Para pencari suaka memprotes kamp baru di Kara Tepe di Pulau Lesbos, Yunani, 12 September 2020. (ANSA)
Para pencari suaka memprotes kamp baru di Kara Tepe di Pulau Lesbos, Yunani, 12 September 2020. (ANSA)

Paus Fransiskus mengalihkan pikirannya kepada orang-orang yang memprotes dalam berbagai demonstrasi di seluruh dunia. Setelah berdoa Angelus (Malaikat Tuhan) bersama dengan umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, 13 September 2020, Paus mengatakan bahwa protes “mengungkapkan peningkatan kekecewaan” masyarakat terhadap “situasi politik dan sosial” tertentu yang sedang kritis. Kepada para demonstran Paus mendesak agar mereka menyampaikan tuntutan mereka “secara damai, tanpa menyerah pada godaan agresi dan kekerasan.” Paus juga mengimbau agar para penanggung jawab publik dan pemerintah, “mendengarkan suara warga mereka dan menerima dengan baik aspirasi mereka seraya memastikan penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia dan kebebasan sipil.” Paus juga mengajak “komunitas gerejawi” di daerah yang mengalami protes-protes seperti itu agar “melakukan segala sesuatu yang mungkin dilakukan” guna mendukung dialog” dan “mendukung rekonsiliasi” di bawah arahan para gembala mereka.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan