Home KEGEREJAAN Mgr Sutikno tahbiskan dua imam CM, anak-anak pedalaman yang diutus ke pedalaman

Mgr Sutikno tahbiskan dua imam CM, anak-anak pedalaman yang diutus ke pedalaman

0
Dua imam CM yang baru ditahbiskan memberikan berkat perdana mereka (Foto dari Yakobis Vinsensian)
Dua imam CM yang baru ditahbiskan memberikan berkat perdana mereka (Foto dari Yakobis Vinsensian)

“Imamat sungguh agung karena kamu diikutsertakan dalam karya keselamatan dan penyelamatan oleh Bapa, Putera dan Roh Kudus. Secara khusus kamu diminta jadi sahabat dalam karya penggembalaan umat Kristus. Kamu diminta mempunyai caritas pastoralis, kasih penggembalaan atau belas kasih kepada kawanan domba, kamu diminta memberikan hati penuh belas kasih akan domba-domba umat Allah, terutama yang miskin, tersingkir, dan tertindas.”

Uskup Surabaya Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono mengatakan itu sebelum menahbiskan dua imam Kongregasi Misi (CM, Congregatio Missionis), yang menyebut diri “angkatan corona” di Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria (Kelsapa) Surabaya, 27 Agustus 2020.

Mereka ditahbiskan setelah menyatakan kesediaan melaksanakan tugas sebagai imam, bekerjasama dengan uskup-uskup untuk menggembalakan umat Tuhan di bawah pimpinan Roh Kudus, merayakan misteri Yesus Kristus dalam Gereja dengan hormat dan setia sesuai tradisi Gereja, serta mewartakan Sabda Allah dengan cara pantas dan bijaksana dalam memaklumkan Injil dan mengajarkan iman Katolik.

Kedua imam, yang ditahbiskan dalam Misa online oleh Komsos Kelsapa dan Yakobis TV itu, adalah Pastor Agustinus CM asal Keuskupan Sintang dan Pastor Fransiskus Xaverius Due CM asli Flores yang berasal dari Keuskupan Sanggau, Kalbar. Keduanya menyelesaikan Seminari Menengah Santo Yohanes Maria Vianney Sintang dan formatio CM di Malang.

Ayah dari Pastor Due mengaku kedua anak itu “anak-anak pedalaman” dari Sintang dan Sanggau. “Kami lahir dari ketidakpunyaan menjadi punya dalam Tuhan Yesus,” katanya seraya berharap doa bagi kedua neomis itu “agar tetap setia bertekun melayani umat Allah yang Tuhan percayakan kepada mereka.” Sekarang, lanjutnya, mereka bukan lagi milik keluarga. “Kalau mereka lakukan kesalahan yang tidak sesuai panggilan dan perutusan, Anda punya hak menegur dan menasihati mereka. Jangan ragu karena mereka masih muda dan perlu dibimbing terus menerus.”

Seusai Misa, Visitator Kongregasi Misi  Provinsi Indonesia Pastor Manuel Edy Prasetyo CM mengutus Pastor Agustinus ke Paroki Santo Montfort Naga Serawai, Keuskupan Sintang, dan Pastor Due ke Paroki Kristus Terang Dunia Kepala Dua, Tofoi, Keuskupan Manokwari-Sorong.

“Aku diutus untuk mewartakan kabar gembira kepada orang-orang miskin” (Evangelizare Pauperibus Misit Me) adalah semangat hidup Kongregasi Misi. Agar bisa menjalankan perutusan itu, Mgr Sutikno minta kedua imam itu untuk menyerupai Dia (Configuratio Cum Christo) dalam hati, pikiran, perasaan dan tindakan, “yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-dombanya, yang bertanggung jawab, yang tidak meninggalkan domba-dombanya dalam bahaya, yang memperhatikan dan memelihara, serta mengenal domba-domba, dan domba-domba mengenal Sang Gembala.”

Uskup Surabaya juga mengingatkan kedua neomis untuk menjadi imam yang bergairah dan menjalankan hidup doa seperti Santo Yohanes Maria Vianney, Santo Vincentius a Paulo, dan Santa Monika yang dirayakan hati itu. Mgr Sutikno menggambarkan bagaimana di saat musim dingin di Desa Ars, Perancis, Santo Yohanes Maria Vianney menggigil kedinginan menunggu umat di kamar pengakuan sambil berdoa, betapa pentingnya doa di kapel dan pastoran bagi para imam Kongregasi Misi menurut Santo Vincentius a Paolo, dan bagaimana Santa Monika tekun mendoakan anaknya, Santo Agustinus.

Mewakili neomis, Pastor Agustinus mengatakan, dengan tahbisan imamat “kami diajak menjadi imam yang siap menggembalakan umat, tidak hanya menjadi gembala baik bagi umat tapi diajak jadi gembala yang mau berkurban bagi umat yang dipercayakan kepada kami.” Maka, mereka berharap dukungan doa. “Sebagai imam muda kami masih butuh doa dan dukungan Anda semua agar kami tetap setia dalam mengemban tugas,” katanya.

Berkaitan dengan tahbisan di masa pandemi Covid-19, Mgr Sutikno menegaskan, kalau bisa setiap tahun ada tahbisan imam, dan bagaimana pun juga kalau soal tahbisan imam jangan ditunda. “Maka saya apresiasi keputusan Provinsi CM, kalau ada imam yang tahbisan imam tahun ini dilaksanakan tahun ini, jangan ditunda,” kata uskup.

Mgr Sutino berpesan kepada para formator untuk tidak terlalu sibuk dengan persyaratan akademi dan intelektual karena “sekarang ada banyak pilihan,” dan berharap tetap mengandalkan lulusan Seminari Menengah Garum Blitar. “Tahbisan imam harus diputuskan sedini mungkin dari SMP. Kalau panggilan terlambat bisa sudah tercemar,” kata uskup.

“Panenan banyak. Umat Allah menanti para imam yang punya semangat, mau kerja, tidak malas. Itu kata kunci pandemi, tetap sehat dan semangat, tingkatkan vitalitas tubuh untuk usir virus, bukan menjadikan masa pandemi sebagai alasan untuk tidak kerja,” tegas Mgr Sutikno. (PEN@ Katolik/paul c pati)

