Home MANCANEGARA Papua Nugini sudah 45 tahun merdeka, tapi para uskup melihat masih banyak...

Papua Nugini sudah 45 tahun merdeka, tapi para uskup melihat masih banyak tantangan

0
Orang Papua mempersiapkan pemungutan suara pada November 2019. (AFP)
Orang Papua mempersiapkan pemungutan suara pada November 2019. (AFP)

Papua Nugini (PNG) memperingati Hari Kemerdekaan ke-45 tanggal 16 September 2020, “tetapi negara itu masih harus menghadapi jalan yang panjang dalam mengatasi banyak tantangan yang dihadapi masyarakat.” Pertanyaan itu dikemukakan oleh Para Uskup Katolik Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, yang bersama-sama membentuk satu konferensi waligereja, dalam sebuah pesan menjelang Hari Kemerdekaan.

Perjalanan Papua Nugini untuk menentukan nasib sendiri dimulai 16 September 1975, tulis Konferensi Waligereja Papua Nugini dan Kepulauan Solomon (CBCPNGSI) dalam pesan untuk Hari Kemerdekaan Papua Nugini. “Namun masih jauh perjuangan untuk pendidikan universal, perawatan kesehatan, penghentian kekerasan gender dan kekerasan dalam rumah tangga, kejujuran pribadi, kemakmuran untuk semua, pembangunan dan infrastruktur yang diperlukan,” tulis Sekretaris Jenderal CBCPNGSI Pastor Giorgio Licini.

Papua Nugini mencapai kemerdekaan di tengah malam antara 15 dan 16 September 1975, yang mengakhiri 69 tahun pemerintahan Australia, dan menandai berakhirnya 90 tahun pemerintahan kolonial di bawah otoritas Inggris, Jerman dan Australia.

Dalam pesan itu, Pastor Licini mencatat bahwa masyarakat senang dengan “kesederhanaan hidup desa”. Tapi, imam itu menyesal karena “pertengkaran suku dan konflik keluarga mendorong semakin banyak individu keluar dari tempat asal mereka dan tanah leluhur mereka.” Meskipun pusat-pusat kota berkembang pesat, kata imam itu, “kesempatan kerja langka, jalanan kotor dan menjijikkan, dan kejahatan kecil sukar dikendalikan.”

Pastor dari Institut Kepausan untuk Misi Asing (PIME) itu juga menyerukan persatuan dan kerja sama guna mengatasi tantangan negara. Guna mendapat masukan dan pengawasan, imam itu mendesak pemerintah untuk lebih pro-aktif menjangkau masyarakat sipil. “Demokrasi tidak berakhir pada hari pemilihan. Setelah pemilihan, Anggota Parlemen hampir tidak terlihat kembali di daerah pemilihan mereka, dan para menteri pemerintah bersembunyi di balik pintu terkunci dalam gedung parlemen dan kantor-kantor, dan mengurangi sebanyak mungkin interaksi dengan publik,” kata Pastor Licini.

Imam itu menegaskan, “Hanya transparansi dan partisipasi yang mendasari tingkat baru kemajuan dan kebebasan nasional.”

Menyadari bahwa perayaan Hari Kemerdekaan tahun ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19, para uskup PNG dan Kepulauan Solomon mengatakan, “Kematian, penyakit, tekanan pada sistem kesehatan, kehilangan pekerjaan, dan kecemasan, adalah efek paling terlihat dari virus yang menyerang umat manusia di awal tahun.”

Para uskup mengungkapkan rasa syukur kepada Allah dan alam karena PNG bisa mengatasi krisis itu dengan baik dan warga mereka yang lebih lemah dan lebih tua telah diselamatkan. Mereka berterima kasih kepada negara-negara dan lembaga-lembaga pengembangan yang datang membantu mereka dengan peralatan dan keahlian medis, dan mengatakan negara-negara saling membutuhkan dan mendukung terutama di saat-saat sulit.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Robin Gomes/Vatican News)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Mengapa Struktur Vokal Kakek Zeus Bikin Kagum PendengarTrik Gerakan Memutar Moncong Senjata Wild Bandito Sangat HalusStandar Tata Akustik Ruang Kedap Siaran Studio Live KasinoAlasan Tema Mahjong Ways 1 Menjadi Cetak Biru Game ModernRahasia Sepuhan Warna Mahjong Wins 3 Tampak Begitu MenyalaBukan Sekadar Sosok Bedah Simbol Mahkota Megah Kakek ZeusTrik Manajemen Buffer PG Soft Singkirkan Waktu MenungguMengapa Denting Logam Ubin Mahjong Ways 3 Curi Fokus CepatRahasia Pengaturan Bandwidth Adaptif Server Global PragmaticKarakter Topi Lebar Koboi Wild Bandito Kuatkan Cerita TemaMengapa Lensa Kamera Live Kasino Hasilkan Kedalaman SempurnaAlasan Sudut Pandang Mahjong Wins 1 Bikin Pengguna BetahBukan Efek Instan Sketsa Partikel Badai Halus OlympusTrik Frekuensi Akustik Kakek Zeus Rangsang Saraf PendengaranMengapa Pergeseran Ubin Mahjong Ways 2 Begitu MenyenangkanStandar Kriptografi Sinyal Meja Permainan Live KasinoAlasan Dentuman Dinamis Wild Bandito Ciptakan Sensasi MagisTrik Palet Tradisional Mahjong Wins 2 Berpadu ModernitasMengapa Visual Kolosal Olympus Sukses Mengunci AntusiasmeRahasia Tata Letak Bersih Mahjong Ways 1 Mudah DipahamiBukan Server Rapuh Fondasi Jaringan Pragmatic Tahan BebanAlasan Kord Audio Kakek Zeus Selalu Bikin Penasaran PikiranTrik Animasi Halus Mahjong Wins 3 Hadirkan Nuansa BerkelasMengapa Tekstur Wajah Karakter Wild Bandito Sangat NyataStandar Reduksi Gema Ruang Khusus Siaran Live KasinoRahasia Pemilihan Warna Kontras Mahjong Ways 2 Sangat PasBukan Sekadar Musik Game Ponsel Bedah Karya Seni PG SoftAlasan Pancaran Cahaya Kakek Zeus Ciptakan Efek DramatisTrik Transparansi Lapisan Visual Mahjong Ways 3 Rapi Sekali
Exit mobile version