Bersama Lembaga Daya Dharma (LDD) Keuskupan Agung Jakarta, Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo mengucapkan selamat memasuki Bulan Ramadhan. “Semoga bulan suci ini sungguh-sungguh menjadi berkat bagi seluruh bangsa kita,” kata Kardinal.

Memasuki Bulan Ramadhan, dalam Youtube “Ramadhanmu Ramadhanku,” Kardinal Suharyo mengatakan bahwa LDD KAJ sudah memikirkan apa yang bisa dibuat supaya solidaritas yang muncul begitu hebat di masa wabah Covid-19, yang begitu dahsyat mempengaruhi sekian banyak segi kehidupan kita, “juga bermakna ketika saudara-saudari kita umat Muslim memasuki Bulan Ramadhan.”

Maka, jelas Kardinal, LDD KAJ sudah membuat satu program bernama “Ramadhanmu Ramadhanku.” Semoga, kata Kardinal, program itu “menjadi jembatan kerja sama dengan berbagai macam pihak untuk memperkokoh solidaritas persaudaraan kita sebagai warga masyarakat, sebagai warga bangsa.”

Program itu adalah “Bantuan Makan Berbuka Puasa” untuk meringankan beban masyarakat pra sejahtera untuk berbuka puasa. Program itu berjalan dari 24 April sampai 25 Mei 2020.

Solidaritas Kemanusiaan

Dalam Youtube itu, Kardinal Suharyo menegaskan, bagi umat Katolik, wabah Covid-19 adalah tantangan kemanusiaan tetapi juga tantangan iman yang mesti kita tanggapi. Namun saat itu, Kardinal Suharyo yang juga Ketua Konferensi Waligereja “Sungguh sangat bersyukur secara pribadi karena di tengah-tengah wabah yang boleh dikatakan sangat dahsyat, bersama-sama dengan itu muncul secara dahsyat pula solidaritas kemanusiaan. Dan saya yakin, solidaritas itu pun didorong oleh iman, iman yang berbeda-beda dari berbagai macam komunitas iman.”

Kardinal Suharyo sungguh bersyukur juga, karena LDD KAJ “secara sigap menanggapi kenyataan ini dengan penuh dedikasi, dengan tulus, sungguh sangat mengagumkan.” Kardinal merasa harus juga bersyukur bagi pemerintah “yang menggunakan segala macam sumber daya untuk melindungi masyarakat dan bangsa kita” dan bagi “sekian banyak dokter, perawat dan tenaga medis yang boleh dikatakan mempertaruhkan kesehatan, nyawa, keluarga, dan harus ditambah dengan pengorbanan perasaan karena dijauhi oleh warga masyarakat lain karena ketidaktahuan.”

Solidaritas dan kerelaan berkorban, kata kardinal, sungguh “membesarkan hati, meskipun yang namanya pengorbanan itu tidak selalu menyenangkan.” Tetapi karena melihatnya sebagai sesuatu yang bermakna dan bernilai, kardinal bersama LDD KAJ “mengucapkan terima kasih kepada para donatur, dermawan yang dengan ikhlas dan tulus memberikan apa yang bisa diberikan entah besar entah kecil untuk mendukung LDD melakukan tugas perutusan, memberi perhatian kepada saudara-saudara kita yang paling membutuhkan pada saat, khususnya, yang sangat memprihatinkan ini.”

Menyadari begitu banyak relawan yang bergabung dengan LDD sampai-sampai harus dibatasi, Kardinal Suharyo meminta para relawan “mesti menjaga kesehatan sendiri” meski kadang-kadang situasi menuntut mereka melupakan kesehatan sendiri. Kardinal percaya, dengan menjaga kesehatan sendiri “kita bisa memberikan lebih kepada saudara-saudari kita yang sangat membutuhkan.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Tinggalkan Pesan