Para perawat Cina berpelukan saat  perayaan Hari Perawat Internasional, Wuhan, Cina (ANSA)
Para perawat Cina berpelukan saat perayaan Hari Perawat Internasional, Wuhan, Cina (ANSA)

Dewan Perawat Internasional (ICN) meminta pada hari Rabu 6 Mei 2020 agar pemerintah lebih baik dalam memantau dan mencatat tingkat infeksi dan kematian para pekerja kesehatan. Kegagalan mereka untuk melakukan seperti itu, lanjutnya, “meningkatkan kemungkinan lebih banyak kematian dan tidak menghormati orang yang meninggal.”

Dalam pernyataan yang dirilis di situs webnya, ICN menulis, ribuan perawat telah terinfeksi Covid-19 dan ratusan telah meninggal. Namun, “pemerintah tidak bisa mengatakan dengan tepat berapa banyak karena mereka tidak mengumpulkan data,” tulisnya. Dengan demikian tidak ada data akurat yang mengarah ke “pengabaian serius tingkat infeksi di antara perawat, dan jumlah kematian.”

Bulan lalu, ICN melaporkan “lebih dari 100 perawat seluruh dunia telah meninggal setelah mengidap Covid-19.” Di sisi lain, “Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melaporkan 23.000 infeksi petugas kesehatan.”

Sekarang ICN yakin, angka-angka yang dilaporkan oleh kedua sumber itu “mengejutkan,” tetapi sebenarnya mungkin jauh lebih rendah dari yang sebenarnya.

ICN telah mengumpulkan informasi lebih lanjut dari Asosiasi-Asosiasi Keperawatan Nasional, angka-angka dari pemerintah dan laporan-laporan media. Dari penelitian itu, ICN memperkirakan, “setidaknya 90.000 petugas kesehatan telah terinfeksi, dan lebih dari 260 perawat telah meninggal.”

“Data ICN berasal dari 30 negara. Data itu menunjukkan, rata-rata, 6% dari semua kasus Covid-19 yang dikonfirmasi adalah di kalangan petugas kesehatan, dengan kisaran dari 0% hingga 18%. Jika proporsi itu diulang secara global, 3,5 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi seluruh dunia akan menghasilkan angka jumlah pekerja kesehatan yang terinfeksi sebesar 210.000.”

Kepala Eksekutif ICN Howard Catton memperingatkan, “kurangnya data resmi tentang infeksi dan kematian di kalangan perawat dan petugas kesehatan lain sangat memalukan. Perawat-perawat dan petugas-petugas kesehatan berrisiko lebih besar karena kurangnya APD dan kurangnya persiapan menghadapi pandemi ini. Akibatnya, kami melihat tingkat infeksi dan, tragisnya, kematian meningkat setiap hari. Kegagalan pemerintah untuk mengumpulkan informasi ini dengan cara konsisten berarti kita tidak memiliki data yang akan menambah ilmu pengetahuan yang bisa meningkatkan pengendalian infeksi dan langkah-langkah pencegahan dan menyelamatkan nyawa petugas layanan kesehatan lainnya.(PEN@ Katoloik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan