Para aktivis membawa plakat dalam protes di Pakistan (AFP)
Para aktivis membawa plakat dalam protes di Pakistan (AFP)

Dalam Audiensi Umum hari Rabu, 10 Juni 2020, Paus Fransiskus memikirkan banyak korban pekerja anak yang telah “kehilangan masa kecil mereka.” Paus mencatat bahwa Jumat, 12 Juni, adalah Hari Dunia Menentang Pekerja Anak, sebuah fenomena yang dikatakan Paus “membahayakan” perkembangan integral dari begitu banyak anak laki-laki dan perempuan. Paus kemudian mencatat bahwa “dalam situasi darurat kesehatan saat ini, di beberapa negara banyak anak dan remaja dipaksa melakukan pekerjaan atau bekerja tidak sesuai dengan usia mereka guna membantu keluarga mereka yang hidup dalam kondisi yang sangat ekstrim.” Seringkali, lanjut Paus, “inilah bentuk-bentuk perbudakan dan hukuman yang mengakibatkan penderitaan fisik dan psikologis.” Dan Paus menegaskan, “Kita semua bertanggung jawab untuk ini.” Paus pun menghimbau institusi-institusi untuk “melakukan segala upaya untuk melindungi anak di bawah umur.” Paus meminta mereka untuk memastikan bahwa kesenjangan-kesenjangan ekonomi dan sosial dipenuhi. Akhirnya, kata Paus, “anak-anak adalah masa depan keluarga manusia: terserah kita semua untuk menumbuhkan pertumbuhan, kesehatan, dan ketenangan mereka.”(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan