Petugas keamanan berdiri di luar markas jaringan ABS-CBN mengikuti perintah pemerintah untuk menghentikan operasinya
Petugas keamanan berdiri di luar markas jaringan ABS-CBN mengikuti perintah pemerintah untuk menghentikan operasinya

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Rabu, 6 Mei 2020, Uskup Agung Socrates Villegas memperingatkan, pembatasan kebebasan berekspresi dan perbedaan berpendapat akan diikuti oleh penyalahgunaan hak asasi manusia.

Menanggapi keputusan pemerintah untuk menutup jaringan penyiaran terbesar di negara itu, Uskup Agung Lingayen-Dagupan yang juga mantan ketua Konferensi Waligereja Filipina mengatakan, selain menjadi masalah hukum, masalah ini juga melibatkan aspek “moral dan spiritual” itu perlu perhatian.

Sehari sebelumnya, pemerintah Filipina mengumumkan tidak akan memperbaharui lisensi 25 tahun dari ABS-CBN. Stasiun yang didirikan tahun 1946 itu sudah lebih dari 70 tahun menyediakan berbagai saluran televisi dan radio untuk negeri itu. Dengan penutupan itu, sekitar 11.000 karyawan perusahaan berisiko kehilangan pekerjaan.

Presiden Antonio Duterte telah beberapa kali menyatakan rasa jijiknya terhadap jaringan televisi itu sejak menjadi presiden tahun 2016. Dia mengklaim ABS-CBN menolak menjalankan iklan politiknya selama musim kampanye. Tuduhan itu ditolak oleh jaringan itu. Dia juga berulang kali mengancam akan menutup jaringan itu karena liputannya tentang “perang melawan narkoba” berdarah yang telah merenggut ribuan nyawa.

Dalam pidatonya di Dewan Perwakilan Rakyat tanggal 5 Mei, anggota Kongres Arlene Brosas mengecam perintah itu sebagai “tekanan keras terhadap kebebasan pers.”

Uskup Villegas menegaskan kembali keprihatinan ini, dengan mengatakan, “pemerintah harus mau mendengarkan kritik dan pandangan yang bertentangan untuk meningkatkan pemerintahan.”

Keputusan itu juga datang tepat ketika Gereja bersiap merayakan Hari Komunikasi Sedunia, Minggu, 24 Mei. Paus Fransiskus merilis tema perayaan tahun ini pada bulan Januari, “Supaya engkau bisa menceritakan kepada anak cucumu.” Kehidupan menjadi sejarah. Dalam pesannya, Paus mengungkapkan pentingnya menemukan yang baik dalam setiap kisah dan Paus mendesak semua orang yang bekerja di bidang pers menjauh dari berita “palsu” dan “destruktif.”

Uskup Villegas juga meminta ABS-CBN untuk menggunakan momen ini untuk secara kritis memeriksa dirinya dan misinya dalam masyarakat dan untuk selalu meningkatkan kebijaksanaan dan niat baik.

“Jangan takut untuk mengkritik,” tegas uskup itu, “tapi lakukan itu untuk kebaikan semua orang dan selalu berdasarkan pada kebenaran.”(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan