Bartolomeus

Nazaret adalah kota di Israel bagian utara. Asal usul atau arti Nazaret pun masih belum diketahui pasti. Bahkan, Nazaret tidak disebutkan dalam Perjanjian Lama maupun dalam literatur para nabi. Kata Nazaret pertama muncul dalam Perjanjian Baru (Yoh 1:45), yakni saat Filipus bertemu Natanael dan berkata, “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.”

Lalu Natanael menjawab Filipus, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Dan, kata Filipus kepadanya, “Mari datang dan lihatlah!” Sekalipun ragu, Natanael akhirnya menanggapi ajakan Filipus.

Yesus yang melihat Natanael datang kepada-Nya, berkata, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” Yesus berkata demikian karena Natanael telah berkata apa adanya, ia tidak menutup-nutupi keraguannya tentang Kota Narazet dan mereka yang berasal dari sana.

Akhirnya, Natanael percaya kepada Yesus dan berkata, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus menjawab, “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar daripada itu.” Yesus menambahkan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

Kata-kata Tuhan Yesus ini merupakan peneguhan bahwa Natanael, yang setelah menjadi salah satu dari rasul Yesus dengan nama Bartolomeus, akan melihat peristiwa Yesus naik ke Surga (setelah kebangkitan-Nya) saat langit terbuka dan para malaikat akan turun dan naik untuk menghantar-Nya ke Surga.

Sahabat terkasih, kisah tentang Natanael yang terdapat dalam bacaan Injil 24 Agustus 2020 (Yohanes 1:45-51) dipilih secara khusus oleh Gereja untuk memperingati Santo Bartolomeus. Makna apa yang dapat kita petik dari teladan Santo Bartolomeus?

Semoga, sabda Yesus dan teladan Santo Bartolomeus menginspirasi kita bahwa seperti Natanael (Bartolomeus) kita pun diundang datang kepada Yesus dalam doa dan melihat rencana-Nya bukan dengan mata jasmani tetapi dengan mata iman. Sebab, Tuhan Yesus adalah Allah yang Mahatahu. Ia pun mengenal isi hati kita hingga yang terdalam sekalipun, seperti kata para pemazmur, “”Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.” (Maz 139: 2).

Frater Agustinus Hermawan OP

Tinggalkan Pesan