https://www.youtube.com/watch?time_continue=11&v=TpvgNlVK9d8&feature=emb_title

Jutaan orang di seluruh dunia mengikuti Misa harian Paus Fransiskus dari kapel tempat tinggalnya di Casa Santa Marta, Vatikan, berkat siaran langsung televisi dan radio serta laporan berita dalam banyak bahasa. Inilah hadiah yang ingin diberikan setiap hari oleh Uskup Roma itu kepada begitu banyak orang yang tidak dapat keluar rumah dalam masa sulit ini. Hadiah itu bahkan sampai pada umat Katolik Cina.

Siaran langsung pertama di Cina, menurut Vatican News, 20 Mei 2020, berlangsung tanggal 27 Maret 2020. Saat itu, Paus Fransiskus memimpin doa khusus di tengah hujan di Lapangan Santo Petrus yang kosong untuk memohon agar Tuhan mengakhiri pandemi.

Tanggal 30 Maret, siaran Misa dari Casa Santa Marta kemudian dimulai di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui media sosial. Dilaporkan, perayaan langsung pertama itu dilihat 280 kali. Setelah itu angkanya meningkat setiap hari. Dalam beberapa hari terakhir jumlah orang yang terhubung setiap hari secara real time mencapai antara 7 dan 8 ribu, atau lebih dari 10 ribu orang yang mengikutinya. Misa-Misa itu diikuti lebih dari satu anggota umat yang terhubung ke satu perangkat digital, terutama pada hari Minggu.

Liturgi itu ditransmisikan melalui smartphone, melalui aplikasi WeChat, aplikasi paling populer di Cina. Ini biasa juga digunakan oleh orang tua. Dalam beberapa kasus anak-anak bungsu, yang lebih mahir menggunakan teknologi baru, mampu memindahkan gambar ke komputer atau televisi sehingga seluruh keluarga bisa ikut dan gambar bisa dilihat lebih baik terutama oleh orang tua. Terjemahan simultan, yang juga disebarluaskan melalui WeChat, memungkinkan semua orang yang terhubung memahami homili Paus.

Dengan demikian orang dewasa, anak-anak dan orang muda, bersama kakek nenek, yang semuanya dipaksa tinggal di rumah untuk menghindari infeksi virus corona, bisa mengikuti Misa pagi Paus. Misa itu jadi semakin penting karena selama tiga bulan mereka tidak bisa langsung mengikuti liturgi yang dirayakan di gereja-gereja Cina karena krisis Covid-19.

Berita bahwa siaran langsung Misa Paus itu akan berakhir disambut beberapa perasaan tidak enak bahkan air mata. Khusus untuk orang tua dan orang sakit, perayaan liturgi oleh Paus telah jadi acara harian karena dengan Misa itu mereka merasa ditemani oleh gembala mereka. Melalui liturgi yang ditransmisikan setiap hari pukul 1:00 siang atau (7:00 pagi waktu Italia), umat Katolik di Cina merasa satu dalam doa dengan Penerus Petrus dan Gereja universal.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Francesco Liang/Vatican News)

Tinggalkan Pesan