Logo Kongres Ekaristi Internasional Budapest
Logo Kongres Ekaristi Internasional Budapest

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Matteo Bruni, diumumkan bahwa Kongres Ekaristi Internasional ke-52 telah ditunda hingga September 2021 dan dijadwalkan berlangsung September 2020. Keputusan itu dibuat “karena situasi kesehatan saat ini dan konsekuensinya bagi pergerakan dan pengumpulan umat beriman dan peziarah.” Dalam pernyataannya, Bruni mencatat bahwa keputusan itu diambil oleh Paus Fransiskus bersama Komite Kepausan untuk Kongres Ekaristi Internasional dan Keuskupan Hongaria. Kongres Ekaristi dirancang untuk meningkatkan devosi dan kepercayaan kepada Yesus Kristus yang sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Tahun 1967, setelah Konsili Vatikan II, yang waktu itu bernama Kongregasi Suci Ritus-Ritus menulis, “Dalam Kongres-Kongres Ekaristi, orang Kristen berupaya lebih dalam memahami misteri ini melalui pertimbangan banyak aspeknya.” Kongres Ekaristi menekankan ajaran Dewan Vatikan Kedua, dan mengatakan bahwa dalam kongres-kongres itu, umat beriman “harus memuliakan [misteri ini] melalui devosi-devosi dan doa-doa pribadi, terutama dengan prosesi, sedemikian rupa sehingga semua bentuk devosi ini menemukan klimaksnya dalam perayaan Misa.” Kongres Ekaristi pertama diadakan di Prancis tahun 1881, dalam masa kepausan Leo XIII. Sejak itu, Kongres itu telah diadakan di seluruh dunia, di berbagai tempat seperti Yerusalem, Roma, Montreal, Sydney, Kartago (di Tunisia), Buenos Aires, dan Manila. Kongres Ekaristi terbaru diadakan di Cebu City di Filipina  tahun 2016. Saat itu, Kardinal Charles Bo dari Burma menjadi utusan paus.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan