Home KEGEREJAAN Perhatian pendiri Kongregasi Suster OP di Indonesia: orang kurang beruntung, pendidikan

Perhatian pendiri Kongregasi Suster OP di Indonesia: orang kurang beruntung, pendidikan

0
Komunitas Suster OP Surabaya merayakan Pesta Pendiri Kongregasi (Dok Komunitas Surabaya)
Komunitas Suster OP Surabaya merayakan Pesta Pendiri Kongregasi (Dok Komunitas Surabaya)

Ada tiga anak muda kakak beradik di Belanda, Willem, Daniël, dan Gerard. Ketiga anak dari pasangan Willem van Zeeland dan Theresia Strijbosch itu dibesarkan di Rotterdam, tempat orang tua mereka menjalankan usaha topi. Uniknya, ketiga anak itu menjadi imam dalam Ordo Dominikan (OP).

Willem masuk OP tahun 1833 dan ditahbiskan imam 1834. Daniël dan Gerard, adiknya, yang baru diakon, pindah ke Warmond. Di sana mereka ditahbiskan imam, 14 Maret 1835. Meski keduanya tertarik dengan karya misi di Amerika, namun itu tidak jadi kenyataan. Mereka juga ragu dengan pilihan awal masuk Serikat Jesus. Tahun 1840, mereka menjadi novis OP di Uden. Di situlah, 25 Juli 1841, kedua kakak beradik itu mengikrarkan kaul di hadapan Pastor Raymundus OP, yang sebenarnya adalah saudara kandung mereka, Willem.

Cerita itu dikisahkan oleh seorang suster saat para suster Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus di Indonesia merayakan secara online “Peringatan Wafatnya Bapa Pendiri Pastor Dominicus van Zeeland OP,” 25 Mei 2020. Para suster dari semua komunitas di Indonesia, serta pastor, frater dan awam Dominikan mengikutinya.

Diceritakan, Pastor Dominicus van Zeeland OP lahir di Eindhoven, Belanda, 17 Maret 1806, dengan nama Daniël Josephus van Zeeland. Daniël berutang Willem, siswa berbakat dari Gymnasium Erasmianum di Eindhoven, yang sambil bekerja di toko ayahnya, mengajar bahasa-bahasa klasik dan lain-lain kepada Daniël dan Gerard. Tak heran, tahun 1831 keduanya diterima di kolese ternama di Uden untuk kuliah teologi.

Pastor Daniël dan Pastor Gerard menjalankan hidup sebagai gembala rohani, penuh setia dan menakjubkan. Daniël dikenal dengan nama Pastor Dominicus dan Gerard dikenal dengan nama Pastor Thomas. Pastor Dominicus van Zeeland OP menjalankan imamatnya antara lain di Rotterdam, Nijmegen dan Utrecht.

Setelah tiga tahun di Rotterdam, Daniël pindah ke Nijmegen tahun 1843 dan menjadi wakil pemimpin biara Dominikan di kota itu. Tahun 1846 ia diangkat sebagai pastor di Neerbosch, wilayah pedesaan dekat Nijmegen. Di sana kekuatan dan tekad kerjanya cepat nampak.

Perhatian pastoralnya juga diterapkan untuk orang kurang beruntung dan pendidikan. “Di paroki dengan 2000 umat itu, cuma dua anak memperoleh pendidikan kerajinan tangan yang dibutuhkan perempuan, itu pun diselenggarakan oleh wanita Protestan.” Menanggapi tulisan kronik biaranya itu, Pastor Dominicus meminta provinsial mengirim beberapa suster dari Rotterdam.

Dari Pastor Willem, ia tahu, di tahun 1841 didirikan komunitas sekular Santo Dominikus di Rotterdam. Banyak wanita muda tertarik mengikuti komunitas sekular di bawah binaan provinsial Dominikan itu. Perutusan ke tempat kerja lain adalah biasa bagi suster-suster tarekat itu, demikian juga bagi Suster Ludovica Keyser, yang bersama satu atau dua suster menanggapi permintaan Pastor Dominicus tahun 1848.

Kedatangan para suster itu menjadi dorongan kuat bagi pendidikan di Neerbosch. Jumlah siswa meningkat cepat sehingga Pastor Dominicus segera membuat rencana pembangun “rumah karitas” untuk tempat penginapan banyak suster.

Tanggal 13 Juli 1848, imam itu menulis kepada provinsialnya, “Setelah berkonsultasi dengan suster pemimpin, saya telah mencoba merancang rumah sedemikian rupa agar tersedia beberapa kamar untuk menerima beberapa anak asrama. Bahkan, bisa juga dibangun biara tanpa pembongkaran apa pun.”

Imam itu mulai membangun dengan tidak lupa mengirim gambar rencana bangunan kepada provinsial. Suster Ludovica dan beberapa rekan suster lain memasuki “rumah karitas” itu 1 Agustus 1850. Meskipun belum ada pernyataan resmi tentang keberadaan tarekat itu, para suster sekular Dominikan itu sudah hidup sebagai biarawati. Belum ada uskup yang mengakui mereka sebagai tarekat religius.

Yang mereka nantikan adalah ijin baru dari Gereja, hierarki episkopal serta hasil perundingan intern mereka bahwa tarekat baru itu akan diberikan ciri khas kontemplatif. Tanggal 11 Agustus 1853, Pastor Dominicus dengan penuh syukur membacakan surat pernyataan Monsinyur Zwijsen, yang menyatakan “telah mendirikan, mengukuhkan serta menempatkan tarekat baru, yaitu Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus, di Paroki Neerbosch dan Hees.”

Peristiwa ini menjadikan Pastor Dominicus van Zeeland sebagai pendiri tarekat yang kemudian bernama para Suster Dominikanes dari Keluarga Kudus di Neerbosch. Keterlibatan Pastor Dominicus dengan seluk beluk kongregasi terlihat dari kronik yang menceritakan tentang dua suster dari komunitas yang harus pindah.

Pendiri kongregasi itu selalu mendampingi Suster Ludovica, terlebih di saat-saat sulit. Demikian pula tahun 1869, imam itu mendampingi rekan pendirinya “Bunda dan Pemimpin yang amat luhur, Ludovica Keyser,” saat beliau mengakhiri hidupnya, Sabtu, 15 Mei, tepat di hari dan bulan yang dikhususkan bagi Bunda Maria, seperti beliau harapkan selama hidupnya.

Tahun 1851, Pastor Dominicus menjadi Kepala Paroki Broerskerk di Nijmegen. Selain pelayanan pastoral, ia senantiasa membela kepentingan umat Nijmegen, dan tetap menjadi ayah penuh perhatian bagi ‘putri-putri spiritualnya’. Itu tidak menghalangi usahanya bagi para suster di Doddendaal yang terancam diusir dari kota itu oleh pemerintahan setempat. Syukur, berkat dukungan Pastor Dominicus, rencana itu digagalkan sehingga para suster tetap tinggal dan bekerja di Nijmegen. Pesta perak tahbisan sang pendiri dirayakan bersama para suster di Neerbosch.

Tahun 1862 Pastor Dominicus ditugaskan di Utrecht. Kemampuan dan minatnya yang luas bermanfaat bagi umat di kota keuskupan bersejarah itu. Dia memulihkan keindahan Gereja Santo Dominicus serta mengumpulkan dana untuk memperbaiki menara gereja dan lonceng-loncengnya. Dan, sekalipun ada keberatan dari kaum Sekte Jansenis, sejak 1879 bunyi lonceng terdengar kembali bergema di lapangan Santa Maria dan sekitarnya.

Imam itu juga melibatkan diri di dunia pendidikan, seperti di Nijmegen, dengan memprakarsai Kolese Santo Dominicus. Dia juga membangun rumah-rumah sederhana untuk kaum miskin. Ketika wabah penyakit melanda Utrecht tahun 1866, tak seperti teman pastor yang lebih muda, Pastor Van Zeeland tidak mengenal rasa takut. Tidak ada yang dapat menghalanginya untuk menghibur banyak orang sakit. Dari Utrecht, sesekali Pastor Dominicus mengunjungi bekas umatnya di Nijmegen untuk mewartakan ‘ajaran yang benar’ kepada mereka.

Akhirnya, sakit dan lelah karena segala perjuangannya memaksa Pastor Dominicus mengundurkan diri tahun 1889, dan tinggal di Utrecht. Pesta emas profesinya yang dirayakan di Kevelaer di bawah perlindungan Maria tahun 1891.

