Paus Fransiskus kembali muncul dari jendela ruang kerja di Istana Apostolik. (Vatican Media)
Paus Fransiskus kembali muncul dari jendela ruang kerja di Istana Apostolik. (Vatican Media)

Paus Fransiskus kembali muncul di jendela Ruang Studi Istana Apostolik yang menghadap Lapangan Santo Petrus di hari Minggu, 31 Mei 2020, untuk berdoa Regina Coeli (Ratu Surga) bersama umat beriman. Karena langkah-langkah kesehatan untuk mengekang pandemi Covid-19, Bapa Suci dalam beberapa minggu terakhir memimpin doa-doa Maria di hari Minggu serta Audiensi Umum mingguannya dari Perpustakaan Istana Apostolik.

Renungan Paus berkisar pada Hari Raya Pentekosta, peringatan pencurahan Roh Kudus. Injil hari ini, kata Paus, “membawa kita kembali ke malam Paskah,” saat Yesus menampakkan diri kepada para murid di Ruang Atas. Salam dari Tuhan, “Damai sejahtera bagimu,” menurut Paus, adalah ungkapan pertobatan dan pengampunan bagi para murid yang telah meninggalkan Dia dalam Sengsara-Nya.

“Dengan mengampuni dan mengumpulkan murid-muridnya di sekitar-Nya,” Paus berkata, “Yesus menjadikan mereka Gereja-Nya: sebuah komunitas yang bertobat dan siap untuk misi.”

Setelah penampakan pertama itu, dan selama empat puluh hari Yesus tetap bersama Murid-Murid-Nya, “semuanya untuk memperkuat iman para murid – dan kita juga – dengan visi untuk misi,” kata Paus. Justru untuk “mengilhami misi” itulah Yesus mengirim Roh Kudus-Nya, “api cinta yang dengan api itu para murid dapat ‘membakar dunia’.”

Pada gilirannya, kata Paus, kita menerima Roh Kudus dan karunia-karunia-Nya dalam Sakramen Pembaptisan dan Sakramen Penguatan. “Takut akan Tuhan” adalah salah satu dari karunia-karunia itu. Dan Bapa Suci menjelaskan, ketakutan itu “justru kebalikan dari ketakutan sebelumnya yang melumpuhkan para murid.”

Sebaliknya, kata Paus, ketakutan akan Tuhan didasarkan pada cinta akan Tuhan dan percaya pada belas kasihan dan kebaikan-Nya, kepercayaan yang memungkinkan kita mengikuti inspirasi-Nya, dan mengetahui bahwa kita tidak akan pernah kehilangan “kehadiran dan dukungan-Nya.”

Pesta Pentekosta, kata Paus, “memperbarui kesadaran bahwa kehadiran Roh Kudus yang memberi hidup berdiam dalam diri kita.” Paus berdoa agar Roh memberi kita “keberanian untuk keluar dari tembok-tembok pelindung ‘Kamar Atas’ kita, dan agar Perawan Maria yang Terberkati memberikan kepada Gereja “roh misionaris yang bergairah.”(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Christopher Wells/Vatican News)

Paus Fransiskus memimpin doa Ratu Surga Minggu 31 Mei 2020 (Vatican Media)
Paus Fransiskus memimpin doa Ratu Surga Minggu 31 Mei 2020 (Vatican Media)

Tinggalkan Pesan