Di Gereja Roh Kudus Roma ini , Paus Fransiskus akan rayakan Minggu Kerahiman Ilahi 19 April 2020
Di Gereja Roh Kudus Roma ini , Paus Fransiskus akan rayakan Minggu Kerahiman Ilahi 19 April 2020

Sekitar 200 meter dari Lapangan Santo Petrus adalah Gereja Roh Kudus, tempat suci dan pusat devosi kepada Kerahiman Ilahi di Roma. Di sanalah Paus Fransiskus akan merayakan Minggu Kerahiman Ilahi, 19 April 2020. Misa yang akan disiarkan langsung lewat streaming dan televisi itu hanya akan dihadiri segelintir umat karena lockdown virus corona di Italia dan Vatikan.

Devosi kepada Kerahiman Ilahi diperkenalkan oleh biarawati Polandia abad ke-20, Santa Faustina Kowalska, seperti yang diminta oleh Yesus dalam penampakan dan percakapan. Santo Paus Yohanes Paulus II memulai Minggu Kerahiman Ilahi saat kanonisasi Santa Faustina, 30 April 2000, hari Minggu Kedua setelah Paskah. Demikianlah devosi dan pesta Kerahiman Ilahi bagi Gereja Universal dimulai.

Sejak awal, Paus Yohanes Paulus II sangat berdevosi kepada Kerahiman Ilahi, seperti yang dipromosikan oleh Suster Faustina, yang meninggal tahun 1938 pada usia 33 di Krakow. Di sana Karol Wojtyla menjadi uskup agung, kardinal dan kemudian terpilih menjadi Paus tahun 1978.

Paus Yohanes Paulus II, yang membeatifikasi Suster Faustina, 18 April 1993, hari Minggu setelah Paskah, meninggal 2 April 2005, sehari sebelum hari Minggu setelah Paskah. Yohanes Paulus II sendiri dibeatifikasi 1 Mei 2011, hari Minggu Kerahiman Ilahi, dan dinyatakan sebagai orang kudus (santo) 27 April 2014, juga pada hari Minggu Kerahiman Ilahi.

Dalam Surat Apostolik yang dikeluarkan pada kesempatan Minggu Kerahiman Ilahi, 7 April 2002, Paus Yohanes Paulus II memberikan indulgensi kepada umat Katolik yang datang mengaku dosa, menerima Komuni dan mengucapkan doa-doa hari itu. Selanjutnya, hal itu secara resmi ditetapkan oleh Lembaga Penitensaria Apostolik.

Dalam audiensi umum disiarkan langsung Rabu, 15 April 2020, Paus Fransiskus mengatakan kepada para peziarah dari Polandia bahwa hari Minggu, 19 April, ia akan merayakan pesta Kerahiman Ilahi, yang didirikan oleh Santo Yohanes Paulus II menanggapi “permintaan Tuhan Yesus kepada Santa Faustina.”

Yesus mengatakan, ”Saya ingin agar Pesta Kerahiman menjadi tempat berlindung dan tempat penampungan bagi semua jiwa. Umat manusia tidak akan memiliki damai sejahtera sampai dia dengan percaya berpaling kepada Kerahiman-Ku.”

Bapa Suci mendesak agar doa-doa itu diucapkan dengan “keyakinan kepada Yesus yang Maharahim bagi Gereja dan semua umat manusia, terutama bagi orang-orang yang menderita di masa yang sangat sulit ini.”

Kerahiman Ilahi jelas merupakan ikatan umum kuat dan dan bersama antara Paus Yohanes Paulus II dan Paus Fransiskus. “Dives in Misericordia” (Kaya akan Belas Kasihan atau Kerahiman), ensiklik Paus asal Polandia tahun 1980 itu sering dikutip oleh Paus Fransiskus, yang ciri khas yang kepausannya adalah belas kasihan atau kerahiman.

Tahun Yubileum Luar Biasa Belaskasih (Kerahiman) diminta dirayakan oleh Paus Fransiskus dari 8 Desember 2015 hingga 20 November 2016. Kedua Paus itu dikenal karena kepekaan mereka terhadap martabat manusia, kemiskinan, penyakit dan penderitaan, serta perlunya menunjukkan belas kasihan.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Robin Gomes/Vatican News)

Altar Kerahiman Ilahi dengan patung Santa  Faustina di Gereja Roh Kudus di Sassia, Roma.
Altar Kerahiman Ilahi dengan patung Santa Faustina di Gereja Roh Kudus di Sassia, Roma.

Tinggalkan Pesan