Beberapa bulan kemudian, 25 Mei 1892, ia meninggal dunia, dikelilingi para rekan sebiara. Jenazahnya dimakamkan di gua pemakaman milik biara Dominikan di Huissen. Tahun 1925 peti jenazahnya diangkat dan dipindahkan ke Neerbosch, tempat kongregasi yang ia dirikan tumbuh dan berkembang, terutama selama paruh pertama abad ke-20. Imam itu dimakamkan di pemakaman yang sama dengan sesama pendiri Suster Ludovica Keyser.(PEN@ Katolik/paul c pati)

Artikel Terkait:

Para suster OP peringati wafat pendirinya secara online: Sambung terus cerita pendiri

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Data Kuantitatif dan Perubahan SistemEvaluasi Mekanisme Game DigitalJejak Transaksi Kasino OnlineInfrastruktur Kasino OnlineSistem Adaptif Kasino OnlinePenyegaran Mahjong Wins 3Perubahan Grafis Mahjong Wins 3Teknologi Roulette LivePerubahan Odds PertandinganIdentitas Visual PG SoftEvolusi Kasino OnlineTempo Bermain dan Pengambilan KeputusanSinkronisasi Data dan Tingkat PengembalianModal dan Volatilitas Mahjong WaysTeori Peluang dan CascadeSinkronisasi Suara dan VisualUji Frekuensi dan Pola AcakFase Permainan dan Aturan ResmiProbabilitas Multiplier BesarKonsistensi Pola PermainanFrekuensi Kemunculan WildEvolusi Baccarat DigitalMahjong Ways dan Mobile Gaming AsiaPoker Digital dan Interaksi SosialSistem Real-Time BaccaratGenerator Angka AcakKompetisi Kartu Daring InternasionalRuang Diskusi Pemain BaruTransisi Layar dan Durasi AnimasiAturan Simbol PenggantiVisual Game Bernuansa AsiaInteraksi Meja Poker OnlineEvolusi Mahjong WaysMahjong Ways di Era MobileMahjong Ways dan Media OnlineMahjong Ways di Industri Game IndonesiaKomunitas Mahjong WaysIdentitas Visual Mahjong WaysBudaya Asia dalam Mahjong WaysAI dan Transparansi RTPPengawasan AI GamingAI dan Infrastruktur RTPAI Gaming dan Transparansi DataTransformasi Baccarat ModernLive Streaming BaccaratVisual Sweet BonanzaPopularitas Sweet BonanzaGame Mobile dan Sistem RewardPopularitas Game Mobile dan Risiko PengeluaranAkses Platform melalui PulsaSmartphone dan Game Bertema AsiaAI, Analisis Data, dan RTPKeamanan Data pada AI GamingIndustri Game Dunia dan Mahjong WaysKomunitas Internasional Mahjong Ways
Cascade Mahjong Ways 2Pemetaan Multiplier Mahjong Ways 2Statistik dan Keacakan PolaTahapan Cascade Mahjong Ways 2Frekuensi Scatter dan ProbabilitasPerangkat Modern dan Aktivitas HiburanPermainan Digital dan Hiburan ModernTransformasi Ekosistem GamingWaktu Luang dan Pengalaman DigitalPertumbuhan Industri GamingReel Dinamis Mahjong WaysVolatilitas dan Model Matematis800 Putaran Mahjong WaysScatter Mahjong Wins 3500 Putaran Gates of OlympusInterval Spin dan ProbabilitasFrame Rate dan Pengalaman PenggunaRNG dan Independensi Setiap SpinPerubahan Tempo dan MultiplierScatter Beruntun dan ProbabilitasAnalisis Dinamis Ritme SesiNasi Goreng Kakek ZeusEvolusi Pola BermainGenerasi Baru Permainan DigitalEra Teknologi dan GameVolatilitas dan Variasi HasilMultiplier dan Volatilitas Mahjong WaysDistribusi Simbol dan Bias PersepsiModel Statistik dan Perubahan AktivasiPengelolaan Risiko dan MomentumTiming dan Probabilitas PermainanVisual Princess StarlightRTP dan Mekanisme Mahjong Ways 2Fitur Event Sweet BonanzaTumble dan Multiplier Gates of OlympusTransformasi Dunia GameTren Hiburan Game DigitalEvolusi Teknologi Game DigitalTeknologi Terkini Game DigitalGame Digital dan Kebiasaan Modern
Cascade Mahjong Ways 2Pemetaan Multiplier Mahjong Ways 2Statistik dan Keacakan PolaTahapan Cascade Mahjong Ways 2Frekuensi Scatter dan ProbabilitasPerangkat Modern dan Aktivitas HiburanPermainan Digital dan Hiburan ModernTransformasi Ekosistem GamingWaktu Luang dan Pengalaman DigitalPertumbuhan Industri GamingAnalisis Dinamis Ritme SesiNasi Goreng Kakek ZeusEvolusi Pola BermainGenerasi Baru Permainan DigitalEra Teknologi dan GameVolatilitas dan Variasi HasilMultiplier dan Volatilitas Mahjong WaysDistribusi Simbol dan Bias PersepsiModel Statistik dan Perubahan AktivasiPengelolaan Risiko dan Momentum
Exit mobile version