeri Luciana Lamorgese dan Kepala Polisi Franco Gabrielli ikut hadir dalam audiensi 28 September 2020 itu.

Perayaan ulang tahun berdirinya inspektorat itu, kata Paus, merupakan kesempatan untuk berterima kasih kepada Tuhan atas kerja banyak pria dan wanita sebagai Polisi Italia, yang selama 75 tahun dengan kompeten dan penuh semangat membuat ikatan antara Takhta Suci dan Italia tetap hidup.

Paus lebih lanjut berterima kasih atas komitmen mereka dalam menemani dirinya dalam perjalanan-perjalanan ini di Roma dan ke keuskupan-keuskupan lain di Italia, seraya mengakui bahwa memastikan perjalanan-perjalanan Paus tidak kehilangan karakter khususnya yakni “perjumpaan dengan Umat Allah” adalah “pekerjaan yang sulit.”

Paus mendorong para personel keamanan itu untuk melihat pekerjaan mereka sebagai pengingat konstan akan nilai-nilai tertinggi yakni nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual yang perlu diterima dan diberi kesaksian setiap hari.

Paus juga berharap agar kerja keras mereka, yang dicapai melalui pengorbanan dan risiko, didorong oleh iman Kristen yang merupakan “harta spiritual paling berharga” yang dipercayakan kepada mereka oleh keluarga mereka, yang diminta diturunkan kepada anak-anak mereka.

“Semoga Inspektorat Keamanan Publik Vatikan terus beroperasi sesuai sejarahnya yang terkenal, dan mengetahui cara mendapatkan buah baru dan berlimpah darinya,” kata Paus seraya mengungkapkan salam “penuh kasih sayang” kepada mereka.

Dasar misi inspektorat itu, kenang Paus, adalah Pakta Lateran 1929. Selain menciptakan Negara Kota Vatikan, perjanjian ini juga berisi pengaturan khusus untuk Lapangan Santo Petrus, dengan akses gratis bagi peziarah dan wisatawan di bawah pengawasan otoritas Italia. Selanjutnya, pada bulan Maret 1945, dibentuk “Kantor Khusus Keamanan Publik Santo Petrus.”

“Sejak hari pendirian kantor itu … sebuah jalan telah dibuka sebagai tanda kerja sama bermanfaat antara Italia dan Takhta Suci, dan antara inspektorat itu serta badan-badan Vatikan yang bertanggung jawab atas ketertiban umum dan keamanan Paus,” kata Paus.

Paus memberi contoh tentang pendudukan Roma selama sembilan bulan oleh pasukan Jerman sejak September 1943 yang menghalangi umat beriman untuk mengunjungi Basilika Santo Petrus untuk berdoa. Sejak pembebasan Roma tanggal 4 Juni 1944 dan kembalinya peziarah ke Basilika itu, jelas Paus, kantor baru Kepolisian Negara di Vatikan telah mampu menanggapi kebutuhan baru itu dan telah memberikan pelayanan keamanan yang penting ini baik untuk Italia maupun Tahta Suci.

Paus mencatat, meskipun lembaga itu telah menggunakan beberapa nama lain hingga namanya saat ini, dan skenario nasional  atau internasional serta pengaturan keamanannya berubah, semangat pria dan wanita dari inspektorat tetap sama.

Paus berdoa melalui perantaraan Malaikat Agung Santo Michael, pelindung inspektorat itu, melalui perantaraan Bunda Maria, agar Tuhan memberi penghargaan dan melindungi mereka serta keluarga mereka.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan