Suster Anna PK. (Semua foto di tulisan ini diambil secara screenshot dari tayangan YouTube Komsos Surabaya)
Suster Anna PK. (Semua foto di tulisan ini diambil secara screenshot dari tayangan YouTube Komsos Surabaya)

Dulu orang datang ke panti asuhan untuk memberi sumbangan, bertemu anak-anak panti dan berdialog dengan mereka. Namun, sekarang kita ingin membuat panti asuhan tidak hanya tempat beramal tapi juga tempat untuk belajar, tempat inspirasi tentang lingkungan hidup.

Pencinta dan penggerak lingkungan hidup Suster Anna Wiwiek Soepraptiwi PK mewujudkan hal itu di Panti Asuhan Don Bosco Surabaya yang dijalankan oleh Serikat Suster-Suster Puteri Kasih. Dan sebuah video YouTube yang ditayangkan 4 September 2020 dalam Ngobrol Pintar Komsos Keuskupan Surabaya membuktikannya.

“Kita beri inspirasi kepada orang yang datang. Dan banyak orang yang pernah ke sini mengirim sampah, berupa botol, jerigen, serta pembungkus kopi, pewangi dan sabun cair bekas, sehingga kegiatan kita tetap berlanjut,” kata suster yang berkarya sebagai pamong panti itu dalam tayangan yang dipandu oleh Louis Lie.

Dan, tayangan itu bukan hanya mendengar penjelasan Suster Anna tentang apa yang dilakukan di panti itu tetapi memperlihatkan betapa lahan dan gedung panti itu dipenuhi dengan nuansa hijau di mana-mana yang juga bergantungan dengan pot-pot bunga warna-warni yang terbuat dari jerigen dan kaleng bekas di dinding-dinding dan gang-gang.

Terinspirasi oleh gerakan Walikota Surabaya Risma yang sangat getol menyerukan penyelamatan lingkungan serta ensiklik Laudato Si’ dari Paus Fransiskus yang berbicara tentang tanggung jawab semua orang untuk merawat dan menyelamatkan bumi, “kami Panti Asuhan Don Bosco memikirkan apa yang bisa dibuat di lahan seluas 2, 2 hektar ini.”

Dalam intensi doanya untuk September 2020, Paus Fransiskus meminta semua orang untuk berdoa agar kita belajar menghormati sumber daya planet ini. Setiap tahun, Hari Doa Sedunia untuk Pemeliharaan Ciptaan dirayakan 1 September 2020. Perayaan itu menandai dimulainya Musim Ciptaan, yang berlangsung hingga 4 Oktober 2020, pesta Santo Fransiskus dari Assisi, santo pelindung ekologi. .

Di panti itu ada sekitar 70 anak, 30 pengasuh, dan 10 suster. Bagaimana mereka bisa ambil bagian menanggapi keprihatinan ini. “Lalu kita mulai menghijaukan area luas ini, artinya setiap sudut dibuat hijau. Kalau area agak lebar kita tanam tanaman yang gede, kalau area sempit kita tanam tanaman kecil,” jelas Suster Anna.

Menurut suster yang pernah menjadi misionaris di Kepulauan Fiji selama hampir tujuh tahun itu, Serikat Suster-Suster Putri Kasih sudah memberi perhatian terhadap isu lingkungan hidup dengan berbagai gerakan penanaman pohon dan memilah sampah sejak tahun 2000 “tapi komitmen ini harus terus dipertahankan dan diperbaharui.”

Tayangan YouTube itu juga memperlihatkan bagaimana sampah kompos yang sudah diolah di panti itu sejak 2001 dan “sekarang dihidupkan kembali” bahkan hasilnya sudah dijual dan “bisa membantu biaya operasional panti asuhan.” Lebih dari itu, tayangan itu memberi pelajaran bahwa isu lingkungan hidup bukan hanya soal sampah dan penanaman pohon tetapi ada nilai lebih dalam yakni nilai keadilan dan nilai solidaritas.

Tapi, lebih dari itu terlihat juga bagaimana sampah-sampah botol plastik, jerijen dan bekas bungkus kopi, pewangi, sabun cair yang memang “berbahaya kalau dibuang dan tidak bisa didaur ulang” telah menjadi sesuatu yang indah di Panti Asuhan Don Bosco Surabaya. Banyak orang yang pernah ke sana, menurut suster, setelah pulang mengirim ‘sampah’ ke panti itu.(PEN@ Katolik/paul c pati)

Tayangan YouTube itu bisa disaksikan di bawah ini:

Anhna 11Anna 17Anna 4Anna 15

2 KOMENTAR

  1. Dear Suster Anna,

    Terharu saya mengikuti tayangan video di acara ngopi cakep.

    Selamat Melayani, … melanjutkan penyuaraan pelayanan di bidang Lingkungan dan kesadaran untuk senantiasa bersolidaritas terhadap sesama, di manapun berada…. untuk keharmonisan hidup kita antara Alam, Umat Manusia dan segenap Mahluk Hidup.

    Tuhan Memberkati,
    Immanuel.

Tinggalkan Pesan