Petrus dan Paulus 4

Mengingat nubuat Tuhan kepada Petrus, sang batu karang, Paus Fransiskus berkata ada janji yang sama bagi kita. “Sama seperti Tuhan mengubah Simon menjadi Petrus,” jelas Paus, “maka Dia memanggil kita masing-masing, guna menjadikan kita batu yang hidup untuk membangun Gereja yang baru dan persatuan yang baru.”

Paus Fransiskus berbicara dalam Misa Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus di “Altar Kursi” dari Basilika Vatikan Santo Petrus 29 Juni 2020 yang dihadiri sejumlah umat yang terbatas. Sesuai tradisi, Bapa Suci juga memberkati pallium-pallium atau pakaian gerejawi yang diberikan kepada para uskup agung metropolitan sebagai simbol persatuan dengan Tahta Suci.

Paus mengajak semua orang membiarkan diri “ditantang oleh Yesus” dan menanggapi panggilan-Nya untuk menjadi “pembangun-pembangun persatuan” dan “para nabi surga Allah di bumi.”

Meskipun sangat berbeda dalam pengalaman dan kepribadian, Petrus dan Paulus disatukan sebagai saudara, kata Bapa Suci. Kedekatan mereka satu sama lain bukanlah hasil dari kehendak alami, jelas Paus, tetapi datang dari Tuhan, yang memerintahkan kita untuk saling mengasihi. “Dialah yang mempersatukan kita, tanpa membuat kita semua sama,” kata Paus .

Sumber persatuan adalah doa, kata Paus. Contohnya, Gereja yang berdoa bersama untuk Santo Petrus ketika ia berada di penjara. Orang beriman waktu itu tidak mengeluh tentang penganiayaan tetapi berkumpul bersama dalam doa, kata Paus.

Jika kita menghabiskan lebih banyak waktu dalam doa dan sedikit mengeluh, kata Paus, “begitu banyak pintu akan dibuka, begitu banyak rantai yang mengikat akan hancur.”

Tantangan yang dihadapi Petrus dan Paulus mengarah pada “nubuat,” yang menjadi tema kedua homili Paus. “Para Rasul ditantang oleh Yesus,” kata Paus. Petrus ditantang saat Yesus bertanya kepada para Rasul, “Menurutmu siapakah Aku ini?” dan Paulus, saat Yesus bertanya kepadanya, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?”

Tantangan-tantangan ini diikuti oleh nubuat,” kata Paus. “Di Kaisarea Filipi, Yesus memberitahukan kepada Petrus bahwa ia akan menjadi batu karang tempat Ia akan mendirikan Gereja-Nya. Paulus, setelah pertobatannya, menjadi “alat pilihan” Tuhan untuk membawa Injil kepada bangsa-bangsa lain.

“Nubuat lahir kapan pun kita membiarkan diri kita ditantang oleh Tuhan,” kata Paus.

“Hari ini kita membutuhkan nubuat, nubuat nyata,” lanjut Paus. Nubuat nyata tidak terjadi dalam pajangan spektakuler, tapi dalam memberikan kesaksian tentang kehidupan seseorang akan kasih Allah: “Begitulah cara Petrus dan Paulus mewartakan Yesus, sebagai orang-orang yang mencintai Allah.”

Cinta mereka menuntun mereka untuk memberikan hidup sebagai martir: “Itulah nubuat,” kata Paus, “dan itu mengubah sejarah.” (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Christopher Wells/Vatican News)

Petrus dan Paulus
Paus menghormati Santo Petrus
Paus memberkati pallium
Paus memberkati pallium

Petrus dan Paulus 3

Tinggalkan Pesan