Dalam Refleksi HUT Kemerdekaan RI ke-75 Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo yang ditayangkan di YouTube oleh Komsos Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) 17 Agustus 2020, Kardinal Suharyo mengajak umatnya mengenang para pendiri bangsa, serta saudari-saudari yang merawat, menjaga dan mengisi kemerdekaan negara ini menuju cita-cita kemerdekaan.

“Kita semua berharap mewarisi semangat bela negara dalam arti yang seluas-luasnya dengan segala macam kreativitas bentuknya” dan “Ketika kita merayakan ulang tahun ke-75 kemerdekaan RI, kita diingatkan akan cita-cita kemerdekaan bangsa, yaitu menjadi bangsa merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Tidak sekedar mengingat cita-cita kemerdekaan itu tapi juga berani ikut mengambil tanggung jawab untuk mewujudkannya,” tegas Kardinal Suharyo.

Meski hari Raya Kemerdekaan ke-75 dirayakan dalam keprihatinan besar karena wabah yang menimpa umat manusia, yang menimpa bangsa kita, Kardinal Suharyo berharap “semoga wabah yang melanda seluruh umat manusia ini tidak melunturkan cita-cita luhur kita menuju Indonesia Emas, ketika kita merayakan ulang tahun ke-100 kemerdekaan RI.”

Tahun ini, jelas Kardinal Suharyo, umat KAJ melanjutkan renungan tahun-tahun lalu, untuk “mendalami sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tema yang juga dibicarakan para uskup Indonesia setiap tahun selama tiga tahun selama tiga hari di awal tahun 2000, masing-masing “keadilan sosial ditinjau dari segi politik, keadilan sosial ditinjau dari segi ekonomi, dan keadilan sosial ditinjau dari segi sosio-budaya” yang menghasilkan nota pastoral di tahun 2004 dengan judul “Keadaban Publik Menuju Habitus Baru Bangsa”.

Dalam setiap nota pastoral, menurut Ketua KWI itu, permenungan selalu dimulai dengan membuat analisa sosial sederhana yang merupakan hasil studi yang dibawakan oleh para ahli di bidang masing-masing tentang “tiga masalah pokok yang masih berlaku sekarang” yakni korupsi, kekerasan, kehancuran lingkungan. Ketiganya masih berlaku sekarang.

Kardinal Suharyo kembali mengajak umat KAJ untuk merenungkan dan membatinkan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan “dalam keluarga, komunitas, paroki, wilayah, lingkungan masing-masing berpikir bersama untuk wujudkan cita-cita itu dalam tindakan dan berarti meskipun hanya kecil.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Silakan mendengar refleksi lengkap Kardinal Suharyo dengan mengklik link di atas.

Kardinal Suharyo

Tinggalkan Pesan