Pastor Kim Margallo, pastor yang bertanggung jawab atas Stasi Misi Santo Josemaria Escriva di Kota Tacloban, merayakan Misa di lapangan terbuka 13 September.
Pastor Kim Margallo, pastor yang bertanggung jawab atas Stasi Misi Santo Josemaria Escriva di Kota Tacloban, merayakan Misa di lapangan terbuka 13 September.

Dari atas mimbar darurat di hari Minggu, 13 September 2020, Kepala Stasi Misi Santo Josemaria Escriva di Kota Tacloban, Filipina, Pastor Kim Margallo mengamati umat parokinya yang berkumpul dalam sekitar 25 mobil di tempat parkir gereja.

Imam itu merayakan Misa ‘drive-in’ untuk umat Katolik yang tidak bisa hadiri kebaktian gereja secara tradisional karena pandemi virus corona. Karena kasus Covid-19 meningkat di Eastern Visayas, imam itu mengatakan umat takut pergi ke Misa karena takut tertular.

Menurut data Departemen Kesehatan 14 September 2020, terjadi 67 kasus baru Covid-19 di wilayah tersebut, sehingga jumlah total kasus menjadi 3.826, dengan 695 kasus aktif. “Saya pikir itu waktu yang tepat, karena meningkatnya Covid-19 di kota kami (Tacloban), orang-orang takut keluar,” kata Pastor Margallo.

Ide Misa itu muncul beberapa minggu setelah terjadinya pandemi itu agar umat mendapat kesempatan menghadiri Misa dengan aman dari mobil mereka. Sebelumnya, Uskup Agung Palo Mgr John Du mendorong para imam untuk “memulai evangelisasi dan pelayanan pastoral yang kreatif di paroki kami” di tengah krisis kesehatan.

“Saya berinisiatif mempersilakan umat menghadiri misa sedemikian rupa agar mereka tetap bisa menghadiri Ekaristi Kudus sekeluarga di dalam mobilnya,” kata Pastor Margallo. Menurut imam itu, adalah bagian dari peran Gereja untuk berinovasi cara-cara baru guna membawa sakramen kepada umat, namun dengan tetap mengikuti norma dan tidak melanggar batasan.

“Dalam komuni, peserta Misa tetap berada dalam mobil. Mereka hanya akan menurunkan jendela dan seorang pelayan awam akan datang kepada mereka untuk membagikan komuni,” kata imam itu.

Misa drive-in, lanjut imam itu, akan berlanjut untuk sementara waktu, tapi mengklarifikasi bahwa tempat ibadah yang tepat ada di gereja. “Meskipun ada Misa online, tidak ada pengganti terbaik untuk menghadiri perayaan Ekaristi secara fisik,” lanjut Pastor Margallo.

Di bulan Mei, Paroki Bunda Maria dari Lourdes, juga di Kota Tacloban, memulai “pengakuan mobile” untuk membawa sakramen itu kepada orang-orang, terutama yang tua dan sakit.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Ryan Christopher J. Sorote/CBCPNews)

Tinggalkan Pesan