Elson 2

Dalam hidup ini terkadang kita merasa sendiri. Ketika permasalahan menghampiri, kita merasa kehilangan teman untuk bertukar pikiran untuk menolong meringankan beban dan permasalahan begitu berat. Tidak jarang kita putus asa dan tidak bersemangat. Kita kehilangan harapan bahkan rasa bahagia. Kalau terlalu fokus pada permasalahan, jelas kita akan selalu sedih, putus asa dan terpuruk. Masalah datang dan pergi. Bagaimana menghadapinya? Setelah Yesus wafat, para murid merasa mendapat permasalahan baru, mereka takut keluar rumah, bahkan ada yang kembali ke cara hidup lama, bahkan mudik. Salah satunya, dua murid berjalan ke Emaus dalam Injil 26 April 2020 (Luk 24:13-35). Mungkin mereka putus asa dan memutuskan pergi dari Jerusalem. Tapi, Yesus menampakkan diri dan menemani mereka berjalan bersama, hingga tujuan. Mereka baru sadar kalau orang asing itu adalah Tuhan setelah Yesus mengucap syukur atas makanan yang ada. Sahabat terkasih, ternyata Yesus mau menemani dan berjalan bersama kita. Ia ada di setiap perjalanan hidup kita, dalam situasi biasa atau sulit. Terkadang kita kurang sadar atas pendampingan-Nya karena kita fokus pada yang kita hadapi. Dalam situasi sesulit apapun Ia tidak pernah meninggalkan kita, tapi kita kadang lupa mengajak-Nya untuk membantu kita. Yesus yang nampaknya jauh sebenarnya dekat, Yesus yang kelihatan sulit dijangkau ternyata dekat. Yesus hadir lewat teman-teman seperjalanan, lewat sahabat-sahabat yang ada, bahkan menunggu untuk membantu tetapi kita lupa melihat dengan jelas. Semoga dua murid ini membantu kita semakin bersyukur dengan orang-orang sekitar, yang mau membantu dan menolong kita. Dalam keputusasaan, keterpurukan dan situasi sulit masih ada orang baik mau mengulurkan tangannya. Jangan pernah menyia-yiakan orang yang berbuat baik kepada kita.(FRAY.EL.OP)

Tinggalkan Pesan