Uskup Dumaguete Mgr Julito Cortes
Uskup Dumaguete Mgr Julito Cortes

Sebuah keuskupan di Filipina Tengah mengeluarkan “oratio imperata” karena rentetan pembunuhan berlanjut di Pulau Negros. Uskup Dumaguete Mgr Julito Cortes menyesalkan rentetan kekerasan yang terus berlanjut di wilayah itu meski ada krisis kesehatan nasional. “Sungguh ironis, ketika para ilmuwan dan profesional medis berusaha menemukan obat untuk virus corona dan menyelamatkan nyawa, ada orang-orang dan kekuatan di Negros Oriental yang berniat membunuh dan menciptakan iklim ketakutan di antara warganya yang taat hukum,” kata Mgr Cortes seperti dilaporkan CBCPNews, 17 September. Dua hari sebelumnya, prelatus itu mengeluarkan ‘oratio imperata’ (doa wajib) menentang pembunuhan untuk digunakan dalam semua Misa keuskupan itu. Uskup memerintahkan juga agar tiap hari lonceng gereja dibunyikan pukul 20.00 hingga pemberitahuan lebih lanjut. Orang-orang berhak hidup tanpa rasa kuatir bahwa ada seseorang “yang berniat membunuh mengikutinya,” kata Mgr Cortes. “Saat orang Negros merasa jalan-jalan, gedung-gedung, bahkan rumah-rumah tidak aman, itulah tanda kematian kita semua,” kata uskup. Bulan September saja, provinsi itu menyaksikan enam orang tewas di tangan orang-orang bersenjata, termasuk pembunuhan mantan Wakil Walikota Kota Pamplona Kent Zerna Divinagracia, 9 September. Keadaan kekerasan mendorong Walikota Pamplona Janice Degamo menyerukan penyelidikan Senat terhadap insiden itu. “Saya bersedia berdiri di depan pemeriksaan komite senat jika ini yang diperlukan untuk menghentikan pembunuhan-pembunuhan. Saya tidak bisa hanya menjadi pengamat pasif atas kehidupan, lagi pula ini komunitas kami,” kata perempuan itu.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Ryan Christopher J. Sorote/CBCPNews)

Tinggalkan Pesan