St.Patricks

Penghancuran patung Yesus di Katedral Santo Patrisius di El Paso, Texas, 15 September 2020, merupakan yang terbaru dalam serangkaian serangan yang sedang berlangsung terhadap gereja-gereja di seluruh Amerika Serikat.

Menurut Keuskupan El Paso, seorang perusak memasuki panti imam Katedral Santo Patrisius dan menghancurkan patung Hati Kudus Yesus yang berusia hampir 90 tahun. Patung itu ditempatkan di belakang altar utama gereja, yang dibuka untuk berdoa di saat vandalisme terjadi. Kerusakan itu, lanjut keuskupan, merupakan “kerugian yang tak tergantikan” dan tidak bisa diperbaiki.

“Patung ini adalah salah satu favorit saya tentang Yesus — lengannya terbuka lebar untuk menyambut, hatinya berkobar dengan cinta untuk kita. Saya sering mengambil inspirasi dari patung ini saat saya mempersiapkan Misa,” kata Uskup El Paso Mgr Mark Seitz dalam sebuah pernyataan. Meskipun demikian, lanjut  Mgr Seitz, dia senang karena tidak ada yang terluka oleh perusak itu.

Menurut keuskupan, seorang tersangka telah ditahan dan penyelidikan oleh polisi kota sedang berlangsung. Mgr Seitz mendorong umat untuk berdoa bagi perusak itu, karena “dia pasti orang yang sangat terganggu karena telah menyerang tempat damai ini di kota kami dan patung Raja Damai ini.”

“Saya berharap ini menjadi dorongan baginya untuk menerima bantuan yang dia butuhkan. Saya akan mendoakan dia,” kata uskup itu. “Saat ini kami ingin memohon bantuan Dia yang diwakili patung ini dan saya tahu dia akan menghibur kami,” lanjut uskup itu.

Serangan di El Paso adalah yang terakhir dari serangan vandalisme dan pembakaran gereja yang berlangsung berbulan-bulan. Awal pekan ini, sebuah paroki di Midvale, Utah, diserang secara beruntun. Patung Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus di Gereja Katolik dengan nama yang sama dipenggal dan diikuti perampokan di malam-malam berikutnya. “Kemarin malam, patung Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus di luar Gereja Utama dirusak. Kami saat ini berhubungan dengan polisi,” tulis paroki itu di halaman Facebook-nya, 14 September. Patung itu dikeluarkan dari alasnya dan kepalanya dipatahkan. Pot bunga dekat patung itu juga dihancurkan.

Paroki itu mendesak umat untuk “berdoa agar orang yang melakukan hal ini mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan,” dan mengatakan vandalisme itu adalah “situasi yang tidak menguntungkan.”

Hari Selasa, 15 September, paroki itu sekali lagi melaporkan adanya vandalisme. “Sebagai kabar terbaru kepada umat paroki kami, dalam kekecewaan kami melaporkan bahwa salah satu rumah di paroki kami dirusak dan dibobol tadi malam,” kata paroki itu dalam posting hari itu di halaman Facebook-nya. “Kami sudah menghubungi polisi dan mereka sedang melakukan penyelidikan. Kami berencana mengambil langkah-langkah baru untuk menjaga keamanan paroki kami. Santa Theresia, doakan kami!”(PEN@ Katolik/pcp berdassarkan Christine Rousselle/Catholic News Agency)

St Patrick 1Statue_Vandalized_3St Patrick_files 2

Tinggalkan Pesan