Foto dari Yakobis Vinsensian
Foto dari Yakobis Vinsensian

Screenshot oleh PEN@ Katolik
Screenshot oleh PEN@ Katolik

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Ikon yang Konsisten Membuat Fitur Permainan Lebih Mudah Ditemukan dan DiingatMahjong Ways Menjaga Nuansa Tradisional Asia dalam Mekanisme Permainan Digital ModernCascade Berlapis Mahjong Ways 2 Membentuk Ritme yang Berubah di Setiap RangkaianMahjong Wins 3 Mempertahankan Identitas Asia lewat Susunan Ubin Tradisional yang KhasStruktur Grid Menentukan Cara Pengguna Membaca Hubungan dan Kombinasi Antar-SimbolAnalitik Real-Time Membantu Platform Game Mengenali Lonjakan Trafik sebelum Layanan MelambatData Pipeline Menentukan Seberapa Efisien Platform Memproses Aktivitas dalam Skala BesarObservability Membantu Tim Teknologi Menemukan Gangguan sebelum Pengguna Merasakan DampaknyaData Melimpah Belum Tentu Berguna jika Kualitas Informasinya Tidak TerjagaPemrosesan Data Cepat Menjaga Respons Platform Tetap Stabil saat Aktivitas MelonjakAlasan Rangkaian Hasil Serupa Wajar Muncul dalam Sistem yang Bekerja AcakCara Menjaga Metode Pencatatan Tetap Sama agar Datanya Bisa DibandingkanInformasi Apa yang Wajib Dicantumkan Penyedia pada Halaman Aturan PermainanMotif Ubin, Ornamen, dan Warna Tradisional yang Menjadi Rujukan Visual Mahjong WaysAturan Berapa Kali Simbol Mahjong Ways 2 Dapat Gugur dalam Satu PutaranDaftar Perubahan Tampilan Mahjong Wins 3 Menurut Catatan Pembaruan ResminyaCara Membaca Susunan Baris dan Kolom Sebuah Slot Bergrid dari Halaman AturanContoh Satu Rangkaian Gugur Diuraikan Tahap demi Tahap dari Aturan PermainanPengaruh Kehadiran Pemain Lain terhadap Keputusan Seseorang di Ruang InteraktifPeran Nada Naik dan Jeda Suara dalam Membentuk Dugaan Sebelum Hasil Tampil
Menakar Kebutuhan Bandwidth Riil untuk Streaming Studio Beresolusi Tinggi Trik Pencahayaan Studio Interaktif Menghasilkan Kontras Sempurna Mengurai Cara Kerja Switcher Digital dalam Mengatur Multi Sudut Pandang Kunci Kecepatan Protokol SRT dalam Mengamankan Aliran Video Algoritma Prediksi Frame Cara Sistem Memuluskan Gerakan Layar Mengapa Frame Pacing Konsisten Lebih Penting daripada Resolusi Tinggi Alasan Latensi Rendah Jadi Kunci Keberhasilan Platform Interaktif Menyingkap Teknologi Edge Node Video untuk Mengurangi Waktu Muat Standar Kalibrasi Warna Layar untuk Memastikan Akurasi Tampilan Rahasia Manajemen Transmisi Multi Stream Tanpa Beban Server Berlebih Benarkah Jam Main Menentukan Efisiensi Algoritma Ini Faktanya Cara Menghitung Titik Efisiensi Algoritma Berdasarkan Hukum Peluang Bukan Keberuntungan Mengurai Pola Fluktuasi Frekuensi Digital Mengapa Siklus Algoritma Terasa Memiliki Pola Tertentu Menyingkap Distribusi Normal di Balik Sistem Angka Acak Digital Fakta Teori Probabilitas Mengapa Jam Sibuk Terasa Berbeda Analisis Matematis Kapan Probabilitas Puncak Secara Logis Muncul Mengurai Logika Pseudo Random Number Generator pada Sistem Modern Mengapa Manajemen Durasi Berpengaruh pada Konsistensi Hasil Analisis Statistik Mitos dan Fakta Mengenai Pola Fluktuasi Waktu Cara Kerja Generator Acak Terakreditasi Menjaga Keseimbangan Sistem Hukum Bilangan Besar Mengapa Hasil Jangka Panjang Selalu Konsisten Bedah Rumus Dispersi Varians dalam Menentukan Rentang Fluktuasi Benarkah Ada Siklus Dingin dan Panas dalam Sistem Probabilitas Mengapa Pola Interval Tertentu Sering Disalahartikan Pengguna
Memahami Cascade Mahjong Ways 2 melalui Probabilitas dan Urutan Pergantian Simbol di Dalam GridMahjong Ways Kembali Menjadi Sorotan di Tengah Pesatnya Hiburan Mobile Bertema AsiaCara Menilai Permainan Digital Mulai Berubah, Mekanisme Kini Lebih Penting daripada Dugaan Pola SesaatJejak Transaksi Kasino Online Dapat Mengungkap Pola Risiko yang Sering Luput dari PerhatianMembaca Peta Simbol Mahjong Ways 2 dan Pergerakan Multiplier dalam Setiap Rangkaian CascadeStatistika Modern Mengungkap Perbedaan antara Variasi Acak dan Pola yang Tampak MeyakinkanPG Soft Menghadirkan Mekanika Interaktif yang Mengubah Cara Pengguna Memahami Permainan DigitalFrekuensi Putaran Bukan Satu-Satunya Ukuran, Volatilitas Memiliki Pengaruh yang Tak Kalah PentingMengenal Struktur Grid PG Soft dan Cara Simbol Terdistribusi dalam Setiap Rangkaian PutaranMengapa Batas Modal Penting dalam Baccarat untuk Menekan Risiko Keputusan yang ImpulsifEvolusi Meja Blackjack Digital dari Ikon Kartu Klasik hingga Penempatan Tombol Kemenangan yang Lebih PraktisDari Meja Fisik ke Layar, Elemen Baccarat yang Tetap Dipertahankan dan Bagian yang Mulai DitinggalkanCara Publik Membicarakan Perjudian Daring Berubah, Istilah Lama Pun Mulai BergeserFenomena Mahjong Ways Mengungkap Perubahan Kebiasaan Pengguna dalam Menikmati Hiburan DigitalMengapa Mahjong Ways Mendadak Ramai dan Menjadi Perbincangan Baru di Komunitas Game AsiaInovasi Mahjong Ways Terus Mencuri Perhatian, Ini Sisi Permainan yang Membuatnya MenarikTeknologi Kasino Online Terus Berevolusi dari Meja Virtual hingga Pemanfaatan Sistem CerdasMahjong Ways Menjadi Contoh Pentingnya Membaca Akumulasi Modal Bersama Risiko dan VolatilitasMenelaah Posisi Hiburan Berbasis Taruhan di Tengah Pesatnya Pertumbuhan Industri DigitalNilai Pengganda Makin Besar, Mengapa Kemunculannya Justru Cenderung Semakin Jarang
Exit mobile version